PM Inggris Minta Search Engine Blokir Konten Pelecehan Anak

Author
Ozal
Reading time:
July 22, 2013

Perdana Menteri Inggris, David Cameron meminta perusahaan search engine, termasuk Google, untuk memblokir hasil penelusuran yang menampilkan website atau gambar apapun yang memicu pedofil. Pemblokiran Itu berkaitan dengan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak.

PM Inggris

Dalam sebuah pidatonya, dilansir dari The Guardian, Ia berjanji akan menghubungi para petinggi perusahaan mesin pencari terkait masalah tersebut. Ia ingin daftar hitam yang disusun oleh badan Eksploitasi Anak dan Perlindungan Online Anak (CEOP) dapat dilaksanakan oleh perusahaan mesin pencari.

Tindakan pemerintah Inggris ini menyikapi dua kasus pembunuhan anak yang terjadi minggu lalu di Inggris. Kasus tersebut melibatkan seorang anak berinisial AP dibunuh oleh Mark Bridger dan satunya lagi TS oleh Stuart Hazel. Kedua pengidap pedofil itu mengaku terobsesi dari konten kekerasan dan pornografi anak yang ada di internet.

Cameron mengatakan, akan menyiapkan undang-undang terkait pemblokiran ini jika diperlukan. “Saya khawatir sebagai politisi dan orang tua tentang masalah ini. Dan itu salah. Hanya karena internet bukan berarti tidak boleh ada hukum dan aturan, serta perilaku yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

PM Inggris 3

Ia mempercayai bahwa kebebasan berinternet itu diperbolehkan. Namun, “Kebebasan bukan berarti Anda (perusahaan search engine) punya hak untuk menghasut pembunuhan. Itu tidak berarti Anda memiliki hak untuk menghasut kekerasan terhadap Anak,”

“Saya memiliki pesan yang sangat jelas untuk Google, Bing, Yahoo!, dan sisanya. Anda memiliki kewajiban untuk bertindak dan itu adalah kewajiban moral,”

“Dan ada pesan selanjutnya yang Saya miliki untuk mesin pencari. Kalau ada hambatan teknis dalam menindak hal ini, jangan hanya berdiri dan mengatakan apa-apa yang dapat dilakukan. Gunakan otak besar Anda untuk membantu mengatasinya. Anda adalah bagian dari masyarakat Kami dan harus mainkan peran yang bertanggung jawab di dalamnya.”

Sementara itu, seorang juru bicara Google mengatakan, “Kami memiliki toleransi nol terhadap sikap pelecehan seksual. Tiap kali kita menemukan, kita respon dengan cepat untuk dihapus dan melaporkannya,” kata Google.

Pihaknya juga mengklaim, telah menggelontorkan dana hingga US$ 5 juta guna memerangi kasus asusila terhadap anak di bawah umur ini. Selain itu, Google juga akan melanjutkan dialog lebih intens dengan pihak pemerintah terkait ini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…