[PR] Fortinet menduduki peringkat kedua Penyedia Perangkat Keamanan Jaringan di Asia Pasifik
Fortinet menduduki peringkat kedua Penyedia Perangkat Keamanan Jaringan di Asia Pasifik
Firma analis industri IDC menyatakan Fortinet berhasil menyisihkan Check Point di Q4 2013 dan mempertahankan posisinya di Q1 2014
JAKARTA, Indonesia, 4 Agustus 2014 – Fortinet® (NASDAQ: FTNT) − sebuah perusahaan yang memimpin secara global di bidang keamanan jaringan dengan performa tinggi – hari ini mengumumkan keberhasilannya menyisihkan Check Point dan menempati peringkat kedua penyedia perangkat keamanan jaringan berdasarkan pangsa pasar dari segi penjualan di Asia Pasifik. Keberhasilan ini didasarkan pendataan perangkat keamanan jaringan yang dilakukan per kuartal oleh IDC.
![[PR] Fortinet menduduki peringkat kedua Penyedia Perangkat Keamanan Jaringan di Asia Pasifik 1 fortinet-304](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/03/fortinet-304.jpg)
Fortinet pertama kali menyisihkan Check Point pada kuartal keempat 2013 dengan pangsa pasar sebesar 6,27%. Check Point menguasai 5,87% sementara Cisco memiliki pangsa terbesar yaitu 14,68% dari 611,65 juta dolar AS di pasar perangkat keamanan jaringan Asia Pasifik (termasuk Jepang) pada kuartal tersebut. Melalui rilis terbaru IDC yang didasarkan pada pendataan di kuartal pertama 2014, Fortinet berhasil mempertahankan posisinya dengan menguasai 7, 33% pangsa pasar, melampaui Check Point di 6,91%.
Shahnawas Latiff, IDC Asia Pacific Market Analyst untuk pasar keamanan jaringan, menyatakan: “Fortinet memiliki strategi bisnis yang kuat di seluruh kawasan. Rangkaian produknya yang komprehensif mampu secara efektif memenuhi kebutuhan keamanan dari beragam perusahaaan,dengan kemampuan mengadaptasikan produk-produk mereka untuk ekosistem TI yang lebih luas, baik itu untuk jenis ancaman terbaru maupun tren TI lainnya yang lebih luas. Kemampuan mitra kerja Fortinet yang tersebar luas dengan pelayanan melebihi standar industri juga turut berkontribusi terhadap tingginya tingkat penggunaan solusi-solusi Fortinet”.
Perolehan pangsa pasar Fortinet merupakan hasil dari beberapa inisiatif penting yang diimplementasikan di Asia Pasifik baru-baru ini. Termasuk dalam inisiatif tersebut adalah dibentuknya beberapa tim untuk langsung menangani bisnis-bisnis penting, ekspansi agresif yang dilakukan oleh mitra kerja untuk mendukung teknologi dan lokasi bisnis baru, serta pemberlakuan dan penerapan standar pelayanan mitra kerja yang lebih ketat.
Perusahaan juga telah meningkatkan investasi di divisi penelitian dan pengembangan serta meluncurkan produk-produk dan layanan yang membantu perusahaan memenuhi beragam kebutuhan terbaru mereka seperti perlindungan terhadap Advanced Persistent Threat (APT) serta penggunaan aplikasi yang aman. Beberapa varian solusi yang diluncurkan Fortinet yang menjalankan prosesor terbaru NP6 juga berhasil memecahkan rekor performa.
Patrice Perche, Senior Vice President for International Sales & Support Fortinet, menyatakan, “IDC adalah referensi terpercaya di industri TI dan data yang mereka keluarkan merupakan validasi fakta bahwa semakin banyak perusahaan yang menggunakan produk solusi keamanan jaringan Fortinet yang berperforma tinggi dan efektif untuk kebutuhan bisnis mereka. Kami akan terus berinvestasi di kawasan ini dan menjalankan rencana bisnis yang agresif untuk lebih meningkatkan pangsa pasar kami di Asia Pasifik.”














