Guide: Overclocking & Tuning RAM Murah di AMD APU

Reading time:
January 9, 2016

APURAMTunings

Pada setiap artikel optimalisasi APU AMD yang pernah dibuat di JagatOC, ada satu komponen yang tidak pernah boleh dilupakan, yakni memori, atau kita kenal dengan RAM. Dari semua prosesor yang pernah kami temui, AMD APU adalah salah satu prosesor yang sangat menunjukkan ketergantungan yang luar biasa pada performa RAM, terutama pada grafis terintegrasi(IGP)-nya.

Karena IGP dari APU menggunakan memori sistem yang di-share sebagai video RAM-nya, Performa RAM yang optimal bisa menentukan apakah sebuah APU akan memiliki kinerja baik, atau buruk. Sayangnya, karena AMD APU umumnya ditujukan bagi pengguna yang menginginkan sistem low-cost, kebanyakan banyak pengguna yang mengabaikan pemilihan RAM mereka dan akhirnya mendapat kinerja kurang optimal.

RAM Murah: Kadang Sulit Dioptimalkan

Berdasarkan diskusi kami dengan beberapa pengguna AMD APU, salah satu kendala dari pengguna APU adalah pemilihan RAM murah dengan spesifikasi ‘asal’ untuk menghemat dana. Selain menyebabkan performa rendah, kadang ram-ram kelas value ini tidak menggunakan jenis chip(IC) yang memang disiapkan untuk mencapai kecepatan tinggi, sehingga kadang sulit dioptimalkan dibanding yang ditawarkan oleh RAM yang berharga lebih mahal.

Maka dari itu, kami dari JagatOC kali ini menawarkan sebuah panduan optimalisasi RAM bagi pengguna AMD APU dengan RAM kelas value. Silahkan disimak!

*catatan: Meski APU Notebook juga secara teori bisa di-tuning RAM-nya, namun kebanyakan vendor notebook TIDAK memberikan opsi tuning apapun pada perangkatnya, sehingga tuning RAM di APU Notebook akan SANGAT sulit dilakukan. Karena itu, Artikel kami ini hanya secara spesifik membahas APU Desktop.

 

Model RAM Pengujian: Team Elite Plus DDR3-1600CL11 2x2GB

TeamElite

TeamElite_1

‘Korban’ eksperimen tuning RAM kami kali ini adalah sebuah RAM kit yang berharga cukup murah, yakni RAM 4GB dual-channel kit(2x2GB) dari TeamGroup : Team Elite Plus DDR3-1600C11 2x2GB. Saat artikel ini dipublish, harga RAM tersebut di pasaran adalah sekitar 390000 Rupiah (dengan 1 USD = 13900 Rupiah).

Dengan harga kurang dari 30 USD, RAM ini adalah salah satu RAM 2x2GB kit termurah yang ada di pasaran Indonesia, dan rasanya cocok untuk mensimulasikan RAM murah yang umumnya digunakan pengguna APU.

 

Model APU: AMD A8-7650K

Ada banyak model APU yang beredar di pasaran, namun kami memilih model AMD A8-7650K ‘Kaveri’, karena ini adalah APU yang menurut kami memiliki perbandingan price vs performance cukup baik.

Yang menarik, APU Kaveri ini memiliki karakteristik memory controller yang mirip dengan Desktop APU ‘Richland’ (A-series 6000 Family) maupun APU ‘Trinity’ (A-series 5000 Family), sehingga kemungkinan besar praktik tuning yang dijalankan di sini akan bisa dijalankan juga di APU-APU model lama tersebut.

 

Motherboard FM2+: MSI A68HM-E33

A68HM-E33

Mengingat target pengujian kali ini adalah platform low-cost, nampaknya tidak masuk akal kalau testing-nya dilakukan di motherboard berharga mahal. Salah satu kelebihan dari platform AMD APU adalah chipset termurah sekalipun diijinkan untuk melakukan tuning RAM. Ini sebabnya, Anda tidak harus menggunakan chipset tertinggi(A88X atau A85X) untuk bisa menggunakan RAM berkecepatan tinggi.

Motherboard yang kami pilih adalah motherboard bersoket FM2+ dengan chipset A68H dari MSI, yakni MSI A68HM-E33. Karena motherboard FM2+ ini backward-compatible dengan APU ‘Trinity’ dan ‘Richland’, harusnya tuning juga bisa diaplikasikan pada kedua APU generasi lama itu.

Oh ya, walaupun pengujian dan setting yang kami bahas disini menggunakan motherboard MSI, tapi ada kemungkinan Anda juga bisa mengaplikasikan setting yang kami punya di motherboard lain, selama Anda mengetahui apa nama setting yang perlu Anda ubah.

 

Ruang Lingkup Pengujian

Pembahasan kami pada artikel ini akan mencakup:

  • Bahasan singkat mengenai parameter/variabel yang ada pada RAM
  • Percobaan berbagai parameter tuning dan contoh setting saat ram dioptimalkan
  • Performance Test antara RAM dengan keadaan default vs Overclocked

 

 

Tool / Software Bantu

Berikut ini software yang kami gunakan sepanjang artikel ini, mungkin bisa membantu proses tuning RAM Anda:

1) CPU-Z

CPUz

Software CPU-Z merupakan software deteksi yang umum digunakan untuk mengenali prosesor, motherboard, dan RAM. CPU-Z merupakan tool penting yang mampu melakukan deteksi mengenai parameter RAM yang sedang aktif, mulai dari frekuensi, jumlah channel yang aktif, dan timing yang sedang aktif.

 

2) AIDA64

AIDA_2

Aplikasi AIDA64 (dahulu bernama Everest) sangat popular di kalangan tester/reviewer untuk menguji performa memori mereka, ini disebabkan karena aplikasi tersebut memang sangat dipengaruhi performa subsistem memori, antara lain frekuensi kerja memori, frekuensi memory controller pada sistem, dan juga latency dari memori yang digunakan. Kami menggunakan bagian Benchmark / Memory Read untuk menghitung bandwidth memori secara sintetis.

 

3) 3D Benchmark / Game Benchmark

Fokus pengujian kami adalah mencari konfigurasi memori yang mampu mendorong performa IGP. Pengujian performa sangat diperlukan untuk mendeteksi peningkatan yang terjadi. Untuk itu, Anda akan membutuhkan sebuah benchmark 3D sintetis, atau sebuah game 3D.

Untuk mengukur performa sistem, kami menggunakan game GRID Autosport (1360×768 4x MSAA, HIGH Preset).

Ingin mengetahui contoh benchmark sintetis? Baca artikel kami yang ini!

 

4) Stability tool untuk RAM

Sama dengan overclocking secara umum, setting berbagai variabel RAM kadang dapat menyebabkan ketidakstabilan. Untuk memastikan RAM Anda stabil, gunakan beberapa stability test tool untuk RAM. Kami sudah pernah membahas tool-tool tersebut di artikel kami yang ini.

 

Spesifikasi Testbed

Berikut ini detail spesifikasi sistem yang kami gunakan:

  • Prosesor: AMD A8-7650K ‘Kaveri’
  • Motherboard: MSI A68HM-E33
  • RAM: Team Elite Plus DDR3-1600C11 2x2GB
  • VGA: Integrated Radeon R7 Graphics
  • SSD: HyperX Fury 120GB
  • PSU: FSP Hexa 400W
  • CPU Cooling: Stock HSF
  • OS: Windows 10 Home 64-bit

Let’s start!

 

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…