PC Gaming Murah untuk Kompetisi DotA 2

Reading time:
May 29, 2014

Kesimpulan

Dota2Logo2

Akhirnya, pengujian yang memakan waktu lebih dari dua minggu ini selesai juga. Kami tidak menyangka kalau menguji game DotA 2 pada berbagai hardware bisa lebih rumit daripada melakukan 3(tiga) review motherboard :p. Banyak sekali variabel yang terdapat dalam pengujian, dan pengulangan pengujian yang harus dilakukan cukup banyak karena kami menggunakan HDD, bukan SSD. Namun, semuanya cukup terbayar saat kami akhirnya bisa mempelajari sejauh apa DotA 2 membebani CPU dan GPU masa kini, dan memformulasikan spesifikasi PC yang termurah untuk bisa bermain DotA 2 dengan mulus untuk menangani skenario permainan DotA 2 tingkat kompetitif sekalipun. (seandainya Anda melompati halaman sebelumnya, berikut ini spesifikasi beberapa PC tersebut)

PC1_Spec PC2_Spec PC3_Spec PC4_Spec

Sebelum kami menutup artikel ini, ada beberapa catatan terakhir yang ingin kami sampaikan. Pertama, pemilihan komponen inti (CPU,GPU) untuk membuat PC di atas hanya berdasarkan pertimbangan performanya pada DotA 2. Disini kita bisa melihat bahwa performa terbaik dihasilkan oleh sebuah CPU dual-core dan VGA murah yang kebetulan memiliki performa baik pada DotA 2. Namun, Anda jangan lantas berasumsi bahwa setup ini akan optimal pada semua skenario penggunaan lain. Sebagai contoh: Core i3-4130 dan A8-6600K memang memiliki performa grafis terintegrasi yang masih sedikit kalah dari solusi add-on ekonomis (kemungkinan juga karena RAMnya hanya DDR3-1600), tetapi, performa kedua CPU ini dalam hal multi-threading masih jauh lebih baik dari Pentium G3220.

Catatan berikutnya adalah ingat bahwa standar ’50 FPS minimum’, kami buat berdasarkan perbincangan kami dengan beberapa pemain DotA 2. Anda bisa saja memiliki tingkat toleransi framerate yang berbeda dengan standar kami, karena persepsi FPS yang nyaman akan sangat berbeda pada tiap individu. Ada beberapa gamer yang masih tidak merasa game-nya tersendat pada tingkat FPS rendah seperti 30 FPS sekalipun! Bagi Anda yang tidak masalah bermain dengan FPS agak rendah (30-an) ini, tentunya bisa membangun PC yang lebih murah lagi dengan berbasis Pentium G3220 tanpa GPU add-on, atau APU A6-5400K tanpa gpu add-on.

Pengalaman menguji DotA 2 ini memang cukup melelahkan, namun telah ‘membuka’ mata kami bahwa DotA 2 tidaklah ‘seenteng’ yang diperkirakan banyak gamer, sebuah pengalaman yang berharga! Lalu, apakah tim JagatReview akan menggunakan DotA 2 sebagai benchmark standar review? Jawabnya: tidak. Pengujian DotA 2 melibatkan berbagai prosedur yang cukup merepotkan, belum lagi ditambah keharusan update, mengaplikasikan patch (yang mungkin mengubah performa), dan lain sebagainya. Belum lagi engine DotA 2 kurang optimal untuk ‘menyiksa’ hardware terbaru dan teratas, dan tidak menunjukkan scaling performa yang baik saat menggunakan CPU Multi-core dan juga konfigurasi multi-GPU. Kami hanya akan menguji DotA 2 pada pengujian khusus seperti ini. Sempat terpikir untuk membuat artikel membangun PC yang bisa menangani DotA 2 1080P maxxed out, namun melihat tumpukan hardware review kami yang sudah mulai ‘menggunung’ karena tes DotA 2 ini, kami mengurungkan niat kami.

Akhir kata, artikel membangun PC gaming murah untuk Kompetisi DotA 2 ini masih amat jauh dari sempurna, namun kami berharap berbagai pengujian hardware PC yang kami lakukan pada DotA 2 bisa sedikitnya memberi gambaran pada Anda sekalian akan kebutuhan PC untuk menjalankan DotA 2, yang bisa dijadikan acuan saat membangun PC Gaming, ataupun membangun seperangkat PC untuk kebutuhan PC rental/Game Center. Sampai jumpa di artikel kami berikutnya!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Bodi ADVAN Workplus AI Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik…
March 28, 2026 - 0

Review ASUS ROG Flow Z13-KJP (2026): Tablet dengan RAM 128 GB untuk AI & Gaming Berat

Bodi ASUS ROG Flow Z13-KJP Form Factor Detachable Laptop Jadi…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Bodi ASUS Zenbook S16 OLED Form Factor Clamshell Material Ceraluminum…

Gaming

April 17, 2026 - 0

Red Dead Redemption Remastered Dikabarkan Akan Rilis Fisikal di PS5

Listing game fisikal untuk Red Dead Redemption Remastered mendadak muncul,…
April 16, 2026 - 0

Diablo 4 Lord of Hatred Muncul di Rating Game Indonesia Untuk Switch

Diablo 4: Lord of Hatred muncul pada website game rating…
April 16, 2026 - 0

PS Plus April 2026 Hadirkan Horizon Zero Dawn Remastered & The Crew Motorfest

Sony umumkan jajaran game yang akan hadir di PS Plus…
April 16, 2026 - 0

Starfield Dapatkan Rating Untuk Nintendo Switch 2 di Taiwan

Starfield mendadak muncul pada sistem rating game di Taiwan untuk…