Nvidia Rugi Rp92 Triliun Gara-Gara Larangan Ekspor Chip ke China

Author
Irham
Reading time:
April 17, 2025

Nvidia mengumumkan akan mencatat kerugian sebesar 5,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp92 triliun (1USD = Rp 16.846) karena larangan ekspor chip AI H20 ke China. Kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat ini membuat saham Nvidia turun, mengikuti jejak AMD yang juga terdampak lewat chip MI308-nya.

Larangan ini datang dari Departemen Perdagangan AS yang menyebut langkah tersebut sebagai upaya menjaga keamanan nasional dan ekonomi. Chip H20 sendiri sebenarnya dibuat khusus untuk pasar Tiongkok, mengingat industri AI di negara tersebut tengah tumbuh pesat.

NVIDIA Rugi 92 Triliun

Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Tencent, Alibaba, dan ByteDance sudah meningkatkan permintaan terhadap chip ini. Namun, H20 memang tidak sekuat chip Nvidia lainnya karena lebih difokuskan untuk tugas inference, yaitu kecepatan respon dari model AI.

Baca Juga: NVIDIA Umumkan GeForce RTX 5060 dan 5060 Ti, Buat Gamer Entry-Level • Jagat Review

Nvidia Sudah Buat Chip AI Khusus versi China

Padahal Nvidia juga sudah mengubah desain chip Ai khusus untuk versi China, agar sesuai dengan aturan sebelumnya, tapi pemerintah AS tetap menilai H20 bisa berisiko. Salah satu kekhawatiran datang dari potensi penggunaan chip ini dalam superkomputer. Sebuah lembaga pemikir di Washington, D.C. bahkan melaporkan bahwa Tencent telah menggunakan chip H20 untuk melatih model AI mereka—yang bisa saja menjadi celah untuk menyiasati larangan ekspor.

Pemerintah AS kemudian menetapkan bahwa setiap ekspor chip H20 memerlukan lisensi khusus, dan aturan ini akan berlaku tanpa batas waktu. Nvidia menjelaskan bahwa kerugian USD 5,5 miliar ini mencakup produk chip H20 yang sudah diproduksi, komitmen pembelian, hingga cadangan terkait lainnya.

Uniknya, Nvidia mengumumkan ini tak lama berselang setelah Nvidia menyatakan akan membangun server AI senilai USD 500 miliar di Amerika Serikat. Seolah, Nvidia ingin timbal balik yang setimpal setelah investasi besar-besaran mereka di AS.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…