AI dan AR Siap Masuk Ruang Operasi, Jadi Asisten Baru Para Dokter Bedah

Reading time:
November 11, 2025

Perkembangan teknologi terus mendorong batas kemampuan manusia, termasuk di dunia medis. Institute for Work and Technology asal Jerman tengah mengembangkan proyek KARVIMIO, sebuah penelitian yang menguji penerapan teknologi AI dan AR di ruang operasi. Kedepannya, penggunaan teknologi ini diharapkan bisa meningkatkan alur kerja operasi yang lebih efisien dan meminimalkan kesalahan selama operasi berlangsung.

AI dan AR

AI dan AR Bantu Dokter di Ruang Operasi

Dalam proyek ini, AI dan AR dirancang menjadi sistem panduan visual interaktif bagi dokter dan tim bedah. Mirip seperti konsep Microsoft HoloLens 2, perangkat ini akan menampilkan “instruksi in-situ” langsung di kacamata AR yang digunakan dokter. Nantinya, AI dapat menampilkan overlay informasi tentang alat bedah atau langkah operasi berikutnya tanpa perlu membuka buku panduan atau menyentuh layar komputer, hal ini tentu ideal untuk lingkungan steril seperti ruang operasi.

Selain itu, teknologi depth camera juga ditambahkan untuk mendeteksi objek yang mungkin tidak terlihat oleh pengguna. Menariknya, potensi perangkat ini tidak hanya terbatas pada operasi, tapi juga untuk pelatihan asisten bedah, pendokumentasian prosedur, hingga manajemen alur kerja di fasilitas sterilisasi rumah sakit. Namun, para peneliti tetap mengingatkan adanya risiko dan dilema etika. 

Baca Juga: 500 Baterai Vape Bekas Ini Diubah Jadi Power Bank Raksasa

Beberapa pihak menilai sistem ini bisa terasa terlalu mengganggu (intrusive) atau justru membuat staf medis terlalu bergantung pada panduan digital. Hal ini tentu berpotensi jadi masalah karena bisa menurunkan kemampuan dari para dokter. Lebih jauh lagi, muncul pertanyaan penting terkait siapa yang akan bertanggung jawab jika AI memberikan instruksi yang salah di momen kritis?

Meski masih dalam tahap pengembangan, terlihat kalau para peneliti bertujuan untuk menjadikan teknologi AI dan AR bukan sekadar alat bantu saja. Tapi, bisa jadi asisten cerdas pembantu dokter yang memahami dinamika ruang operasi modern. Kalau menurut kalian, apakah dokter bakal lebih “terbantu” atau malah “terkendali” oleh teknologi seperti ini?

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 8, 2026 - 0

Zenless Zone Zero Versi 3.0 Awali Season 3, Bawa Roscaelifer dan Versi Steam

Zenless Zone Zero Versi 3.0 menjadi pembuka Season 3 dengan…
June 6, 2026 - 0

Stellar Blade Blood Rain Resmi Diumumkan di Summer Game Fest 2026

Shift Up perlihatkan Stellar Blade Blood Rain di Summer Game…
June 6, 2026 - 0

Resident Evil Veronica Resmi Reveal di Summer Game Fest 2026

Setelah bertahun-tahun menjadi bahan rumor dan permintaan komunitas, Resident Evil…
June 6, 2026 - 0

Final Fantasy VII Revelation Tampil Dengan Apik di Summer Game Fest 2026

Setelah penantian panjang selama lebih dari dua tahun, Square Enix…