Review Acer Predator Triton 500 (2020): Tipis Tapi Super Kencang

Reading time:
July 25, 2020

Uji Performa

Untuk menguji performa dari Predator Triton 500 (2020) ini, kami menjalankan set benchmark yang umumnya kami pakai ketika menguji sebuah laptop gaming. Adapun tes yang kami jalankan kali ini terdiri dari tes yang mengukur konsistensi performa laptop, mengukur skor grafis hingga performa kecepatan yang dimiliki storage utamanya.

CPU Max. Core Ratio – Single Core

10875H MaxCPURatio

Cinebench R15 (Performance Consistency)

CINEBENCH R15 PERFORMANCE

3DMark (Fire Strike, Time Spy, Port Royal)

3DMARK

Max-Q Dynamic Boost (3DMark Fire Strike)

MaxQ DynamicBoost 3DMARK

CrystalDisk Mark

SSD NVMe cr2

Tes Gaming

Tidak lengkap rasanya jika menguji sebuah laptop gaming, tetapi tidak disertai dengan uji ketika bermain game. Tentu saja, kami menguji sejumlah game pada Predator Triton 500 ini, baik game standar hingga AAA. Dalam kondisi laptop menyala dengan adaptor, berikut hasil yang kami dapatkan:

  • CS:GO (1080p, Low): 300 fps ke atas
  • Valorant (1080p, Max): 200 – 300 fps
  • PUBG (1080p, Medium): 115 – 145 fps
  • Rainbow Six: Siege (1080p, Ultra): 215 – 250 fps
  • Call of Duty: Warzone (1080p, High): 90 – 120 fps
  • Shadow of the Tomb Raider (1080p, DX12, High, RTX Off): 110 – 120 fps
  • Shadow of the Tomb Raider (1080p, DX12, High, RTX Ultra): 50 – 65 fps

Bagaimana ketika laptop gaming dipakai tanpa adaptor dan bergantung sepenuhnya dengan baterai bawaan? Kami mengujinya dengan bermain satu game, Shadow of the Tomb Rider (benchmark), dengan membandingkannya ketika bermain dengan adaptor dan dengan baterai; dengan hasil berikut ini:

SOTTR TRITON500 DEFAULT POWER SOTTR TRITON500 BATTERY

Shadow of the Tomb Raider (Benchmark)

  • Plugged On: Average 107 fps
  • On Battery: Average 31 fps

Daya Tahan Baterai

Kami menggunakan pengujian berupa Video Playback kualitas 1080p untuk menguji daya tahan baterai dari Predator Triton 500 versi baru ini. Video Playback ini sendiri dibagi dua, di mana satu pengujian dengan menggunakan Discrete GPU Only, sementara satunya Switchable dengan Refresh Rate 60 Hz.

Hasilnya, dengan Discrete GPU Only, laptop bertahan hingga 2 jam 10 menit. Sementara Switchable dengan refresh rate 60 Hz, laptop mampu bertahan hingga 5 jam 10 menit.

Untuk kecepatan charging ulang laptop hingga baterai terisi penuh, Predator Triton 500 membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam.

Sistem Pendingin & Suhu Kerja

acer predator triton 500 2020

Predator Triton 500 (2020) ini menggunakan 3 buah kipas 4th Gen Aeroblade sebagai sistem pendinginnya, dengan suhu kerja yang kami tes untuk CPU dan GPU menunjukkan suhu kerja sebagai berikut:

TEMP CPU TEMP GPU
  • CPU – Cinebench R20 (30 menit):
    • Rata-rata di 85°C
    • Max. di 95°C
  • GPU – 3DMark Fire Strike Stress Test
    • Normal Mode: Max. 70°C
    • Turbo Mode: Max. 63°C (Fan Max)

Cukup menarik untuk dilihat bagaimana performa CPU bisa lebih tinggi dibandingkan dengan suhu GPU yang jauh lebih dingin ketika digunakan, bahkan ketika mode Turbo dijalankan. Sebagai informasi, ketika mode Turbo dijalankan, kipas bekerja sangat kencang dan mungkin akan cenderung “berisik” bagi beberapa orang, sehingga jika ingin menggunakan laptop dalam keadaan mode kencang, ada baiknya untuk menggunakan headphones atau sejenisnya supaya tidak terganggu dengan suara kipas yang berjalan kencang tersebut.

Harga dan Ketersediaan

Acer menyebutkan bahwa Predator Triton 500 ini akan hadir tidak lama lagi, dengan harga mulai dari Rp 49.999.000.

Penjelasan lebih lengkap bisa dilihat di video ini:

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Bodi Form Factor Clamshell tapi dengan engsel layar yang bisa…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik. Material Polikarbonat dengan…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Bodi Acer TravelMate X4 14 AI Form Factor Clamshell atau…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Bodi ASUS Zenbook DUO 2026 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

June 22, 2026 - 0

Honkai: Nexus Anima Siapkan Closed Beta Baru, Hadirkan Karakter dan Sistem Baru

HoYoverse akan menggelar closed beta dari game monster collection baru…
June 22, 2026 - 0

SteamOS 3.8 Resmi Meluncur, Beri Dukungan Awal untuk Steam Machine

SteamOS 3.8 resmi dirilis dengan dukungan awal untuk Steam Machine,…
June 22, 2026 - 0

PS6 Diprediksi Bisa Mundur ke 2028 atau 2029 Oleh Embracer Group

Laporan dari Embracer Group memprediksi Sony kemungkinan besar mempertimbangkan memundurkan…
June 22, 2026 - 0

Bocoran Retailer Portugal Indikasikan GTA 6 Bisa Dibanderol Sekitar $105

Listing bocoran dari FNAC Portugal mengindikasikan GTA 6 edisi standar…