Penemu WWW Prihatin Kebebasan Internet Kian Terancam

Author
Ozal
Reading time:
September 30, 2014

Tim Berners-Lee, sosok di balik terciptanya World Wide Web, mengungkapkan rasa prihatin dan khawatir terhadap kebebasan internet yang makin dikekang pemerintah, bahkan perusahaan yang ingin mengendalikan internet.

lee

Kekhawatiran Lee terhadap kebebasan internet ini menyusul setelah dibongkarnya program mata-mata badan NSA Amerika Serikat dan GCHQ Inggris oleh Edward Snowden. “Jika pemerintah dapat memblokir Anda, misalnya ke halaman web politik oposisi, maka mereka dapat memberikan sebuah realitas yang licik untuk melenggangkan kekuasaaan,” ungkap Lee saat menjadi pembicara di acara Web We Want di London, belum lama ini.

Internet pun, lanjut pria berusia 59 tahun itu, bukan hanya menggoda pemerintah saja untuk mengaturnya, melainkan juga perusahaan. Belum lama ini, Uni Eropa juga memberikan perintah berupa “Hak untuk Dilupakan” ke Google. Ini memungkinkan individu dapat meminta Google, menghilangkan link website yang berkaitan dengan nama mereka di hasil mesin pencari.

“Jika sebuah perusahaan dapat mengontrol akses ke internet, dan jika mereka dapat mengontrol website yang mereka inginkan, maka mereka memiliki kontrol luar biasa terhadap hidup Anda,” ungkap Lee, seperti dikutip dari The Guardian.

Lee menemukan WWW 25 tahun yang lalu. Sejak saat itu, Ia menyerukan hak-hak kebebasan internet dan privasi pengguna agar bisa dijamin. Namun pada kenyataannya, dua hal tersebut malah makin dikontrol begitu ketat.

lee 2

Lee pun menyerukan agar dibuatnya sebuah pedoman untuk menjamin hak-hak dasar dan kebebasan, seperti halnya Magna Carta namun versi internet. Itu merupakan piagam yang dikeluarkan di Inggris pada 15 Juni 1215 silam guna membatasi kekuasaan absolut Raja Inggris pada masa itu.

“Ada banyak waktu yang telah disalahgunakan. Jadi saat ini, Magna Carta adalah tentang saya ingin web yang tidak membuat saya tidak dimata-matai,tidak ada sensor,” ujar Lee yang menginginkan agar bisa menjadi netral. Internet mesti mencerminkan semua umat manusia, termasuk beberapa hal yang mengerikan dan ilegal.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…