LG G6 Masih akan Hadirkan Sistem Modular

Reading time:
October 25, 2016
LG G6 Masih akan Hadirkan Sistem Modular

Beberapa waktu lalu, berdasarkan laporan yang diterima dari Korea, ada rumor yang mengatakan bahwa LG G6 akan menghentikan sistem modular yang dimilikinya sejak LG G5. Hal ini dikarenakan kurangnya antisipasi dan ketertarikan akan fitur modular tersebut, sehingga menimbulkan permasalahan dari segi penjualannya.

Walau begitu, kabar terbaru yang didapatkan dari AndroidPIT, dikatakan bahwa LG masih akan memberikan sistem modular “Friends” terhadap LG G6, dan tidak sepenuhnya meninggalkan sistem tersebut. Dari pernyataan pihak LG secara resmi mengatakan bahwa laporan tentang penghapusan sistem modular di LG G6 tersebut hanyalah kabar spekulasi biasa. Disebut bahwa LG tidak membuat keputusan apapun tentang penghapusan modular, dan tengah mencari sisi lain berdasarkan kebutuhan dan ekspektasi dari konsumer saat ini yang berpotensial.

Untuk mendukung pernyataan ini, sebulan sebelumnya LG sempat mengatakan bahwa mereka takkan menghentikan sistem modular. Namun demikian, pernyataan pihak resmi LG sendiri terdengar masih ambigu, cenderung masih mempertimbangkan apakah mereka akan meninggalkan sistem modular atau tidak. Keputusan apapun yang akan diambil oleh LG untuk G6 mereka, masih harus menunggu hingga 2017 mendatang.

Share

Apa Itu LLM? Ini Penjelasan dan Cara Kerjanya

Author
Deliusno
Reading time:
August 20, 2026

Apa itu LLM? Pertanyaan ini kerap muncul ketika ada pembahasan mengenai chatbot populer, seperti ChatGPT, Gemini, hingga Claude. Layanan-layanan tersebut juga kerap disebut sebagai layanan Kecerdasan Buatan (AI). Sehingga banyak yang berpikir bahwa LLM itu sama dengan AI. Padahal, LLM adalah salah satu jenis model AI, bukan sinonim AI secara keseluruhan.

Kalau kalian masih bingung dengan konsep AI secara umum, kami sudah membahasnya di artikel Apa Itu AI.

Lantas, apa itu LLM? Simak terus artikel ini untuk mengetahui penjelasannya.

Apa itu LLM?

apa itu llm

LLM merupakan kependekan dari Large Language Model, yakni model AI yang dibuat untuk memahami dan menghasilkan bahasa. Misalkan kalian menanyakan suatu hal, LLM akan memproses pertanyaan tersebut dan menghasilkan jawaban sesuai konteks.

Contoh pengaplikasian LLM sendiri ada banyak. Beberapa di antaranya adalah untuk menjawab pertanyaan, membuat teks (entah itu membuat jawaban esai, lirik lagu, bahkan naskah novel), merangkum sebuah materi, menerjemahkan sesuai konteks, hingga membuat coding.

Baca Juga: ChatGPT for Teens Resmi Hadir, Tak Langsung Kasih Jawaban Tugas

Kenapa Disebut Large Language Model?

chatbot ai

Penjelasan untuk poin ini bisa jadi sangat teknis. Akan tetapi, mari kita bikin gampang saja agar kalian lebih mudah mengerti. Untuk itu, mari kita bedah satu per satu kata yang ada dari LLM:

  • Large: Model AI yang satu ini menggunakan jumlah parameter dan data pelatihan yang sangat besar. Jumlah parameter pada LLM modern bahkan bisa mencapai miliaran hingga lebih.
  • Language: Model AI ini dirancang untuk memproses bahasa manusia, seperti bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan sebagainya. Karena itu, LLM dapat digunakan untuk memahami pertanyaan dan menghasilkan teks dalam bahasa manusia. Kemampuan model AI modern juga sudah berkembang sehingga dapat bekerja dengan kode, gambar, hingga audio.
  • Model: Sistem yang belajar pola dari data untuk menghasilkan output berdasarkan konteks yang diberikan.

Bagaimana Cara Kerja LLM?

apakah ai bisa berbohong

Poin ini juga sebenarnya sangat teknis untuk dijelaskan. Untuk mempermudah, mari kita gunakan analogi. Anggap LLM seperti seseorang yang sudah membaca buku dalam jumlah sangat banyak dari sebuah perpustakaan raksasa. Nah, si LLM itu jadi sudah “berisi” sehingga bisa memprediksi token yang paling mungkin muncul berikutnya berdasarkan pola yang sudah dipelajari.

Secara sederhana, cara kerja LLM itu adalah teks → token → diproses model → prediksi → respons.

Kalau mau tahu sedikit tentang teknisnya, ada beberapa teknologi yang membuat LLM bisa bekerja:

  • Transformer: arsitektur yang memproses hubungan antarbagian dalam sebuah kalimat sehingga konteksnya bisa lebih mudah dipahami.
  • Attention: mekanisme dalam Transformer yang membantu menentukan bagian mana dari sebuah kalimat yang perlu lebih diperhatikan.
  • Embedding: proses mengubah kata atau token menjadi representasi berupa angka agar bisa diproses oleh model.
  • Matrix: berbagai operasi matematika yang digunakan model untuk mengolah angka dan hubungan antar-token.

Tidak perlu pusing dengan istilah-istilah tersebut. Yang penting, teknologi tersebut bekerja bersama-sama agar LLM bisa memproses input dan menghasilkan respons.

Apakah LLM Benar-Benar Memahami Bahasa?

Google AI

Menariknya, terkadang kita merasa model LLM seperti benar-benar memahami bahasa atau percakapan. LLM memang bisa menghasilkan kalimat yang terlihat sangat memahami konteks. Akan tetapi, cara kerjanya berbeda dengan manusia.

Manusia menggunakan otak untuk memahami percakapan dan konteks pembicaraan. Nah, model LLM mengenali pola dan hubungan antar-token untuk menghasilkan respons. Karena itu, LLM juga bisa menghasilkan jawaban yang terdengar meyakinkan tetapi salah. Hal tersebut bisa terjadi ketika model menghasilkan prediksi yang kurang tepat.

Lantas, apakah AI bisa berbohong? Kami sudah membahasnya di artikel Apakah AI Bisa Berbohong berikut ini.

Baca Juga: Kerja Sama dengan OpenAI, Semua Karyawan Samsung Bakal Pakai ChatGPT!

Apa Contoh LLM?

openai chatgpt

Sekarang sudah tahu apa itu LLM. Lantas, apa saja contohnya?

Beberapa LLM yang populer antara lain:

  • GPT — keluarga LLM yang dikembangkan OpenAI dan digunakan oleh ChatGPT.
  • Gemini — keluarga model AI yang dikembangkan Google.
  • Claude — keluarga model AI yang dikembangkan Anthropic.
  • Llama — keluarga LLM yang dikembangkan Meta.
  • Mistral — keluarga model AI yang dikembangkan Mistral AI.

Nah, ada sedikit hal yang sering bikin bingung. ChatGPT sebenarnya bukan nama LLM, melainkan layanan AI yang menggunakan LLM dari keluarga GPT. Jadi, gampangnya, GPT adalah modelnya, sedangkan ChatGPT adalah layanan yang menggunakan model tersebut. Kelima keluarga model tersebut dapat digunakan untuk berbagai tugas berbasis bahasa, meski kemampuan dan arsitektur masing-masing tentu berbeda.

Apa Bedanya LLM dengan AI?

Apa itu AI

Kalau masih bingung dengan perbedaan LLM dan AI, sebenarnya jawabannya sederhana. AI merupakan istilah yang jauh lebih luas, sementara LLM adalah salah satu jenis model AI.

Gampangnya begini, AI bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Misalnya, AI untuk mengenali wajah, mendeteksi objek dalam foto, memberikan rekomendasi film, hingga mengendarai kendaraan secara otomatis.

Sementara itu, LLM lebih fokus pada kemampuan yang berhubungan dengan bahasa. Model tersebut bisa digunakan untuk memahami pertanyaan, menghasilkan teks, menerjemahkan bahasa, merangkum materi, hingga membantu membuat kode.

Jadi, LLM adalah bagian dari dunia AI, bukan sesuatu yang terpisah dari AI. Kalau AI diibaratkan sebagai sebuah payung besar, LLM adalah salah satu bagian yang berada di bawah payung tersebut.

Kesimpulan

Jadi, apa itu LLM? LLM atau Large Language Model adalah model AI yang dirancang untuk memproses dan menghasilkan bahasa berdasarkan pola yang dipelajari dari data dalam jumlah besar.

LLM dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari menjawab pertanyaan, membuat teks, menerjemahkan bahasa, merangkum materi, hingga membantu membuat kode. Beberapa keluarga model yang populer antara lain GPT, Gemini, Claude, Llama, dan Mistral.

Namun, LLM bukan berarti AI secara keseluruhan. LLM hanyalah salah satu jenis model AI yang fokus pada bahasa. Tidak semua teknologi AI membutuhkan LLM karena ada banyak model lain yang dibuat untuk kebutuhan berbeda.

Jadi, kalau selama ini kalian mengira AI dan LLM adalah hal yang sama, sekarang sudah tahu kan perbedaannya?

Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…