Tiga Vendor Arloji Jepang Tak Minat Bikin Smartwatch

Author
Ozal
Reading time:
April 27, 2014

Sejumlah raksasa teknologi mobile, seperti Samsung, Sony, Google dan mungkin Apple telah menunjukan minatnya  ke pasar jam tangan tangan pintar atau smartwatch. Pasar tersebut diprekdiksi akan bernilai US$ 2,5 miliar pada tahun ini atau naik dari US$ 700 ribu pada tahun lalu. Namun sayangnya, sejumlah raksasa pembuat jam tangan asal Jepang, tak menunjukan minatnya terhadap jam pintar yang memiliki layar sentuh berwarna, bisa terhubung ke smartphone, serta daya baterainya bisa diisi ulang.

jam

Casio misalnya yang terkenal dengan seri jam tangan tahan bantingnya G-Shock masih akan tetap setia menawarkan arloji konvensional. Namun, guna bersaing dengan vendor yang menawarkan smarwatch, pihaknya akan memadukan desain dan sejumlah teknologi baru, seperti penerima sinyal radio dan GPS Satelit hingga yang bisa terhubung dengan smartphone melalui Bluetooth.

Meski menawarkan sebuah fitur penting di smarwatch, namun Casio melihat adanya kesenjangan antara penunjuk waktu dengan perangkat wearable. Bagi Casio, ini bukan masalah mereka tidak memiliki teknologi tinggi membuat jam tangan pintar. Namun, kebanyakan tujuan akhir dari vendor smartawatch ialah menjadikan smartphone menempel di pergelangan tangan. Itu bukan industri yang tepat bagi Casio.

jam

“Selama jam tangan dapat memberikan kemudahan baru bagi pelanggan, kami akan agresif mengejar teknologi baru yang akan dimasukan ke dalam jam. Namun intinya ialah jam tangan adalah jam tangan. Dan kami pikir, itu harus mampu menampilkan waktu tiap kali konsumen melirik pergelangan tangan mereka.” kata Shinji Saito, seorang perencana produk di Casio Jepang, seperti dikutip dari Computer World.

Sementara itu, Seiko, vendor Jepang yang memulai debut arlojinya pada 1924 juga telah menyematkan teknologi GPS-linked yang memungkinkan jam hanya ‘ngaco’ selama satu detik tiap 100.000 tahun sekali. Seorang juru biaca Seiko pun menegaskan, pihaknya tidak memiliki rencana untuk membuat smartwatch. “Kami ingin fokus pada jam tangan yang memberikan semangat, kehandalan, dan keindahan,” imbuhnya.

jam 2

Hal senada juga diungkapkan Citizen yang juga menyematkan sejumlah fitur canggih ke produk jam tangannya, termasuk memonitor tekanan darah pengguna, termometer (pengukur suhu), dan pedometer (pengukur kesepatan). Pihaknya menegaskan, Citizen tidak punya waktu untuk sekedar ‘iseng’ membuat smartwatch.

“Alih-alih masuk dalam proses pembuatan tangan tangan, smartwatch sudah seperti membuat iPhone maupun PC. Sikap dasar kami ialah kami ingin memproduksi jam tangan, dan itulah mengapa kita tidak membuat smartwatch,” ujar juru bicara Citizen.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…