BMHS, Kemenkes, dan ITB Dorong Pengembangan Ekosistem Robotika Medis Indonesia
PT Bundamedik Tbk (BMHS) menjalin kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung untuk mendukung pengembangan ekosistem bedah robotik nasional. Kolaborasi tersebut mencakup pendidikan, penelitian, inovasi teknologi kesehatan, dan peningkatan kompetensi tenaga medis.
Sebagai bagian dari kerja sama ini, BMHS menghibahkan sebuah sistem bedah robotik kepada FTMD ITB. Sistem tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan penelitian, sekaligus mendukung pengembangan inovasi teknologi medis di Indonesia.
Kerja sama ini disebut sebagai tonggak penting karena pengembangan bedah robotik tidak cukup dilakukan dengan menghadirkan perangkat di rumah sakit. Indonesia juga membutuhkan dokter terlatih, tenaga teknis, peneliti, fasilitas pendidikan, serta standar praktik yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan nasional.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sesi talk show bertajuk “Advancing Expert Care Through Experience” menyebut robotika sebagai salah satu teknologi yang menjadi fokus transformasi industri kesehatan Indonesia. Dua bidang lain yang turut menjadi perhatian pemerintah adalah kecerdasan buatan untuk kesehatan dan bioteknologi.
Lebih lanjut kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah, dan perguruan tinggi semacam ini diperlukan guna mempertemukan pengalaman klinis dengan kemampuan engineering teknologi. Rumah sakit dapat memberikan pemahaman mengenai kebutuhan di lapangan, sedangkan perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui riset, pengembangan teknologi, dan penyiapan sumber daya manusia.
BMHS juga mendukung transfer pengetahuan melalui peluncuran Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi. Buku tersebut disusun berdasarkan kasus nyata di lapangan yang pernah ditangani oleh tim dokter bedah robotik, salah satunya menggunakan Da Vinci Xi generasi terbaru yang ada di RSU Bunda Jakarta.













