Review Storage: Dynabook Boost AX5600 2 TB

Reading time:
May 17, 2022

Platform & Metode Pengujian

Sebelum masuk ke segmen pengujian, ada baiknya kami memberitahukan platform pengujian kami:

  • Processor: Intel Core i5 11600K
  • CPU Cooler: AIO 240 mm
  • Motherboard: ASUS ROG Maximus XIII HERO
  • PSU: Corsair TX650M
  • Case: No Case, Open Bench Table
  • OS: Windows 11 21H2

Lalu pengujian yang kami gunakan untuk SSD Dynabook Boost AX5600 2 TB ini akan meliputi beberapa hal:

  • Performance Test
  • Synthetic Benchmark yang meliputi:
  • CrystalDisk Mark 8.0.4
  • 3DMark Storage Benchmark
  • Lalu ada Real World App yang meliputi:
  • Tes Transfer File 16 GB, 60 GB, 80 GB dan 115 GB
  • Tes Decompression File 80 GB
  • Suhu

Storage Pembanding

Sebagai pembanding, kami menyertakan dua storage lainnya yaitu SSD dengan interface SATA III berukuran 960 GB dan SSD PCIe NVMe Gen3 x4 berukuran 1 TB. Kehadiran storage lain tersebut, kami lakukan hanya bertujuan sebagai pembanding saja. Dan berikut ini adalah hasil pengujian dari Dynabook Boost AX5600 2 TB.

CrystalDisk Mark

CrystalDisk Mark bertujuan untuk melihat performa tertingginya yang diberikan oleh SSD ini, tapi perlu di ingat kecepatan setinggi ini belum tentu bisa dirasakan di berbagai skenario penggunaan sehari-hari.

Picture1 Picture2

Pada hasil pengujian CrystalDisk Mark, performa yang diperlihatkan oleh SSD ini sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Dynabook.

3DMark Storage Benchmark

3DMark Storage Benchmark ini bertujuan mengukur kecepatan SSD dengan skenario gaming, mulai dari bandwidth dan latency saat memuat tekstur game.

Picture3 Picture4

Terlihat bandwidth dan latency yang ditawarkan oleh SSD ini lebih kencang daripada SSD SATA dan hanya ada sedikit perbedaan dengan SSD yang menggunakan interface sama.

Tes Transfer File

Lalu, bagaimana dengan Skenario Real World? Kami mencoba meng-copy data dari SSD kami ke Dynabook Boost AX5600.

Picture5 Picture6 Picture7 Picture8

Pada hasil pengujian transfer file besar maupun kecil berkapasitas 16 GB, 60 GB, 80 GB dan 115 GB. Terlihat perbedaan menggunakan SSD NVMe dan SATA saat melakukan transfer file, Selisih waktunya sangat signifikan sekali. Sedangkan kalau dibandingkan dengan sesama NVMe hasilnya tidak jauh berbeda.

AD FAAD

Saat kami menguji transfer file berukuran besar 115 GB untuk mengukur SLC Cache atau Write Buffer-nya, terlihat bahwa SSD ini performanya cukup stabil. Kecepatannya hanya fluktuatif di awal pengujian lalu stabil sampai akhir dengan kecepatannya berada di sekitar 1.2 GB/s.

Tes Decompression File

File decompression bertujuan untuk melihat kecepatan Baca dan Tulis SSD secara bersamaan.

Picture9

Hasilnya menunjukkan, Dynabook Boost AX5600 ini saat meng-unzip file berukuran 80 GB hanya memakan waktu sekitar 2 Menit 35 Detik. Jika dibandingkan dengan SSD dengan interface yang sama, hal ini wajar karena Write Buffer yang dimiliki Dynabook Boost AX5600 lebih besar.

Perlu di ingat, kenapa SSD SATA memerlukan waktu yang jauh lebih lama dibandingan SSD NVMe. Hal ini disebabkan karena interface SATA memiliki kecepatan maksimal di 500 MB/s berbeda dengan SSD NVMe yang kecepatannya maksimalnya bisa mencapai 3500 MB/s bahkan lebih untuk generasi PCIe Gen 4.

Suhu

Setelah menguji performanya, bagaimana dengan suhu dari SSD ini?

fLIR

Saat kami menguji suhu Dynabook Boost AX5600 ini, kami mencatat suhu permukaannya di rentang 40°C – 45°C pada sekitar 3D NAND-nya dan titik hotstpotnya berada di kontroler dengan suhu yang mencapai 68°C. Suhu yang diberikan oleh SSD ini memang terlihat wajar karena tidak dibekali dengan heatsink bawaan. Namun suhu seperti ini masih bisa diturunkan dengan menambahkan heatsink bawaan motherboard.

Perlu di ingat kami membebankan SSD ini dengan menjalankan CrystalDisk Mark, sehingga suhu yang diperoleh ini belum tentu terjadi pada saat penggunaan normal.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Bodi ADVAN Workplus AI Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik…

Gaming

April 28, 2026 - 0

Sega Luncurkan SEGA Universe Guna Bangkitkan Game Klasiknya

Sega resmi meluncurkan program SEGA Universe, strategi baru untuk menghidupkan…
April 28, 2026 - 0

Final Fantasy XIV Berikan Tanggal Rilis Resmi di Switch 2

Square Enix secara resmi tentukan tanggal rilis untuk Final Fantasy…
April 28, 2026 - 0

CEO Xbox Jelaskan Rencana Membuat Console Itu Jadi Platform Terbuka

CEO Xbox Asha Sharma menjelaskan visinya jadikan Xbox sebagai platform…
April 28, 2026 - 0

Atari Akuisisi Implicit Conversion Demi Perkuat Preservasi Game Klasik

Atari resmi mengakuisisi Implicit Conversion, studio spesialis emulasi yang dikenal…