Ini Dia Printer Inkjet Open Source Pertama di Dunia

Author
Irham
Reading time:
October 1, 2025

Salah satu hal yang mungkin  jadi keluhan banyak orang akan sebuah perangkat printer yaitu sifatnya yang tertutup. Tidak hanya komponen hardware maupun software, tapi bahkan sampai consumable seperti tinta, harus terikat dengan brand itu sendiri.

2025 09 30 image j

Ini yang biasanya membuat ongkosnya jadi lebih mahal. Meskipun banyak cara dilakukan untuk mengaplikasikan solusi lain dari pihak ketiga, tapi hal tersebut tidak merupakan standar awal produk, dan resiko bakal ditanggung sendiri oleh pengguna.

Nah, kali ada sebuah proyek yang cukup menarik dikampanyekan lewat situs crowdfunding, yaitu printer Inkjet open source dari Open Printer dari perusahaan Paris, Open Tools. . Produk ini sepenuhnya terbuka—desain elektronik, mekanik, firmware, hingga daftar komponennya bisa diakses siapa saja.

Keunggulan Open Printer

Semuanya tersedia di bawah lisensi Creative Commons, jadi pengguna bebas memodifikasi, memperbaiki, atau meningkatkan printer sesuai kebutuhan. Printer ini mendukung dua tipe cartridge isi ulang. Artinya, kalian bisa memilih tinta sendiri, mengisi ulang sesuka hati, dan tidak terjebak biaya tinggi dari vendor tinta resmi. Untuk urusan cetak, Open Printer fleksibel: bisa pakai kertas A4, A3, bahkan gulungan, lengkap dengan pemotong otomatis.

Baca Juga: Microsoft Akui Adanya Bug di Windows 11 25H2 dan Bakal Perbaiki Secepatnya

Di balik bodinya, printer ini punya resolusi 600 dpi untuk cetak hitam-putih dan 1.200 dpi untuk warna. Kontrolnya mudah lewat layar TFT kecil dan jogger wheel, sementara Raspberry Pi Zero W menjadi otak yang menjaga konektivitas lancar—USB-C, Wi-Fi 5, Bluetooth 4.1—dan kompatibel dengan Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS.

Kebebasan ini berarti printer bisa dipakai jangka panjang tanpa khawatir fitur mati karena pembaruan pabrikan. Open Printer membuka peluang bagi pengguna yang ingin cetak hemat, fleksibel, dan bebas kendali vendor.

Saat ini proyek masih menunggu crowdfunding untuk produksi massal. Jika berhasil, ini bisa jadi awal era printer yang benar-benar ramah pengguna dan tidak membebani kantong.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 12, 2026 - 0

Stellar Blade Blood Rain Janjikan Karakter Protagonis Yang Lebih Kuat

Evie, protagonis baru untuk Stellar Blade: Blood Rain, dipastikan Shift…
June 12, 2026 - 0

Gears of War: E-Day Siapkan Campaign Dengan Durasi Terpanjang

The Coalition memastikan campaign di Gears of War: E-Day akan…
June 12, 2026 - 0

Roblox Diklaim Ingin “Jalan Damai” Untuk Ratusan Gugatan Keamanan Anak

Roblox diklaim ingin selesaikan lebih dari 150 gugatan terkait dugaan…
June 12, 2026 - 0

Xbox Kaji Ulang Strategi Console Next-Gen Mereka

Xbox sedang mengevaluasi kembali pendekatan untuk Project Helix, dengan faktor…