Wujudkan ‘Silicon Valley Indonesia’, SML Butuh Banyak Mitra
Seperti yang telah dilakukan dalam beberapa aktivitas CSR antara lain RTH dan RPTRA Kalijodo, Revitalisasi Pasar Rakyat, dan program SDGs2030. Sementara di dunia teknologi, Sinar Mas Land telah mengerjakan proyek transformasi BSD City sebagai Smart City.
“Realisasi BSD City sebagai Integrated Smart Digital CIty sudah menunjukan proses mulai dari banyaknya fasilitas infrastruktur digital yang hadir di BSD City, serta persiapan pembangunan Digital Hub,” ujar Dhony Rahajoe selaku Managing Director Persident Office Sinar Mas Land. Selain itu, kehadiran OneSmile Mobile Aplication sebagai penyedia informasi di seluruh BSD City mulai dari transportasi, makanan, servis, pembayaran bagi para masyarakat sekitar dan kehadiran One Smart Connect sebagai penyedia free wi-fi public dengan kecepatan hingga 1Gbps menunjukan progres transformasi BSD City ke arah Integrated Smart Digital City.
Komitmen SML dalam membangun Digital Hub di BSD City dan menjadikan lokasi tersebut sebagai ‘Silicon Valley’ Indonesia telah mulai berjalan. Seperti yang telah dilakukan beberapa wakty lalu, dimana SML telah meresmikan WGS HUB dan Geeksfarm. Digital Hub ini akan menjadi wadah perusahaan teknologi & digital meulai dari start-up company, tech leaders, hingga institusi pendidikan yang bergerak di bidang IT Science dan intstitusi digital creative.
Beliau mengatakan bahwa generasi millenials saat ini sulit untuk belajar maupun bekerja dengan sistem formal, membutuhkan ruang khusus untuk berkembang dan mengasah potensi mereka. Untuk itulah wadah seperti WGS Hub dan GeeksFarm disediakan bagi mereka, para pemuda yang memiliki bakat di dunia IT. “Saat ini kita juga sedang fokus mencari potensi-potensi dari para pengembang game dan animasi digital,” ujar Donny.
Sinar Mas Land saat ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai mitra dari perusahaan-perusahaan IT dalam mewujudkan proyek Smart City di BSD. Beberapa mitra perusahaan IT yang telah menjalin kerja sama dengan SML antara lain Huawei, Cisco, NEC, Lintas Arta, Telkom, My Republic, Sale Stock, dan Orami. Serta dari dunia pendidikan IT seperti Purwadhika, Universitas Atma Jaya dan GeeksFarm.
Donny Rahajoe juga menjelaskan, pembangunan Digital HUB yang akan dibangun di lahan seluas 2,5 hektar tersebut tentunya membutuhkan dukungan dari banyak pihak agar dapat terealisasi. Sehingga SML membuka kesempatan kepada berbagai pihak mulai dari komunitas IT, UKM Digital hingga perusahaan IT besar untuk ikut serta dalam pembangunan Digital HUB ini.
Karena nantinya selain menjadi pusat perkembangan teknologi di tanah air seperti yang diharapkan, Digital HUB tersebut juga akan menjadi lokasi bisnis yang strategis di berbagai bidang. SML juga terus melakukan konsultasi dengan pemerintah dalam pengembangan Smart City dan Digital Hub, termasuk dengan Kementrian Pariwisata, BEKRAF, Menkominfo dan lain-lain.














