Review Motherboard: MSI Z170A Tomahawk
Motherboard

Berbeda dengan seri GAMING, motherboard seri ARSENAL mengusung skema warna yang lebih sederhana. Kombinasi warna yang di gunakan masih hitam dan merah cuma sediklit lebih bersahaja. Layout dari motherboard ini mengingatkan kami pada board MSI Z170A-G43 Plus. Yang berbeda memang skema warna saja.

Untuk menjaga kestabilan kerja dan mempertahankan kesehatan komponen dari motherboard ini, MSI memutuskan untuk memberikan pendingin di bagian VRM. Pendingin yang diberikan dalam bentuk heatsink pasif. Untuk memastikan performa yang optimal di sarankan agak memberikan airflow yang cukup ke area sekitar prosesor. 
Mengantisipasi kerja chipset yang cukup berat, komponen ini pun di berikan pendingin pasif. Heatsink yang digunakan untuk mendinginkan chipset ini terlihat cukup besar. Tentunya dengan penampang yang cukup lebar pendingin dapat menekan suhu kerja chipset pada suhu yang cukup dingin. Tak lupa MSI memberikan sedikit ornamen pemanis agar senada dengan skema warna keseluruhan.


Motherboard ini menyertakan IO sekilas terlihat standard tetapi menyimpan beberapa fitur yang tak hadir pada pesaingnya. Untuk output display, board ini menyediakan sebuah port HDMI dan DVI-D. Kami sedikit menyayangkan tidak hadirnya port D-SUB di sini karena untuk pengguna yang menjadi target market board ini tentunya port tersebut lebih berguna dibandingkan HDMI atau pun DVI-D. Untuk solusi audio,motherboard ini mengusung output yang mampu mendukung 7.1 channel dengan dukung S/PDIF output. Jika seri GAMING umumnya mengusung solusi networking dari Killer, board ini cukup menggunakan chip LAN Realtek RTL8111H.
Yang menarik adalah disertakan dua buah port USB 3.1 Gen2. Tak banyak motherboard lain yang memiliki kelas harga sama menyertakan port ini. Umumnya mereka hanya menyertakan port USB 3.0 saja.
Berikut daftar konektor yang tersedia di bagian belakang motherboard ini:
- • 1 x PS/2 keyboard/ mouse port
• 2 x USB 2.0 ports
• 2 x USB 3.1 Gen2 ports
• 1 x DVI-D port
• 1 x HDMI™ port
• 1 x Clear CMOS button
• 1 x LAN (RJ45) port
• 2 x USB 3.1 Gen1 ports
• 1 x Optical S/PDIF OUT connector
• 5 x OFC audio jacks

Untuk internal header, MSI menyertakan pilihan yang cukup beragam. Mulai dari tambahan dua buah header USB 2.0 hingga sebuah port paralel dan serial untuk menghubungkan peripheral klasik. Menyertakan header legacy sepertinya merupakan keharusan pada motheboard kelas ini (hal yang sama kami temukan di Gigabyte Z170 HD3).

Selain menghadirkan konektivitas USB 3.0 di IO belakang, MSI juga memberikan dua buah header USB 3.0 tambahan di bagian depan. Masing-masing header mampu mengakomadasi dua buah konektor USB 3.0.

MSI memutuskan untuk tidak menyertakan konektor SATA Express dalam board ini. Menurut kami ini merupakan pilihan yang tepat, mengingat sejak di luncurkan perangkat yang menggunakan konektor tersebut tergolong sangat jarang. Lebih masuk akal untuk menyertakan port SATA lebih banyak, karena lebih berguna bagi pengguna di kelas ini. Board ini sendiri menyediakan enam buah konektor SATA 3 6 Gbps.

Media penyimpanan lain yang mampu di usung oleh adalah SSD berbasis M2. Motherboard mampu mendukung M2 SSD dengan ukuran 4,2 hingga 8 cm. Tentunya koneksi yang di gunakan adalah PCIe 3.0 x4.

Motherboard dilengkapi beberapa slot ekpansi PCI. Diantaranya adalah dua buah slot PCI Express 3.0 x16. Ini memungkinkan board ini mendukung konfigurasi multi GPU. Sayangnya support resmi hanya diberikan kepada AMD CrossFire.
Terdapat pula tiga buah slot PCI Express x1 dan dua buah slot PCI sebagai tambahan.
Board ini menyertakan sebuah slot ekpansi yang cukup menarik. Jika Anda perhatikan slot paling kiri dari gambar diatas, Anda pasti sadar bahwa itu bukanlah slot PCI x1. Slot tersebut adalah M2 kedua. Fungsi slot ini adalah menampung modul Wi-Fi / Bluetooth. Perangkat ini dapat di beli terpisah atau Anda dapat membeli varian Z170A Tomahawk AC yang telah menyertakan modul tersebut.

Sistem tata suara pada board ini sengaja di buat dalam jalur yang terpisah. Ini di lakukan untuk menghindari interverensi dari komponen lainnya, Bagian ini di tenagai oleh sebuah chipset Realtek ALC892. Sebuah chipset yang cukup berumur tetapi tetap menghasilkan hasil yang cukup memuaskan. Board ini juga mengusung beberapa kapasitor audio premium dari Chemi-Con. Penggunaan komponen ini menjamin kualitas audio yang cukup memuakan.














