Review Raijintek Triton: Watercooling AIO dengan Rasa Watercooling Custom

Reading time:
May 28, 2015

Pemasangan Pada Intel LGA 1150

Pemasangan watercooling Raijintek Triton ini tergolong cukup mudah dan simpel. Akan tetapi, kami menyarankan pengguna untuk tetap membaca buku panduan manual yang telah disediakan didalam paket penjualan watercooling ini terlebih dahulu, sebelum memasang dan memakainya.

Raijintek Triton 23

Untuk pemasangan watercooling AIO besutan Raijintek ini ke platform Intel LGA 1150, pertama letakkan backplate dan atur posisi lubang baut mounting agar sesuai dengan spesifikasi LGA 1150 pada bagian belakang motherboard.

Raijintek Triton 24

Selanjutnya, masukan baut mounting pada lubang baut yang telah disesuaikan posisinya dengan spesifikasi LGA 1150.

Raijintek Triton 25

Setelah itu, balik motherboard dengan hati-hati sambil menahan backplate dan baut-baut yang sudah terpasang, lalu letakan ring pembatas pada setiap baut mounting yang ada.

Raijintek Triton 26

Selanjutnya, pasang mur mounting yang akan mengunci backplate yang berada di belakang motherboard.

Raijintek Triton 27

Setelah memasang mur mounting, backplate dan baut mounting yang berada di belakang motherboard sudah tidak perlu lagi ditahan dengan tangan.

Raijintek Triton 28

Letakan bracket mounting pada bagian atas 4 mur mounting yang ada.

Raijintek Triton 29

Kemudian, pasang pengunci baut agar bracket mounting ini tidak dapat lepas dari sistem motherboard.

Raijintek Triton 30

Jangan lupa untuk mengoleskan dan meratakan thermal paste pada permukaan prosesor yang akan digunakan.

Raijintek Triton 31

Sebelum meletakan waterblock di atas prosesor, jangan lupa untuk melepaskan plastik pelindung bagian dasar waterblock ini.

Raijintek Triton 32

Pasang dan kunci waterblock pada sistem mounting yang telah terpasang pada motherboard.

Raijintek Triton 34

Setelah membereskan pemasangan waterblock, mari kita membereskan pemasangan radiator. Anda cukup memasang kipas yang disertakan di radiator dengan baut yang tersedia. Selanjutnya, jangan lupa untuk memasang kabel power dari waterblock untuk pompa dan kabel untuk kipas.

Raijintek Triton 35

Agar pompa dapat bekerja dengan baik, disarankan untuk menggunakan konektor 3-pin motherboard yang tidak dilengkapi dengan fitur PWM atau bisa saja menggunakan konektor 4-pin yang memiliki fitur PWM yang sudah diatur untuk bekerja dengan konfigurasi kecepatan maksimum melaui BIOS motherboard.

Raijintek Triton 39

Kami memasang radiator berukuran 240mm milik Raijintek Triton pada bagian atas casing pengujian.

Raijintek Triton 51

Casing pengujian yang biasa kami gunakan belum pernah mengalami sedikit permasalahan dalam memasang watercooling AIO yang memiliki radiator berukuran 240mm. Radiator yang dimiliki Raijintek Triton ini memiliki ukuran sedikit lebih tebal dibandingkan dengan radiator watercooling AIO 240mm pada umumnya, sehingga kami mengalami sedikit kesulitan dalam memasang radiator ini ke dalam casing pengujian.

Kesulitan yang kami dapatkan ini, dikarenakan fan radiator berbenturan dengan memori RAM yang kami gunakan. Pada akhirnya setelah mencoba sekitar 10 menit, akhirnya kami dapat memasang radiator ini ke dalam casing pengujian kami, dengan kondisi fan radiator sudah menempel dengan memori RAM yang kami gunakan.

Raijintek Triton 38
Selang bawaannya cukup ringkih dan mudah terlipat

Pemasangan watercooling Raijintek Triton ke dalam casing harus dilakukan dengan hati-hati, karena selang bawaan watercooling ini cukup ringkih sehingga mudah terlipat.

Raijintek Triton 40Sistem pengujian dengan watercooling Raijintek Triton yang telah dirakit ke dalam casing pengujian.

Spesifikasi Testbed + SoftwareRaijintek Triton 40

Berikut spesifikasi testbed yang kami gunakan untuk menguji watercooling AIO Raijintek Triton ini:

  • Processor: Core i7-4790K [default: 4Ghz/4.2 GHz ( 4 Cores Turbo Boost ), 1.15 V]
  • Memory: Kingston HyperX DDR3 – 1600 Mhz 2x 4 GB (XMP)
  • Motherboard: Gigabyte Z87X-OC
  • Graphic Card: GTX 465
  • Casing: Corsair Carbide 400R
  • Storage: Kingston HyperX 3K 120 GB
  • Power Supply: Corsair AX1200
  • Operating System: Windows 7 Ultimate 64-Bit SP 1

Program yang Digunakan

  • LinX 0.6.4 – Aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor. Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX memenuhi penggunaan memory sebanyak 7000 MB.
  • Core Temp 1.0 RC3 – Aplikasi yang digunakan untuk memantau suhu maksimum dan minimum prosesor selama pengujian.
  • CPU-Z 1.71.0 – Aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai sistem yang sedang berjalan.

Skenario Pengujian

Skenario pengujian kami sebagai berikut:

  • Memberikan Full Load kepada CPU selama +/- 16~20 Menit dan Idle Time +/- 10 Menit.

Dengan skenario pengujian ini, mari kita lihat performa dari watercooling Gamer Raijintek Triton. Kami menjaga suhu ruangan berkisar antara 25,5 oC – 26,5oC.

*NB: Keadaan Idle adalah keadaan sistem didiamkan setelah mendapatkan load setelah pengujian.

Pada pengujian watercooling Raijintek Triton ini, kami mengkonfigurasikan kecepatan fan melalui BIOS secara manual dan fan controller bawaan dari watercooling ini diatur pada kecepatan penuh.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

Bodi ASUS ExpertBook Ultra (2026) Form Factor Clamshell Material Bodi…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…

Gaming

May 11, 2026 - 0

SEGA dan Animate Gelar Kolaborasi Global Selama Setahun Penuh

Beragam game populer SEGA akan dapatkan aktivitas spesial selama setahun…
May 11, 2026 - 0

HeroPlay & OlahBola Gelar Kompetisi Antar Kota Football City Battle

HeroPlay bersama OlahBola resmi meluncurkan Football City Battle, kompetisi sepak…
May 11, 2026 - 0

Genshin Impact Version “Luna VII” Tampilkan Krisis Baru di Sumeru

Genshin Impact perlihatkan Version "Luna VII" yang akan ketengahkan krisis…
May 8, 2026 - 0

Bungie Sebabkan Kerugian Besar Untuk Sony Akibat Kegagalan Marathon

Efek kegagalan Marathon akhirnya terungkap berkat laporan finansial terbaru Sony,…