Review Graphics Card ASUS ROG STRIX Radeon RX Vega 64 8GB OC Edition

Reading time:
December 28, 2017

Graphics Card

ASUS menawarkan graphics card ini dengan spesifikasi clock GPU lebih tinggi dari standar AMD. Oleh karena itu, mereka merasa perlu melengkapi graphics card ini dengan sistem pendingin yang mumpuni. Mereka kembali mengandalkan sistem pendingin yang umum mereka gunakan di graphics card dari keluarga ROG STRIX dalam beberapa tahun belakangan ini, yang hadir dengan desain khas-nya. Sistem pendingin khas tersebut bisa dijumpai di beberapa produk ROG STRIX lain, termasuk ROG Strix Radeon RX 580 TOP Edition dan ROG STRIX GeForce GTX 1080 TI 11GB OC Edition.

ASUS ROG Strix RX VEGA64 03

Sistem pendingin di ASUS ROG STRIX Radeon RX Vega 64 8GB OC Edition ini menawarkan tiga buah fan dengan lima buah heatpipe. ASUS mengklaim bahwa teknologi yang digunakan di sistem pendingin mereka ini bisa memberikan kemampuan pendinginan yang sangat baik, termasuk dengan heatsink yang lebih besar, serta teknologi MaxContact di bagian heatsink yang bersentuhan langsung dengan GPU. Tiga kipas 90 mm yang digunakan pun disebut mendukung kemampuan pendinginan yang lebih baik karena menawarkan air pressure yang lebih tinggi, yang cocok untuk mendukung pelepasan panas dari heatsink.

ASUS ROG Strix RX VEGA64 17

Tiga kipas “Wing Blade” yang ada di sistem pendingin graphics card ini mengusung teknologi 0 dB, yang berarti kipas baru akan berputar saat suhu operasi graphics card mencapai titik tertentu. Jadi, bila suhu GPU masih berada di angka yang terbilang aman, graphics card ini akan beroperasi dengan sistem pendingin pasif. Kipas yang digunakan ini mengusung sertifikasi IP-5X, yang menunjukkan ketahanan terhadap debu.

ASUS ROG Strix RX VEGA64 05

Satu hal yang cukup disayangkan, ukuran keseluruhan dari sistem pendingin ini membuat pengguna terpaksa harus membuang satu slot ekspansi di PC mereka. Sistem pendingin di ASUS ROG STRIX Radeon RX Vega 64 8GB OC Edition ini memiliki tebal sekitar 2.5 slot ekspansi. Hal ini membuat slot yang berada tepat di bawah graphics card tidak dapat digunakan karena sebagian akan tertutup oleh bodi graphics card ini.

ASUS ROG Strix RX VEGA64 08

Lalu, bagaimana performa dari sistem pendingin ini dalam menjinakkan GPU Vega 10 di graphics card ASUS ROG STRIX Radeon RX Vega 64 8GB OC Edition ini? Berikut ini hasil pengujian kami:

Suhu Kerja ASUS ROG STRIX Radeon RX Vega 64 8GB OC Edition

  • Full Load (GPU Temperature): 74 °C
  • Full Load (GPU Hot Spot): 91°C
  • Fan Speed: 47% (Auto)

Pengukuran suhu dilakukan saat sistem menjalankan aplikasi Unigine Heaven 4.0.

Berdasarkan laporan suhu yang ditampilkan oleh GPU-Z, terlihat bahwa sistem pendingin di graphics card ini hanya beroperasi di tingkat putaran kipas yang rendah, tidak sampai 50%, saat kondisi full load. Hanya saja, tingkat putaran itu membuat suhu GPU menjadi cukup tinggi, hingga 74 °C. Menariknya, untuk sensor “GPU Temperature Hot Spot”, yang oleh beberapa pihak dipercaya sebagai pembacaan suhu yang lebih akurat di graphics card berbasis GPU AMD Radeon, suhu yang dilaporkan mencapai 91 °C! Suhu ini terbilang sangat tinggi, walaupun masih berada di bawah batas operasi dari GPU yang digunakan.

Bila melihat suhu GPU Hot Spot yang mencapai 91 °C, tampaknya kerja dari sistem pendingin di graphics card ini masih kurang optimal, yang bisa saja disebabkan karena putaran kipas di mode otomatis yang hanya mencapai 47% saja. Penggunaan tingkat putaran yang lebih tinggi seharusnya akan memberikan tingkat pendinginan yang lebih baik lagi. Tidak tertutup kemungkinan putaran kipas yang rendah itu disebabkan oleh pembacaan sensor “GPU Temperature” oleh sistem, sehingga putaran kipas tidak ditingkatkan lagi karena suhu operasi terlihat masih berada di tingkat yang aman, yang mana memang pembacaan suhunya berada di bawah apa yang dihasilkan oleh sensor “GPU Hot Spot”.

ASUS ROG Strix RX VEGA64 02

Radeon RX Vega 64, yang disebut AMD memiliki TBP 295 W, terlihat merupakan graphics card yang haus daya. ASUS menyadari hal itu dan mereka pun mengimplementasikan 12+1 Phase Super Alloy Power II untuk pasokan daya graphics card ini. Penggunaan komponen tersebut, ditambah beberapa aspek quality control lain, disebut ASUS membuat graphics card ini bisa menawarkan daya tahan dan kestabilan yang baik.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…
January 30, 2026 - 0

Wakil Presiden Amazon Games Tinggalkan Perusahaan Setelah 8 Tahun Berkarya

Kondisi Amazon Games tampak semakin memburuk, dengan perginya wakil presiden…
January 30, 2026 - 0

Dispatch Versi Nintendo Switch 2 Akan Disensor

Demi menjaga integritas console, Nintendo dan AdHoc Studio sepakat untuk…