MyRepublic Air Resmi Meluncur, Internet FWA 5G Buat Perluas Akses Internet di Indonesia
Jakarta, 14 April — MyRepublic Indonesia resmi meluncurkan layanan terbaru mereka, MyRepublic Air. Layanan ini memanfaatkan teknologi Fixed Wireless Access (FWA) berbasis 5G sebagai alternatif internet rumah tanpa kabel fiber. Kehadiran layanan ini menjadi langkah baru MyRepublic untuk memperluas jangkauan internet dan mendukung transformasi digital di Indonesia.

Menurut Hendra Gunawan, selaku CTO MyRepublic Indonesia, layanan ini dirancang untuk mengisi celah area yang belum terjangkau jaringan Fiber to the Home (FTTH). Dengan begitu, pengguna di wilayah tersebut tetap bisa menikmati koneksi internet rumahan berbasis jaringan 5G. Selain itu, Ia juga menyebut MyRepublic Air telah lulus Uji Laik Operasi (ULO), sebagai tanda kesiapan jaringan untuk penggunaan komersial.
Dalam presentasinya, MyRepublic menyebut MyRepublic Air telah lolos ULO di sembilan zona oleh KOMDIGI. Mereka juga menampilkan hasil pengujian di Palangkaraya dan Bali, dengan kecepatan download hingga 900 Mbps dan upload sekitar 80 Mbps. Meski begitu, performa yang diterima tetap dapat berbeda tergantung kondisi jaringan di masing-masing lokasi pengguna.

Spesifikasi Modem MyRepublic Air
Untuk mendukung layanan ini, mereka menyiapkan modem khusus dengan konfigurasi 8 transmitter dan 8 receiver untuk menunjang konektivitas. Selain itu, modem ini sudah mendukung WiFi 6 dual-band yang secara teknis mendukung troughput diatas 1 Gbps. MyRepublic juga menyebut modem ini ideal digunakan hingga lima perangkat sekaligus.
Baca Juga: Industri Chip Taiwan Kehabisan Dua Material Penting Ini!
Saat ini, MyRepublic Air sudah bisa dipesan di Bali, Bandar Lampung, Pekanbaru, dan Makassar. Ke depannya, layanan ini akan diperluas secara bertahap ke wilayah lain dengan target ekspansi hingga 180 kota. Sementara untuk harga paketnya, MyRepublic menawarkan paket mulai Rp115 ribu per bulan dengan opsi sewa modem. Selain itu, kita juga bisa membeli perangkat modem seharga Rp850 ribu dengan harga paket bulanan seharga 100 ribu untuk kecepatan hingga 100 Mbps.
Menurut kalian gimana, apakah layanan FWA 5G seperti ini bisa jadi alternatif internet rumah di lebih banyak wilayah Indonesia?













