Overclocking dengan ASUS ROG Maximus VI Extreme

Reading time:
April 20, 2014

Kesan dan Kesimpulan

Motherboard ASUS Maximus VI Extreme menunjukkan bahwa ia handal menangani berbagai skenario overclocking yang kami berikan kepadanya, mulai dari skenario ‘easy overclocking’ yang dilakukan dengan satu setting ‘ASUS Optimal’ hingga ke skenario overclocking ekstrim sekalipun. Kami menemukan juga bahwa proses overclocking di motherboard ini sungguh dimudahkan dengan adanya berbagai preset dan profile. Berikut ini beberapa hal mengenai ASUS Maximus VI Extreme yang menonjol pada bagian overclocking:

  • ‘ASUS Optimal’ Mode yang membantu user awam OC untuk mengaplikasikan setting overclock dengan satu ‘klik’ saja, di sisi lain preset BCLK dan Memory berguna juga untuk user yang ingin bereksperimen dengan berbagai setting di sistem mereka.
  • Opsi Memory Tuning Pada BIOS yang dirancang khusus untuk Mobo ini yaitu ‘DRAM Swizzling Bit’ dan Skew Control sangat membantu  terutama pada saat melakukan tuning pada memory timing yang ketat. opsi ini dapat  membantu menjaga kestabilan memori anda untuk melewati beberapa benchmark yang cukup memory-intensive.
  • Fungsi ‘Slow Mode’ berguna untuk memaksa menurunkan multiplier Processor dan NB Frequency hingga menjadi paling rendah, yaitu 8x. Pada saat melakukan extreme overclocking, Slow Mode dapat dinyalakan setelah benchmark selesai untuk mencegah sistem crash/hang saat pengambilan screenshot atau validasi hasil benchmark.
  • Preset LN2 Mode berguna untuk mempercepat proses setting sistem saat memulai sesi LN2.
  • ROG  OC Panel sangat membantu untuk melakukan setting overclock secara real-time. Sebagai tambahan, OC Panel ini bisa dimanfaatkan sebagai Thermal Sensor. Tentunya bagi overclocker extreme, benda ini merupakan aksesoris tambahan yang berguna.
  • Yang terakhir, saat anda menggunakan nilai ‘AUTO’ pada variabel-variabel di motherboard-nya, ada beberapa setting yang akan disesuaikan oleh motherboardnya untuk menjamin kestabilan saat booting. Misalnya saja, pada kebanyakan motherboard, ada beberapa modul RAM yang hanya mau ‘diajak berlari’ ketika secondary timing dan tertiary timing-nya ikut diganti, sedangkan pada Maximus VI Extreme, kadang-kadang kami cukup membiarkan nilai-nilai tersebut pada AUTO. Very helpful!

Keunggulan dalam hal overclocking inilah yang membuat motherboard ini pantas dibanderol dengan harga tinggi, seperti yang sudah pernah kami utarakan pada review lengkap-nya beberapa waktu lalu. Berdasarkan pengalaman kami melakukan overclocking dengannya, ASUS Maximus VI Extreme dapat memenuhi kebutuhan banyak tipe user, mulai dari user awam yang belum terlalu mendalami overclocking namun ingin mempelajarinya, hingga ke overclocker yang sudah masuk tingkat advanced bahkan extreme sekalipun. Kata ‘Designed for Overclocking’ yang disematkan ASUS kepadanya nampaknya tidak berlebihan dan benar adanya.

Sebagai tambahan, bagi Anda yang sempat membaca artikel mengenai ‘motherboard terbaik untuk overclocking di tahun 2013′ versi kami, ASUS ROG Maximus VI Extreme mendapat JagatReview Gold Award karena opsi tuning dan tweaking-nya cukup luar biasa. 

 

Dengan ini, berakhirlah berbagai eksperimen overclocking kami dengan ASUS Maximus VI Extreme, salah satu motherboard Z87 yang memiliki fitur overclocking terbaik. Sampai jumpa pada artikel overclocking kami yang berikutnya, hanya di JagatReview!

 

 

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

May 2, 2026 - 0

Metro 2039 Tembus 1 Juta Wishlist Hanya Dalam Waktu Dua Pekan

Metro 2039 mencatat permulaan yang sangat kuat dengan menembus 1…
May 2, 2026 - 0

PlayStation Beri Klarifikasi Terkait Isu DRM Game Digital

Sony akhirnya memberi klarifikasi soal kekhawatiran DRM PlayStation yang dikhawatirkan…
May 2, 2026 - 0

Xbox Tampilkan Logo Baru Sebagai Bagian Dari Rebrand Console

Xbox mulai menerapkan identitas visual barunya di console, via logo…
May 1, 2026 - 0

Battlefield 6 Buka Pre-Order Untuk Battle Pass Season 3

EA lakukan manuver monetisasi yang agresif untuk Battlefield 6, dengan…