[PR] Chartis Research: SAS Tetap Memimpin Operational Risk Management

Reading time:
April 2, 2013
Chartis RiskTech Quadrant for Operational Risk Management Systems
SAS® OpRisk Management dipuji karena platform lengkap, manajemen data dan analisis dapat diperluas

JAKARTA (1 April 2013) – SAS tetap memimpin laporan Chartis Research tentang Operational Risk  Management Systems for Financial Services 2013 . Pemimpin dalam business analytics telah dikenal memiliki “kelengkapan penawaran” dan “pangsa pasar yang potensial.”

Menurut Chartis, pengguna memerlukan hubungan yang erat antara risiko operasional dan solusi tentang risiko seperti Governance, Risk and Compliance (GRC), kejahatan finansial dan manajemen risiko perusahaan. Menurut Chartis, vendor software risiko operasional yang menopang teknologi dengan keahlian mendalam tentang domain solusi risiko lain dapat menjadi “one-stop shops yang dapat mengatur GRC dan risiko operasional melalui beberapa komponen.” Chartis melihat perusahaan finansial sedang berpaling dari risiko operasional taktis dan compliance, menjadi bagaimana pengelolaan risiko operasional mampu memberikan framework enterprise risk management (ERM) dengan lebih luas.

Menurut laporan tersebut, vendor yang sukses adalah “berinvestasi pada R&D, fokus untuk meningkatkan fleksibilitas dan kemampuan konfigurasi produk oleh pengguna.” Pengembangan produk mereka ditekankan pada integrasi komponen dalam satu platform teknologi. Di antara solusi yang telah dikenal, Chartis mencatat adanya tren untuk mengintegrasikan dan membuat paket berisi best-practice (misalnya, kehilangan data, pusat kontrol/ risiko dan key risk indicators).

“Perusahaan finansial mengadopsi pendekatan yang mutahir untuk manajemen risiko operasional dan saat ini mereka mencari koleksi data yang fleksibel, workflows dan advanced analytics,” kata Peyman Mestchian, Managing Partner Chartis. “SAS senantiasa berinovasi pada area ini dan memiliki kemampuan kuantitatif dan kualitatif dalam proses analisa sehingga dapat memenuhi persyaratan pembuat regulasi dan juga untuk keperluan lainnya.”

Chartis menilai SAS OpRisk Management dapat melakukan “berbagai enterprise risk management meliputi risiko kredit, risiko pasar, asset liability management, risiko operasional/GRC, risiko likuiditas dan kejahatan finansial.” Hasil laporan Chartis menunjukkan jika model data SAS dapat diperluas, “mencakup OpRisk dan domain GRC dan memberikan elemen data yang siap digunakan (misalnya, risiko, kontrol) dan definisi tiap elemen data juga siap digunakan (misalnya, judul risiko, pemilik risiko), yang dapat diperluas tanpa hambatan.”

Chartis menjelaskan jika SAS OpRisk Global Data merupakan database terbesar tentang kerugian risiko operasional yang pernah dilaporkan secara publik, dan memuji SAS OpRisk Management sebagai “survei self-assessment yang fleksibel dan alat self-assessment kuantitatif dan kualitatif.” SAS juga di nilai memiliki “kemampuan pengumpulan data kerugian, monitoring dan analisis yang luas” dan “perpustakaan key risk indicators (KRIs) yang siap digunakan lengkap dengan pemilik, ambang batas, hubungan ke risiko, kontrol, atau kebijakan yang dapat dikonfigurasi.”

Chartis mengidentifikasi pemimpin seperti SAS memiliki “kedalaman dan fungsionalitas yang luas, teknologi dan isi, dikombinasikan dengan karakteristik organisasi untuk menangkap pangsa pasar yang signifikan berdasarkan volume dan nilai.” Pemimpin menunjukkan solusi terbaik dalam kelasnya dengan strategi jelas untuk pertumbuhan yang menguntungkan dan berkelanjutan bersama dengan pengetahuan domain mendalam dan aset serta kemampuan teknologi yang luas.

“Ketika memerlukan strategi modelling unggul maka kemudahan penggunaan, kekuatan luar biasa dan fleksibilitas SAS merupakan pilihan yang tepat untuk menjawab aplikasi dan situasi bisnis,” kata Clark Abrahams, Product Marketing Manager for Enterprise GRC SAS.

Pada Januari 2013, SAS Enterprise GRC masuk dalam kategori pemimpin dalam GRC Solutions 2012 report  Chartis Research.

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 30, 2026 - 0

Razer Hadirkan Reclusa Mini 65%, Keyboard Ringkas Dengan Magnetic Switch

Razer Reclusa Mini tampil sebagai keyboard gaming berskala 65% dengan…
October 30, 2026 - 0

ASUS Rilis ROG Swift OLED PG259QWS Ace & Strix OLED XG259QWPG Ace

ASUS ROG merilis monitor gaming kelas OLED 720Hz dan 540Hz…
October 30, 2026 - 0

Sony Hadirkan Cover Transparan Prism Collection Untuk DualSense & PS5

Sony merilis cover transparan bernama Prism Collection untuk DualSense dan…
October 30, 2026 - 0

Thrustmaster Luncurkan TCA Sky Yoke Flight Sim Controller

Thrustmaster TCA Sky Yoke hadirkan controller flight sim dilengkapi tujuh…