[PR] CommVault: Mendorong Pengelolaan Data Secara Cerdas di Era ‘Platform Ketiga’

Reading time:
April 10, 2014
Commvault

Indonesia, 10 April 2014 – Lanskap TI dilaporkan telah dipengaruhi oleh tiga platform kunci, dimulai dengan diperkenalkannya komputer mainframe tahun 1950. Yang kedua adalah komputer pribadi (PC) yang mendorong revolusi industri TI antara tahun 1985 dan 2005. Kini organisasi dihadapkan dengan pergeseran besar-besaran dan bersifat disruptif yang disebut oleh IDC sebagai ‘platform ketiga” atau “third platform’. Platform ini meliputi pilar-pilar teknologi dari Big Data, cloud, mobilitas dan tren-trend sosial yang secara luas bertanggung jawab atas pertumbuhan jumlah data yang sangat besar yang dihasilkan dari transaksi dan interaksi antara server, jaringan, mesin, sensor, kamera dan perangkat–perangkat lain yang mendorong pertumbuhan data.

Perusahaan-perusahaan di Asean mengklaim bahwa data mereka tumbuh 20-50% dari tahun ke tahun dan 17% dari mereka mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut lebih dari 50%[1]. Hal ini memberikan dampak terhadap biaya di Asia Pasifik, tidak termasuk Jepang, karena belanja produk storage untuk kebutuhan Big Data akan terus tumbuh dengan laju pertumbuhan majemuk (CAGR) sebesar 42% antara tahun 2012 dan 2017. Data yang disimpan ada di beberapa lokasi – keduanya fasilitas milik perusahaan maupun  di berbagai silo dan data center pihak ketiga, dalam lingkungan yang sangat tervirtualisasi.

Data yang semakin kompleks dan dalam jumlah besar inilah yang mengharuskan organisasi/perusahaan untuk secara mendasar memikirkan kembali infrastruktur dan pengelolaan data center, dan memanfaatkan platform baru ini untuk mempercepat kapasitas dan mengurangi biaya. Whitepaper IDC yang disponsori oleh ComVault, ‘Driving Smart Data Management in the Third Platform Era – An Integrated Approach to Managing Accessing and Protecting Critical Data’, yang disusun berdasarkan temuan-temuan survei regional, mengeksplorasi beberapa tantangan yang terkait dengan pengelolaan data dalam konteks platform kertiga. Dalam artikel ini Mark Bentkower, Director Enterprise Solutions Asia Pacific, CommVault Systems, menyoroti tiga rekomendasi utama untuk organisasi/perusahaan di Asia Pasifik (APAC) berdasarkan kesimpulan dalam laporan tersebut.

1)    Mengembangkan strategi pengelolaan data yang efektif

Organisasi/perusahaan mengandalkan departemen TI untuk membantu mendorong prioritas bisnis, termasuk menemukan konsumen baru, mengatasi biaya operasional yang semakin meningkat dan melakukan inovasi untuk mempertahankan daya saing[2]. Namun tekanan platform ketiga yang berkaitan dengan pengelolaan data seringkali terlalu membebani departemen TI, sehingga menghalangi kemampuan mereka untuk menjadi mesin inovasi yang dibutuhkan perusahaan. Memiliki strategi pengeloaan data yang efektif memungkinkan departemen TI untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk memajukan bisnis seperti yang diinginkan.

Agar strategi pengeloaan data dapat secara efektif memfasilitasi data canggih, keterampilan-keterampilan canggih seperti integrasi, prakiraan, pemodelan dan simulasi data, juga dibutuhkan untuk mendukung proyek-proyek platform ketiga. Yang sangat penting, kurangnya keterampilan teknologi TI di kawasan ini disoroti dalam laporan IDC, sehingga merupakan tantangan yang ingin dipecahkan oleh departemen TI di kawasan APAC.

Perusahaan harus mendefinisikan kebijakan yang mengidentifikasi data apa saja yang harus disimpan/dibuang dan jika disimpan di mana lokasinya. Pada saat yang sama, karena organisasi/perusahaan di APAC beralih ke penyimpanan berbasis cloud, untuk meningkatkan penggunaan virtualisasi mereka harus mengimplementasikan strategi pengelolaan data yang memberikan perlindungan yang lengkap, menjaga kinerja tetap optimal baik untuk waktu back up  maupun kinerja aplikasi, dan mengontrol aset data, baik saat data dalam kondisi ‘bergerak’ atau ‘diam’. Menjaga akses data juga merupakan komponen penting dalam strategi pengelolaan data. Di ASEAN, 84 persen dari organisasi/perusahaan yang disurvei melaporkan akses terhadap data ‘penting’ untuk bisnis[3].

Secara singkat, laporan IDC  ini menyoroti kompleksitas strategi pengelolaan data di platform ketiga yang sangat umum bagi para CIO. Pertumbuhan data, ‘big data’ khususnya, menjadi sangat besar dan kompleks sehingga sulit untuk ditangani dengan menggunakan beberapa alat pengelolaan data. Laporan IDC ini secara kritis menyoroti bahwa solusi-solusi terintegrasi seperti solusi platform tunggal CommVault, Simpana, bisa secara efektif membantu untuk mengatasi kebutuhan pengelolaan data secara berkelanjutan. Dengan memusatkan operasional pengelolaan data dari platform solusi tunggal yang terpadu, banyak dari kompleksitas yang terkait dengan strategi pengelolaan data – seperti melindungi, mengarsipkan, mereplika, mencari dan menemukan data secara efektif – bisa dihilangkan.

2)    Mengoptimalkan lapisan penyimpanan

Salah satu peluang paling jelas bagi para CIO dalam menjalankan infrastruktur pengeloaan data yang hemat biaya dalam platform ketiga adalah mengatasi masalah tingkatan penyimpanan. Umumnya, penyimpanan sekunder tidak digunakan secara efisien. Data yang diberikan ke platform sekunder cenderung disimpan tanpa pemikiran ulang, sementara itu ruang penyimpanan utama yang dianggap lebih mahal, secara umum dikelola lebih baik dengan data yang disusun berdasarkan prioritas.

Organisasi/perusahaan yang mengimplementasikan proses pengelolaan data dengan menggunakan platform ketiga seharusnya memprioritaskan untuk membuat kebijakan yang mengelompokan tempat dan jenis platform untuk menyimpan data, sehingga bisa mengurangi biaya. Kini ada lebih banyak pilihan platform penyimpanan sekunder. Penyimpanan cloud, contohnya, menjadi pilihan penyimpanan sekunder yang makin layak dengan keuntungan yang sama dalam hal efisiensi biaya, namun dengan data akses yang lebih mudah. Bahkan dalam tingkatan cloud, ada peluang untuk mengkategorikan data ke infrastruktur publik atau pribadi berdasarkan status dan karakter masing-masing data. Untuk organisasi/perusahaan besar atau pemerintahan, contohnya, mengimplementasikan solusi cloud hibrid bisa mengurangi risiko dan biaya, karena dengan solusi ini TI dapat mengelola dan memindahkan data ke cloud publik.

3)    Memastikan perlindungan data

Era platform ketiga juga memunculkan masalah perlindungan data tambahan untuk menjaga data yang disimpan, tidak hanya di data center, tapi juga di perangkat laptop dan desktop yang didistribusikan perusahaan. Mobilitas dan virtualisasi telah mengubah cakupan mengenai apa yang diperlukan untuk perlindungan data yang memadai, yakni data yang disimpan di smartphone atau perangkat cerdas yang dimiliki karyawan.

Dalam lingkungan data ini, yang telah bertransformasi pada satu dekade terahir, cukup beralasan bagi perusahaan untuk mencari solusi perlindungan data baru karena banyaknya solusi-solusi lawas, yang seringkali terdiri dari solusi-solusi  parsial tidak bisa memberikan perlindungan yang layak dan kapasitas penemuan. Penelitian IDC ini mengisyaratkan bahwa semakin banyak organisasi beralih ke pendekatan yang lebih holistik untuk melindungi data mereka – dalam bentuk platform pengelolaan data tunggal terpadu. Di Asia Pasifik, 73 persen dari organisasi/perusahaan yang disurvei oleh IDC melaporkan bahwa salah satu keuntungan potensial utama yang ditawarkan solusi platform tunggal adalah konsolidasi semua data dalam satu repositori tunggal yang meningkatkan visibilitas, sehingga memberikan keuntungan bagi organisasi/perusahaan jika terjadi kasus kehilangan data atau kebocoran data.

Saat platform ketiga terus mendorong data, dalam hal pertumbuhan dan kompleksitas, perusahaan harus siap untuk secara efisien menghadapi tantangan yang timbul dari hal tersebut. Dengan menjawab tantangan-tantangan ini, temuan-temuan dari laporan IDC ini secara independen menegaskan bahwa organisasi/perusahaan harus mempertimbangkan untuk menggunakan solusi pengelolaan data yang fleksibel dan skalabel  yang mengotomatisasi perlindungan data, recovery dan proses pengarsipan, sehingga memungkinkan pengelolaan berbasis kebijakan biaya di seluruh aset internal dan eksternal TI. Hal ni akan menghasilkan kebijakan pengeloaal data yang efektif yang mengoptimalkan platform penyimpanan dan memastikan perlindungan data yang sebaik-baiknya.



[1] IDC/CommVault (2013) ‘Smart data in the big data era’ survey, Jimenez

[2] IDC (2013) APEJ C-Suite Barometer Study

[3] IDC/CommVault (2013) ‘Smart data in the big data era’ survey, Jimenez

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 31, 2026 - 0

GameSir G7 Pro Controller Bawa Nuansa Vice City Dari GTA 6

GameSir luncurkan G7 Pro Sunset Boulevard dan Ocean Breeze, hadirkan…
October 31, 2026 - 0

Nintendo Indie World Showcase Pamerkan 23 Game Indie

Nintendo Indie World Showcase untuk Oktober 2026 menampilkan 23 game…
October 30, 2026 - 0

GTA 6 Dikabarkan Butuh Download 210 GB di PS5

GTA 6 dikabarkan akan meminta pemainnya untuk mengunduh file data…
October 30, 2026 - 0

Razer Hadirkan Reclusa Mini 65%, Keyboard Ringkas Dengan Magnetic Switch

Razer Reclusa Mini tampil sebagai keyboard gaming berskala 65% dengan…