Hands-On Review: Overclocking G.Skill TridentX DDR3-2933Mhz 16GB (4x4GB) Kit
G.Skill TridentX 2933 – Extreme Cooling Test
Untuk melakukan Extreme Overclocking, kami membutuhkan beberapa persiapan terlebih dahulu, misalnya saja insulasi pada seluruh bagian motherboard dengan art eraser/kneaded eraser untuk mencegah kondensasi. Karena ukuran Mini-ITX, suhu dingin dari LN2 container (pot) kami akan menyebar keseluruh bagian board, dan membuat proses insulasi sedikit lebih rumit dari biasanya, dan harus dilakukan pada seluruh board. Beginilah hasil insulasi motherboard ASUS Maximus VI Impact yang kami lakukan:


Freeze it!

Berikutnya, seperti terlihat pada gambar diatas, kami ‘membekukan’ sistem kami, baik CPU, Memory, maupun Chipsetnya. Prosesor dibekukan untuk memberi sedikit headroom ekstra untuk pencapaian clock pada memory controller-nya, demikian juga memori DDR3-nya dibekukan untuk menangani voltase VDimm lebih dari 2.2V. Terakhir, chipset Z87 ikut dibekukan dengan harapan untuk mempermudah pencapaian DMI Clock dan Base Clock(BCLK) saat melakukan fine-tuning.
Setting BIOS
Baiklah, mari melanjutkan ke settings BIOS. Perlu diketahui, ASUS Maximus VI Impact menyediakan banyak sekali preset overclocking ekstrim yang ditujukan untuk melakukan overclocking memori. Kami me-load sebuah preset bernama ‘3930 DRAM Frequency‘ pada BIOS dan melakukan sedikit tweaking tambahan untuk mencapai clock memori tinggi. Berikut ini setting BIOS yang kami gunakan untuk pengujian extreme:
*klik untuk memperbesar*











Peringatan: Semua voltase yang diterapkan pada setting ini SANGAT BERBAHAYA bila digunakan pada sistem yang menggunakan pendingin biasa (HSF/Watercooling)! Setting yang kami gunakan disini sudah sampai tahap ‘berbahaya’ dan berpotensi merusak hardware, jika tidak dilakukan pada keadaan extreme cooling (Kami sudah menggunakan VDimm lebih dari 2.1 V!).
Selanjutnya, tantangan yang kami dapat adalah melakukan proses booting sistem. Saat sistem dinyalakan dan bersiap untuk boot, motherboard akan melakukan POST (Power-on Self-test) untuk menguji apakah semua sistem berada pada keadaan normal dan stabil. Salah satu proses ini yang dilakukan adalah Memory Initialization dan Memory Training. Pada saat overclocking memori seperti yang sedang kami lakukan ini, adalah penting untuk bisa mem-boot sistem dengan BCLK setinggi-tingginya, karena range tuning BCLK yang bisa dilakukan pada OS cukup terbatas, sehingga kami juga terpaksa mem-boot sistem dengan keadaan memori yang di-overclock sangat tinggi, hampir mendekati DDR3-4000! Pada keadaan yang ekstrim ini, sistem akan berulang-ulang mengalami boot loop jika gagal melakukan proses Memory training. Menjaga suhu memori pada batas optimalnya juga penting untuk melewati proses inialisasi memori ini .
Akhirnya, setelah sekitar 5-6 menit mencoba boot berulang-ulang, sistem kami berhasil boot dan masuk ke OS. Disini kami tinggal melakukan fine-tuning pada BCLK untuk mencapai clock memori maksimal.
Setelah berkutat dengan OC Panel di windows dan berbagai setting sana sini (termasuk mencoba VDimm 2.4V!), kami mendapatkan hasil maksimum kami pada 2053Mhz atau DDR3–4107.8 MHz! Berikut ini validation link-nya: (Link).
Hasil yang kami capai ini memang belum mampu memecahkan World Record DDR3 saat ini (DDR3-4404Mhz), namun masih masuk ke dalam peringkat Top 20 dunia. Tidak terlalu buruk, bukan?
*klik untuk memperbesar*















