[PR] Symantec Mengatasi Tantangan Pusat Data Software-Defined di Indonesia
NetBackup 7.6 dan Storage Foundation 6.1 diluncurkan pada Simposium Symantec Indonesia 2014
JAKARTA, Indonesia – 18 Februari 2014 – Symantec (NASDAQ: SYMC) hari ini mengumumkan versi terbaru solusi software NetBackup dan Storage Foundation pada Simposium Symantec Indonesia 2014. Solusi-solusi ini menawarkan fitur-fitur baru yang memungkinkan organisasi untuk menjawab tantangan dari pertumbuhan data, ketersediaan tinggi, kinerja dan virtualisasi dipusat data modern.
Data tumbuh 60 sampai 70 persen setiap tahun, menurut State of Information Report Symantec. Pertumbuhan ini, dikombinasikan dengan perkembangan dari virtualisasi, kebutuhan terus-menerus akan ketersediaan informasi dan anggaran yang sama atau turun, memaksa Chief Information Officier (CIO) untuk mengatasi kenyataan baru bahwa model perlindungan tradisional sudah tidak memadai.
“Organisasi di Indonesia tengah memodernisasi pusat data mereka untuk menanggapi kebutuhan komputasi yang lebih lincah, skalabel dan heterogen. Dengan pertumbuhan data yang cepat dan kebutuhan bisnis yang meningkat, organisasi mengencangkan infrakstruktur mereka karena kompleksitas menghambat kelincahan mereka,” kata Eric Hoh, Vice President, Asia South Region. “Dalam menjawab tantangan-tantangan ini, solusi perusahaan modern harus menyediakan perlindungan aplikasi yang lebih cepat dan otomatis, dan memberikan wawasan ke lingkungan virtual yang lebih luas dan rumit.”
![[PR] Symantec Mengatasi Tantangan Pusat Data Software-Defined di Indonesia 1 Symantec Symposium1](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/02/Symantec-Symposium1-450x800.jpg)
Berbicara di Simposium Symantec Indonesia hari ini, Hoh menambahkan bahwa ketersediaan Symantec NetBackup 7.6 dan Storage Foundation 6.1, bersama dengan solusi komprehensif Symantec akan memungkinkan organisasi memenuhi tantangan keamanan informasi dan manajemen dalam pusat data yang didefinsikan software di Indonesia.
Simposium Symantec Indonesia adalah acara sehari untuk pemimpin TI dan profesional bisnis di Indonesia. Acara pada hari ini dihadiri oleh sekitar 800 peserta di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.
Symantec NetBackup 7.6: Perlindungan Komprehensif dengan Recovery VM lebih cepat hingga 400x
Versi terbaru dari solusi Symantec NetBackup membawa fungsi baru untuk melindungi lingkungan berbasis VMware dalam skala terbesar karena perusahaan pindah ke arsitektur pusat data yang didefinisikan software. NetBackup 7.6 adalah satu-satunya produk back-up dirancang untuk skala tingkat perusahaan, yang dapat mengakomodasi ratusan ribu mesin virtual dan petabyte data saat memberikan pelanggan recovery mesin virtual lebih cepat 400x dibandingkan penyimpanan yang standar.
“Organisasi-organisasi TI sekarang dapat menyederhanakan dan mengotomatisasi perlindungan lingkungan, fisik, virtual dan awan yang sangat besar dan kompleks yang membangun pusat data modern. NetBackup 7.6 memenuhi kebutuhan organisasi perusahaan saat ini sehingga mereka dapat memastikan pusat data modern yang didefinisikan software dan sepenuhnya dilindungi, ” kata Raymond Goh, Symantec’s Senior Regional Director of Systems Engineering, Asia South Region.
Menurut Jason Buffington, Senior Analyst for Data Protection at Enterprise Strategy Group (“ESG”), “Sebuah penelitian baru-baru ini dari ESG menemukan bahwa meningkatkan kualitas backup dan recovery, meningkatkan virtualisasi server, dan mengelola pertumbuhan data akan tetap menjadi beberapa prioritas paling penting bagi TI. Selain itu, ESG terus melihat penyusutan dalam “toleransi terhadap gangguan”, angka yang kecil dari VMs per lingkungan tumbuh dan meningkatnya penggunaan snapshot dalam kombinasi dengan (dan dikelola oleh) sistem backup untuk mendapatkan perlindungan dan kelancaran recovery yang dibutuhkan pelanggan. ESG menguji NetBackup 7.6 untuk VMware untuk mengetes kemampuan Symantec dalam memenuhi permintaan pelanggan – dan menemukan bahwa NetBackup melebihi harapan. Kombinasi NetBackup 7.6 dan VMware tampaknya siap untuk memberikan kemampuan perlindungan yang dicari oleh perusahaan besar yang sangat tervirtualisasi.
Highlight Fitur-fitur Terbaru NetBackup 7.6:
- Recovery lebih cepat 400x dari mesin virtual VMware vSphere dengan booting langsung dari penyimpanan backup, dibandingkan dengan jam atau hari yang diperlukan untuk melakukan restore secara tradisional. NetBackup Instant Recovery solusi ini untuk lingkungan-lingkungan VMware memungkinkan pelanggan untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja dengan mendukung mesin-mesin virtual dari dalam NetBackup, membuat solusi tersebut 100 persen tersedia di vSphere selama proses restore.
- NetBackup Accelerator untuk VMware menghilangkan kebutuhan untuk melakukan backup penuh dengan memanfaatkan integrasi dengan VMware Changed Blok Tracking. Hasilnya adalah backup yang lengkap dan otomatis yang 35 kali lebih cepat dibandingkan dengan pendekatan secara tradisional, memungkinkan pelanggan-pelanggan untuk meningkatkan kinerja tanpa mengorbankan anggaran.
- Pelanggan-pelanggan dapat melindungi 300 mesin virtual dalam 300 detik, secara proaktif mem-backup data dan me-recovery data dengan NetBackup Replication Director untuk VMware dengan memanfaatkan snapshot berbasis NetApp array untuk melindungi lingkungan-lingkungan virtual tanpa mengorbankan kemampuan untuk melakukan recovery.
- Fitur-fitur tambahan termasuk pilihan-pilihan hosting multi-tenant untuk mitra channel dan penyedia layanan yang dikelola untuk meningkatkan skalabilitas; dan recovery bencana secara otomatis dari platform fisik ke awan untuk memastikan data yang selalu dilindungi dan tersedia.
Storage Foundation 6.1: Memungkinkan organisasi-organisasi untuk mengadopsi SSD dan berpotensi mewujudkan keuntungan kinerja 400 persen lebih dari SANs tradisional
Versi baru software Storage Foundation Symantec, memungkinkan pusat data untuk memanfaatkan Solid State Drive (SSD) dengan cara-cara yang dapat memungkinkan pelanggan untuk mengakses data dan aplikasi misi yang penting 400 persen lebih cepat daripada Storage Area Networks (SANs) tradisional. Software ini juga satu-satunya yang menawarkan untuk memberikan keuntungan tersebut tanpa menghiraukan komponen hardware penyimpanan yang mana yang ada di tempat. Pelanggan sebagai hasilnya bebas untuk memilih apa saja penyedia infrastruktur penyimpanan, dan perusahaan dapat membuat keputusan penting lebih cepat.
Pertumbuhan data dan aplikasi misi yang penting, yang mendukung pengambilan keputusan yang nyata, mendorong adopsi SSD untuk meningkatkan kinerja dalam pusat data. Bagaimanapun, adopsi memiliki kelemahan kecerdasan manajemen pusat yang pelanggan butuhkan untuk mengelola penyimpanan secara efisien dan efektif. Penawaran Symantec memecahkan masalah ini karena memungkinkan pelanggan untuk menggabungkan SSD dengan Direct Attached Storage (DAS) dan SANs tanpa mengorbankan ketersediaan.
“Pusat data saat ini bergantung pada platform kuat penyimpanan perusahaan yang memberikan otomatisasi, kinerja dan keamanan tingkat tinggi. Dengan Storage Foundation 6.1, Symantec memungkinkan organisasi di Indonesia untuk mendapat laba lebih banyak dari investasi mereka dengan mengoptimalkan layanan pusat data, peningkatan efisiensi dan biaya yang berkurang, “kata Goh dari Symantec.
Menurut Ashish Nadkarni, research director, Storage Systems, IDC “Penawaran terbaru dari Symantec ini dirancang untuk membantu pelanggan memanfaatkan generasi penyimpanan berikutnya. Di dunia yang kini berpusat pada informasi, perusahaan-perusahaan menginginkan peningkatan kinerja dan penghematan biaya – dan tidak masuk akal secara fiskal untuk mengganti penyimpanan yang telah ada untuk menggelar teknologi baru secepat kilat. Namun, dengan Storage Foundation 6.1, pelanggan dapat dengan mudah mengadopsi teknologi baru, saat mengombinasikan dan mencocokkan solusi high-end dengan hardware tradisional, tanpa mengorbankan tingkat layanan yang ada.”
Highlight Fitur Terbaru Storage Foundation 6.1:
- Lapisan caching intuitif yang vendor-agnostic, dimungkinkan oleh teknologi SmartIO Symantec. SmartIO mendeteksi beban kerja aplikasi yang kritis dan menangkap hanya data tertentu di SSD lokal, yang dapat menghasilkan peningkatan kinerja hingga 400 persen di penyimpanan tradisional yang kedua.
- Teknologi Fleksibel Storage Sharing (FSS) memungkinkan server untuk mengakses data jarak jauh seolah-olah dari penyimpanan lokal. Hal ini memungkinkan organisasi untuk mengurangi biaya penyimpanan hingga 80 persen menggunakan hardware penyimpanan yang terkomoditas, ketika membantu memastikan bahwa semua data direplikasi, dilindungi, dan tersedia.
Ketersediaan
Symantec NetBackup 7.6 dan Storage Foundation 6.1 kini tersedia di Indonesia melalui mitra channel Symantec atau dari Symantec secara langsung. Untuk informasi tambahan mengenai NetBackup 7.6, silakan kunjungi www.symantec.com/netbackup. Untuk informasi tambahan mengenai Storage Foundation 6.1, silakan kunjungi www.symantec.com/storage-software.
Materi-Materi Terkait
- ESG Lab Report: Symantec NetBackup 7.6 for VMware
- Pushing the Boundaries: Symantec’s Software-Defined Data Center Powered by VMware vCloud Suite
- Symantec NetBackup 7.6 Data Sheet
- Top Reasons to Upgrade to Symantec NetBackup 7.6
- Symantec State of Information Report
Mengikuti Symantec di Social Media













