Direct Release: Perusahaan Menanggung Kerugian Dua Kali Lipat Ketika Infrastruktur Virtual Diserang

Reading time:
September 3, 2015
iklan malware

03 September 2015

Perusahaan harus membayar dengan harga yang mahal untuk kembali pulih dari serangan cyber, apalagi jika infrastruktur virtual terkena dampaknya pada saat kejadian. Perusahaan membayar rata-rata lebih dari US$ 800.000 untuk pulih dari pelanggaran keamanan, yaitu dua kali lebih banyak dibandingkan dengan insiden yang hanya melibatkan infrastruktur fisik. Ini adalah salah satu temuan utama dari laporan khusus mengenai Keamanan the Security of Virtual Infrastructure yang dilakukan oeh Kaspersky Lab, berdasarkan survei di seluruh dunia kepada 5.500 perusahaan yang bekerja sama dengan B2B International pada tahun 2015.

Menurut laporan itu, UKM mengalami pola yang sama seperti perusahaan. Rata-rata UKM melaporkan kerusakan yang mereka terima lebih dariUS$26.000 untuk setiap serangan terhadap infrastruktur fisik mereka. Namun, keterlibatan infrastruktur virtual dalam pelanggaran keamanan ini dapat mendorong kerugian hingga mendekati US$ 60.000.

Virtual Berarti Misi Penting

Alasan utama di balik biaya tambahan jika ada pelanggaran keamanan yang mempengaruhi lingkungan virtual adalah bahwa sebagian besar bisnis menggunakan infrastruktur virtual untuk operasi mereka yang paling penting. Sementara serangan terhadap node fisik mengarah pada kerugian sementara terhadap akses ke informasi bisnis yang penting dari 36% insiden yang dilaporkan, meningkat menjadi 66% ketika pelanggaran mempengaruhi server virtual dan desktop. Serangan yang mempengaruhi lingkungan virtual juga lebih sering memerlukan anggaran tambahan pada keahlian pihak ketiga. Perusahaan harus meminta bantuan tidak hanya dari konsultan IT, tetapi juga pengacara, ahli manajemen risiko dan lain-lain.

62% perusahaan yang telah menggunakan platform virtualisasi, cenderung mempercayakan platform tersebut dengan proses bisnis mereka yang paling penting.

Kompleksitas langkah-langkah keamanan dalam lingkungan virtual, serta persepsi yang salah dari lanskap ancaman adalah dua elemen tambahan yang meningkatkan biaya pemulihan lingkungan virtual. Laporan Kaspersky Lab menunjukkan bahwa 42% perusahaan mempercayai bahwa risiko keamanan di lingkungan virtual secara signifikan lebih rendah dibandingkan lingkungan ‘fisik’. 45% perusahaan melaporkan bahwa manajemen keamanan di lingkungan virtual dianggap sebagai sebuah masalah. Selain itu, hanya 27% dari perusahaan telah mengembangkan solusi keamanan, yang dirancang khusus untuk lingkungan virtual.

“Perusahaan berharap bahwa dengan beralih ke virtual akan menurunkan pengeluaran TI mereka dan merampingkan infrastruktur mereka. Namun, hasil survei menunjukkan bahwa jika tidak ada perhatian yang cukup dikeluarkan untuk masalah keamanan di lingkungan virtual, maka pengeluaran dapat melebihi manfaat. Pandangan kami adalah bahwa perusahaan harus menggunakan solusi keamanan yang disesuaikan danvirtual-aware dengan manajemen terpusat dan pelaporan. Solusi ini juga harus memiliki dampak yang rendah pada sumber daya, tingkat deteksi yang tinggi dan kemampuan untuk melihat aktivitas yang mencurigakan dengan segera,” ujar Matvey Voytov, Corporate Products Group Manager, Kaspersky Lab.

Untuk mengunduh laporan lengkap dengan statistik tambahan pada penggunaan platform virtualisasi klik disini

Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang Kaspersky Security for Virtualization, solusi yang disesuaikan untuk lingkungan virtual, di situs resmiKaspersky Lab.

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 30, 2026 - 0

GTA 6 Dikabarkan Butuh Download 210 GB di PS5

GTA 6 dikabarkan akan meminta pemainnya untuk mengunduh file data…
October 30, 2026 - 0

Razer Hadirkan Reclusa Mini 65%, Keyboard Ringkas Dengan Magnetic Switch

Razer Reclusa Mini tampil sebagai keyboard gaming berskala 65% dengan…
October 30, 2026 - 0

ASUS Rilis ROG Swift OLED PG259QWS Ace & Strix OLED XG259QWPG Ace

ASUS ROG merilis monitor gaming kelas OLED 720Hz dan 540Hz…
October 30, 2026 - 0

Sony Hadirkan Cover Transparan Prism Collection Untuk DualSense & PS5

Sony merilis cover transparan bernama Prism Collection untuk DualSense dan…