Solusi Data Center Dell: Dari Klasik Hingga Modular

Reading time:
November 5, 2014

Salah satu tulang punggung dari solusi end-to-end Dell adalah solusi server dan data center mereka. Untuk urusan ini, Dell telah mencurahkan upaya yang sangat besar dan tingkat adopsinya pun meningkat dengan sangat baik di seluruh dunia.

Menurut pihak Dell, 60% solusi server Dell terpasang di dalam ruang Data Center klasik. Ruang semacam ini adalah ruang server khusus yang sering kita temui di dalam gedung perusahaan besar. Di dalam ruang ini tersedia rak-rak server dan pendinginan khusus untuk mendinginkan server dalam jumlah besar.

DSCF4065

Kami pun diajak berkunjung ke ruang data center Dell yang cukup besar dan sarat dengan beragam teknologi baru. Mulai dari switch berkecepatan super kencang, server data dengan beragam jenis storage, hingga server untuk komputasi virtual yang diperkuat dengan jajaran GPU. Menurut pihak Dell, GPU yang digunakan adalah K1, K2, K20, dan Dell pun akan segera menggunakan K80 dari NVIDIA.

Selain solusi dalam data center klasik, 20% solusi server Dell adalah server sederhana. Server semacam ini kerap memiliki bentuk sama dengan komputer biasa dan diposisikan di dalam ruang kantor biasa. Server jenis ini masih banyak digunakan untuk kebutuhan komputasi yang tidak terlalu besar dan kapasitas kecil. Solusi yang paling menarik bagi kami adalah solusi berikutnya, yang membawa kami bertandang ke lapangan parkir di markas besar Dell.

Modular Data Center Program

Jenis solusi Data Center yang paling menarik bagi kami adalah solusi modular yang diperkenalkan Dell. Di lapangan parkir markas besar Dell, kami diperkenalkan dengan Modular Data Center yang dikembangkan Dell bersama klien-klien dan partnernya.

DSCF4059

Apa yang ingin dicapai Dell dengan solusi ini? Dell berusaha mencapai solusi masalah Data Center yang kini kerap muncul, seperti masalah terbatasnya ruang, konsumsi daya, lamanya waktu pembangunan Data Center, dan pendinginan yang tepat.

Modular Data Center ini bisa dipasang hampir di segala lokasi. Solusi ini pun langsung datang dengan solusi pembangkit listrik dan solusi pendinginan terpadu. Modular Data Center yang diperlihatkan pada kami ini mampu menangani 1080 server di dalamnya. Total lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membangun Modular Data Center ini hanya 3 bulan.

Anda dapat melihat video timelapse pembangunan Modular Data Center ini di:

Dell pun berbagi kisah sukses Modular Data Center yang boleh mereka bagi pada kami (atas persetujuan klien). Klien pertama yang dipaparkan adalah ebay. Situs lelang ini sempat menghadapi masalah dalam pengembangan data center mereka. Gedung mereka sudah tidak mencukupi untuk penambahan server, sementara mereka membutuhkan instalasi banyak server baru. Akhirnya, ebay menggunakan solusi Modular Data Center dari Dell. Pemasangannya, dilakukan di pelataran atap kantor ebay. Karena tidak membutuhkan pembangunan konstruksi khusus dari beton, solusi ini menjadi pilihan yang tepat dan cepat.

DSCF4064

Klien kedua yang juga menggunakan solusi unik Dell ini adalah Microsoft Bing Map. Dengan adanya 2 pusat data center Bing Map di pantai barat dan timur Amerika Serikat, Bing Map memiliki masalah latensi di sisi tengah Amerika Serikat. Solusi cepat harus dicapai. Dell Modular Data Center menjadi pilihan Microsoft, dan dibangunlah sebuah data center di luar Boulder, Colorado. Solusi ini berhasil membuat penggunaan Bing Map di segala penjuru Amerika Serikat menjadi jauh lebih responsif.

Anda pun dapat mengikuti tour singkat Dell Modular Data Center melalui video ini:

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…

Gaming

June 23, 2026 - 0

Rumor: Xbox Project Helix Diklaim Bisa Sentuh Harga $1200

Spekulasi baru akan harga console next-gen Xbox Project Helix kembali…
June 23, 2026 - 0

Steam Machine Umumkan Harga Resmi, Model Termurah di Atas $1000

Kekhawatiran gamer yang menantikan Steam Machine akhirnya terjadi juga, ketika…
June 22, 2026 - 0

Honkai: Nexus Anima Siapkan Closed Beta Baru, Hadirkan Karakter dan Sistem Baru

HoYoverse akan menggelar closed beta dari game monster collection baru…
June 22, 2026 - 0

SteamOS 3.8 Resmi Meluncur, Beri Dukungan Awal untuk Steam Machine

SteamOS 3.8 resmi dirilis dengan dukungan awal untuk Steam Machine,…