Xiaomi MiMo-V2.5 Dirilis, LLM Xiaomi Fokus untuk Coding

Author
Irham
Reading time:
April 30, 2026

Xiaomi merilis MiMo-V2.5 dan langsung menempatkannya di kelas model AI besar. Model ini sejak awal sudah dibuat multimodal, jadi tidak hanya mengolah teks, tetapi juga gambar dan video dalam satu sistem. Xiaomi juga menambahkan kemampuan agentic, yang membuat model bisa menjalankan tugas yang lebih kompleks tanpa banyak instruksi manual.

XIaomi mimo v2.5 rilis

Perbandingan Xiaomi MiMo-V2.5 dengan LLM Lain

Untuk melihat posisinya, Xiaomi membandingkan MiMo-V2.5 dengan beberapa model besar yang sudah lebih dulu dikenal. Ada DeepSeek-V4, Kimi K2.6, Claude Opus 4.6, sampai Gemini 3.1 Pro yang dijadikan acuan. Dari hasil yang dibagikan, MiMo-V2.5 terlihat bisa bersaing, terutama di tugas yang melibatkan eksekusi instruksi.

Salah satu hal menarik muncul di pengujian coding internal mereka. Versi standar MiMo-V2.5 bisa mengejar performa versi Pro, tetapi dengan kebutuhan komputasi yang lebih rendah. Ini membuat model tersebut terasa lebih efisien, tidak sekadar mengandalkan ukuran besar.

Xiaomi MiMo V2.5

Baca Juga: Pria Ini Bikin RAM DIY di Gudang Belakang Rumah, dan Berhasil! • Jagat Review

Di sisi lain, kemampuan memahami gambar dan video juga ikut diuji. Xiaomi menyebut hasilnya setara dengan model closed-source yang selama ini lebih dominan di area tersebut. Artinya, MiMo-V2.5 tidak hanya kuat di teks, tetapi juga cukup seimbang di berbagai jenis input.

Model ini dilatih menggunakan 48 triliun token, angka yang menunjukkan skala pengembangannya. Xiaomi merilis dua varian dengan perbedaan besar di jumlah parameter dan kapasitas aktifnya. Dukungan konteks hingga 1 juta token juga membuatnya bisa menangani input yang panjang tanpa mudah kehilangan konteks.

Butuh Sistem Kelas Atas

Soal akses, MiMo-V2.5 memang bisa diunduh dan dijalankan sendiri. Namun, kebutuhan hardware-nya tidak main-main, bahkan GPU kelas atas seperti RTX 5090 masih belum cukup. Pilihan yang lebih masuk akal untuk sekarang ada di API atau AI Studio milik Xiaomi, meski platform tersebut belum selalu stabil.

Xiaomi terlihat tidak hanya ingin punya model sendiri, tetapi juga ikut membuka akses lewat pendekatan open-weight. Ini bisa menarik bagi pengembang yang ingin fleksibilitas lebih besar. Menarik untuk dilihat, apakah model seperti ini bisa cepat dipakai luas, atau tetap kalah praktis dibanding layanan AI tertutup yang sudah lebih dulu mapan.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…