[PR] Hitachi Data Systems Mengidentifikasi 5 Tren Utama Yang Akan Mendorong Transformasi Teknologi di Asia Pasifik Pada Tahun 2014
Tren Mulai Dari Perkembangan Mobile Communications Sampai Perluasan Keamanan Data Dan Model Cloud-broker Akan Berdampak Pada Bagaimana Organisasi Menyebarkan Dan Menggunakan TI di Tahun Depan
JAKARTA — 5 Desember 2013 —Hitachi Data Systems Corporation (HDS) , anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Hitachi, Ltd. (TSE: 6501), hari ini merilis prediksi Asia Pasifik 2014 oleh HDS. Adrian De Luca, Chief Technology Officer, Hitachi Data Systems Asia Pasifik, mengidentifikasi 5 tren utama di bidang TI yang muncul di kawasan ini pada tahun 2014 yang akan berdampak pada penggunaan teknologi diantara organisasi.
De Luca memprediksikan bahwa:
- Analisis big data akan melampaui fase “proof-of-concept “ dan menuju produksi di pasar-pasar yang sudah mapan.
- Seiring model cloud-broker menjadi daya tarik di kawasan Asia Pasifik, organisasi akan mengubah departemen TI mereka dari pengimplementasi teknologi menjadi inovator bisnis.
- Kekhawatiran atas keamanan data akan mencapai titik yang menentukan, tidak hanya untuk mobile data yang bergerak antara perangkat dan cloud, tetapi juga untuk data dalam repositori konten.
- Kawasan Asia Pasifik akan mengalami ledakan data tidak terstruktur dari komunikasi mobile.
- Persaingan antar negara dan kawasan untuk menjadi hub digital Asia akan memasuki tahap menentukan pada tahun 2014 .
“Big data, cloud, dan enkripsi data merupakan beberapa tren terpanas di bidang TI global. Sebagai sebuah kawasan, Asia Pasifik memiliki kondisi ekonomi dan infrastruktur yang unik. Kami percaya tren teknologi yang semakin meluas ini akan berkombinasi dengan pendorong bisnis lokal untuk membentuk landskap TI dan storage di wilayah ini pada tahun 2014,” kata De Luca .
1. Analisis big data akan melampaui fase proof of concept:
Enterprise harus menemukan cara untuk mengungkap nilai di dalam penyimpanan data mereka yang ada dan menggelar infrastruktur yang memiliki skalabilitas untuk memperoleh hasil yang penting dari proyek-proyek big data.
Dalam Economist Intelligence Unit (EIU) Asia Pacific Big Data Survey terbaru, yang disponsori HDS, terungkap lebih dari 70% organisasi di kawasan ini percaya bahwa dengan mengadopsi big data akan meningkatkan profitabilitas, produktivitas, dan inovasi mereka. Meski demikian, banyak organisasi mendapati bahwa sistem informasi yang ada menghambat pengumpulan data secara efektif untuk melakukan analisis karena informasi yang disimpan dan dikelola dalam sistem bisnis, silo informasi, format, dan media yang terpisah. Tantangan big data muncul dalam dua bentuk: teknologi dan organisasi. Pada tahun 2014, perusahaan akan mencoba untuk mengatasi kedua tantangan tersebut.
2. Model cloud-broker akan menjadi daya tarik:
Organisasi akan mengubah departemen TI mereka dari pengimplementasi teknologi menjadi inovator bisnis. Enterprise dengan kebutuhan tinggi terhadap infrastruktur TI dan layanan aplikasi akan mulai mengeksplorasi model cloud-broker, lebih memilih untuk bekerja sama dengan penyedia layanan yang bertindak sebagai pihak ketiga penyedia layanan cloud yang netral terhadap vendor.
Ketika tiba saatnya untuk me-resfresh teknologi, fokusnya pada aplikasi dan hasil bisnis daripada infrastruktur itu sendiri. Enterprise akan mulai beralih ke integrator sistem mereka, organisasi TI internal, atau penyedia layanan pihak ketiga untuk memainkan peran sebagai broker layanan cloud.
3. Kekhawatiran atas keamanan data akan mencapai titik kritis:
Di Asia Pasifik, undang-undang baru tengah diperkenalkan untuk melindungi data pribadi. Organisasi harus memeriksa kembali kebijakan keamanan mereka dan mencari solusi seperti sinkronisasi dan berbagi file perusahaan, enkripsi data, dan audit untuk mengatasi masalah ini.
Organisasi akan meningkatkan perhatian mereka pada keamanan mobile dan batasnya, serta akan menerapkan secara ketat praktek keamanan dan manajemen data. Mereka harus menggunakan teknologi modern untuk mengelola dan mengotomatisasi proses ini; jika tidak maka biaya kepatuhan bisa sangat tinggi.
4. Data tak terstruktur dari komunikasi mobile akan mengalami pertumbuhan eksplosif:
Operator telekomunikasi di Asia Pasifik akan menggelar solusi manajemen data yang canggih untuk memenuhi kebutuhan pengiriman konten maupun analisis data. Mereka yang melakukannya akan mendapatkan keuntungan kompetitif dalam jangka panjang.
Peluncuran 4G dan keterjangkauan smartphone memiliki implikasi yang luar biasa terhadap pertumbuhan mobile data di kawasan. Mengelola pertumbuhan volume layanan konten digital bagi konsumen, operator telekomunikasi harus mengembangkan arsitektur infrastruktur TI berkinerja tinggi, handal dan memiliki skalabilitas yang menggabungkan penyimpanan berbasis flash dan jaringan pengiriman konten yang cerdas untuk memenuhi kebutuhan bandwidth yang tinggi ini.
5. Persaingan menjadi hub digital Asia memasuki tahap menentukan:
Industri data center akan terus tumbuh seiring dengan persaingan negara-negara di wilayah ini yang bersaing untuk menjadi hub digital Asia. Penyedia layanan akan berinvestasi pada fasilitas tercanggih dan prasarana terdepan untuk membedakan layanan mereka.
Organisasi menggunakan penyebaran cloud sebagai peluang untuk mengubah TI lama mereka menjadi model baru TI berbasis konsumsi. Banyak yang akan memulai dengan menggelar on-premise private cloud. Organisasi-organisasi lainnya yang lebih maju dalam perjalanan cloud mereka akan mulai memindahkan aplikasi perusahaan mereka dari internal (lokal) ke penyedia layanan cloud , bersamaan dengan platform konvergensi on-premise.
Sebagai tambahan prediksi De Luca untuk Asia Pasifik, Hu Yoshida, Chief Technology Officer HDS, juga mengungkapkan prediksinya pada 10 tren IT global untuk tahun 2014. Prediksi tersebut telah dipublikasi di Hu’s blog.
Sumber-sumber di Web
- Baca lebih detail hasil the Economist Intelligence Unit survey “The Hype and the Hope: The Road to Big Data Adoption in Asia-Pacific”
- Pelajari lebih banyak tentang Hitachi Data Systems big data solutions
- Ikuti kami di Twitter
- Terhubung dengan kami di LinkedIn
- Berteman dengan kami di Facebook














