Direct Release: Kaspersky Mengungkap Serangan Siber Besar-Besaran Baru yang Menyebarkan Malware Melalui Whatsapp

Reading time:
June 25, 2026
SL WhatsApp VBS RMM featured 1200x600 1

24 Juni, 2026

Menargetkan pengguna WhatsApp Desktop dan WhatsApp Web, kampanye serangan siber ini mendistribusikan file VBScript berbahaya melalui pesan langsung di platform tersebut. Korban telah diidentifikasi di berbagai negara dan wilayah, termasuk Malaysia, Brasil, Singapura, Taiwan, dan Vietnam, dengan jumlah korban terbanyak yang diamati berada di Malaysia. Penggunaan berbagai bahasa dalam nama file juga menunjukkan penargetan regional yang luas, terutama di Eropa.

Kampanye ini terungkap pada Juni 2026 oleh Kaspersky Global Research and Analysis Team (GReAT). Menurut penelitian mereka, pelaku kejahatan siber menggunakan akun WhatsApp yang sebelumnya telah diretas untuk mendistribusikan lampiran berbahaya. Pesan dikirim dari kontak yang ada di akun tersebut, yang meningkatkan kemungkinan penerima akan melihat file terlampir. Setelah terinstal, malware memungkinkan akses jarak jauh ke sistem melalui kemampuan administratif standar yang ditujukan untuk penggunaan dukungan dan manajemen TI yang sah.

Komponen rekayasa sosial bergantung pada nama file yang dirancang agar menyerupai dokumen bisnis rutin. Contoh yang diamati termasuk faktur (invoice), laporan bank, laporan rekening, catatan pembayaran, dan pemberitahuan hutang. Nama file juga dilokalisasi ke dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Portugis, Prancis, Jerman, dan Melayu, yang menunjukkan distribusi di berbagai wilayah bahasa. Selain itu, sampel VBScript tersebut berisi komentar dan metadata ekstensif yang dimaksudkan untuk meniru komponen Microsoft Windows Update yang sah.

Picture1

Contoh pesan WhatsApp yang berisi file VBScript berbahaya. Sumber: unggahan korban yang diduga di media sosial

“Dalam skema serangan ini, penyerang mengeksploitasi kepercayaan dalam platform perpesanan dengan menggunakan akun WhatsApp yang diretas untuk mengirimkan lampiran berbahaya yang tampaknya berasal dari kontak dikenal, membuat penerima cenderung untuk berinteraksi dengan mereka. Nama file disamarkan dengan cermat sebagai dokumen bisnis rutin, seperti faktur dan pemberitahuan pembayaran, dan dilokalisasi dalam berbagai bahasa untuk mendukung penargetan yang luas. Setelah dibuka, file tersebut memicu rantai infeksi bertahap yang secara diam-diam mengambil dan mengeksekusi komponen berbahaya tambahan dari infrastruktur eksternal,” kata Fareed Radzi, peneliti keamanan di Kaspersky GReAT.

Alur eksekusi lampiran mengikuti proses multi-tahap pada sistem yang terpengaruh. Setelah dibuka, file tersebut memicu urutan skrip pada perangkat. Skrip awal membuat direktori kerja di bawah C:\Users\Public\Documents\, kemudian mengambil file skrip tambahan dari infrastruktur eksternal dan mengeksekusinya menggunakan Windows Script Host. Skrip lanjutan ini melakukan tindakan sistem tambahan dan mengunduh arsip terkompresi dari infrastruktur yang sama. Arsip tersebut berisi paket instalasi untuk perangkat lunak pemantauan dan manajemen jarak jauh.

Laporan lengkap tersedia di Securelist.com.

Para ahli Kaspersky GReAT merekomendasikan pengguna untuk:

  • Berhati-hatilah saat menerima lampiran yang tidak terduga melalui WhatsApp, bahkan ketika tampaknya berasal dari kontak yang dikenal, karena lampiran tersebut mungkin dapat menjalankan malware.
  • Jangan membuka skrip dan file yang dapat dieksekusi seperti .vbs, .vbe, .exe, .bat, .cmd, .js, dan .ps1 kecuali keabsahannya telah diverifikasi secara independen.
  • Gunakan solusi keamanan yang kuat di semua komputer dan perangkat seluler, seperti Kaspersky Premium. Solusi ini akan memperingatkan Anda dan mencegah infeksi apa pun.
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…

Gaming

June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…
June 25, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Siapkan Optimisasi Performa yang Besar

Epic Games sebutkan Unreal Engine 5.8 akan menjadi versi paling…
June 25, 2026 - 0

Rumor: PS6 Diklaim Akan Gunakan Frame Generation Berbasis AI

Bocoran terbaru menyebut PS6 akan mengandalkan AI, Super Resolution, dan…