Baru Umur 6 Bulan, OpenAI Suntik Mati Aplikasi Sora
Aplikasi AI video generator Sora milik OpenAI bakal disuntik mati, meski baru berumur 6 bulan. Kabar ini diumumkan lewat sebuah postingan di X, tapi OpenAI tidak memberikan alasan yang jelas soal keputusannya itu sementara detail mengenai timeline dan dukungan API bagi developer bakal diinformasikan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Perlu diketahui, yang ditutup ini adalah aplikasi standalone Sora yang ada di Google Play Store (Android) dan Apple App Store (iOS). Sora sebagai model AI untuk membuat video berbasis AI masih tetap ada dan masih bisa ditemukan lewat website sora.com, hingga integrasinya di platform lain seperti chatbot ChatGPT atau Microsoft Copilot.
Sora sebagai model AI sendiri perdana diumumkan pada pertengahan 2024. Pada September 2025, mereka meluncurkan aplikasi Sora yang dirancang sebagai TikTok-nya video AI. Salah satu fitur andalannya adalah “Cameo” di mana pengguna bisa pakai muka mereka sendiri dan mengeditnya sesuai kreativitas cuma pakai teks prompt.
Pada awal peluncurannya, aplikasi Sora tampak sangat sukses dengan jutaan download hanya dalam seminggu. Kesuksesan tersebut bahkan mengalahkan booming-nya ChatGPT dan digadang-gadang sebagai “masa depan” bahkan Disney berani investasi dan pengguna Sora bisa memakai karakter Disney untuk membuat video secara legal.
Disinyalir, ini merupakan keputusan strategis dari perubahan arah di OpenAI yang diketahui sedang melakukan efisiensi resource untuk mengembangkan model AI generasi mendatang. Baru-baru ini, OpenAI juga dikabarkan mau membuat aplikasi desktop serbabisa yang menggabungkan ChatGPT, web browser Atlas, serta aplikasi coding Codex. Bukan tak mungkin bakal ada lagi aplikasi yang disuntik mati untuk efisiensi.














