Obama Gelar Rapat Tertutup dengan Para Bos IT

Author
Ozal
Reading time:
December 22, 2013

Presiden Amerika Serikat Barrack Obama turun tangan menjawab sejumlah isu yang dikhawatirkan para raksasa IT saat ini. Obama dijadwalkan menggelar rapat tertutup dengan para petinggi di berbagai perusahaan teknologi informasi, seperti Apple, Facebook, Google, dan Twitter.

Seorang pejabat di Gedung Putih mengatakan, rapat tersebut membicarakan sejumlah isu, mulai dari masalah di website jaminan kesehatan masyarakat milik pemerintah AS, healthcare.gov hingga kasus penyadapan yang melibatkan Badan Keamanan Nasional (AS).

Obama 2

Dari 15 petinggi perusahaan IT yang akan menghadiri rapat di Ruang Rosevelt, Gedung Putih tersebut, di antaranya CEO Apple Tim Cook, COO Facebook Sheryl Sandberg, CEO Yahoo Marissa Mayer, Chairman Executive Google Eric Schmidt hingga CEO Twitter Dick Costolo.

“Kami menghargai kesempatan untuk berbagi secara langsung dengan presiden tentang tuntutan kami atas kegiatan intelejen pemerintah yang kami rilis pekan lalu. Dan kami mendorongnya untuk mengabil langkah agresif melakukan perubahan,” tulis penyataan bersama para petinggi perusahaan IT tersebut, dilansir dari USA Today.

Adanya rapat dengan Obama ini merupakan jawaban pemerintah dari aksi koalisi delapan raksasa IT, yakni AOL, Apple, Facebook, Google, LinkedIn, Microsoft, Twitter, dan Yahoo. Melalui surat terbuka yang dikirimkan kepada Obama, mereka  menentang berbagai penyadapan NSA, menuntut adanya reformasi di tubuh NSA serta mengubah undang-undang pengawasan intelejen.

Sebagian besar dari anggota koalisi raksasa IT tersebut, sebenarnya merupakan pendukung utama Obama sewaktu masa kampanye pemilihan Presiden AS. Sayangnya, ketika program mata-mata NSA terungkap, hubungan antara Obama dan para raksasa IT yang kebanyakan berbasis di Silicon Valey, Amerika Serikat tersebut mulai merenggang.

Mereka berpandangan, program pengawasan yang dilakukan NSA ke sejumlah perusahaaan internet kian membuat pengguna di seluruh tak lagi percaya tentang keamanan datanya. Akibatnya, pengguna internet pun menurun dan tentu akan merugikan citra sekaligus pendapat perusahaan internet tersebut.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…