Direct Release: Huawei Tegaskan Komitmen Dukung Komersialisasi 5G

Reading time:
November 23, 2018

[London, 23 November 2018] Perusahaan global penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terkemuka Huawei menegaskan komitmennya untuk mendukung komersialisasi teknologi 5G dengan mengumumkan 22 kontrak kerja sama komersial untuk 5G bersama berbagai operator di seluruh dunia.

Ryan Ding Huaweis Executive Director and President of Carrier BG delivering a keynote speech during MBBF 2018 in London

“Huawei telah mendapat pengakuan terhadap kemampuan solusi 5G yang bersifat end-to-end. Sejauh ini kami telah menandatangani 22 kontrak komersial untuk 5G dan bekerja sama dengan lebih dari 50 operator untuk ujicoba 5G. Lewat investasi dan inovasi yang berkesinambungan, kami berkomitmen untuk membantu operator dalam mengimplementasikan jaringan 5G dengan mudah, cepat dan efisien,” kata Executive Director dan President Grup Bisnis Jaringan Huawei, Ryan Ding dalam gelaran Global Mobile Broadband Forum (MBBF) di London, Inggris.

Dalam sesi pemaparan utama yang berjudul “5G is ON, Taking Mobile to New Horizons”, Ding menekankan bahwa teknologi 5G akan mengantarkan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memasuki era baru karena peningkatan kapasitas koneksi hingga sepuluh kali lipat. Teknologi 5G disebut akan menghadirkan peluang bisnis baru dalam industri selular. Rilis 15– spesifikasi pertama untuk 5G– berfokus pada enhanced mobile broadband (eMBB) yang akan memungkinkan setiap individu mengonsumsi lebih banyak lagi lewat koneksi yang dihadirkan.

“5G memungkinkan setiap rumah memiliki bandwith berkecepatan tinggi, sekaligus menjadikan koneksi berbasis WTTx sebagai pilihan utama. Teknologi tersebut juga memungkinkan berbagai skenario seperti koneksi massal, kecepatan supercepat, dan latensi ultra-rendah yang akan menciptakan bisnis model baru serta menghadirkan nilai bisnis tambahan bagi operator,” kata Ding.

Ding memaparkan saat ini sejumlah operator telah mengambil langkah terdepan dalam pengimplementasian 5G, karena mereka yang tergolong sebagai early adopter akan merasakan manfaat terlebih dulu.

Lebih lanjut, dia mengatakan perkembangan teknologi 5G begitu cepat dikarenakan dua faktor. Pertama, negara yang menjadi early adopter 5G adalah Negara maju yang mewakili sepertiga populasi dunia, sehingga skala adopsinya lebih besar daripada era gelombang komersialisasi 3G dan 4G. Kedua, pelopor 5G adalah industri perangkat. Ponsel pintar 5G yang pertama akan segera hadir pada 2019, termasuk ponsel lipat 5G yang akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengguna. Para pemimpin industri ponsel diprediksi akan meluncurkan ponsel budget (dengan harga sekitar 100 dolar AS) segera setelah jaringan 5G resmi bergulir secara komersial.

“Setiap generasi jaringan memiliki tantangannya sendiri, termasuk komersialisasi 5G. Kami menganalisis kompleksitasnya dan menghadirkan dengan cara yg mudah. Kolaborasi yang erat dengan operator akan memungkinkan kami untuk menghadirkan kemudahan tersebut,” kata Ding.

Dalam pemaparannya Ding juga mengenalkan solusi inovatif Huawei dalam memudahkan implementasi 5G bagi operator. Solusi kompak Massive MIMO adalah unit antena aktif (AAU) terkecil dan teringan di dunia, namun kuat dan dapat diandalkan bahkan dalam skenario bencana topan level-15. Solusi tersebut sekaligus dapat mengurangi biaya operasional sewa yang dikeluarkan operator. Selain itu, Huawei juga menyediakan solusi decoupling yang memungkinkan tersedianya jaringan 4G dan 5G C-band secara bersamaan, sehingga pengguna semakin nyaman dalam berselancar. Sementara solusi 5G power dan microwave membantu operator dalam membangun jaringan 5G dengan lebih cepat dan mudah, plus biaya yang lebih murah. Huawei juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam membantu operator menyederhanakan operasi dan pemeliharaan jaringan serta memangkas biaya operasional mereka.

“Perbuatan berbicara lebih keras dari sekedar kata-kata, 5G sudah dimulai dan kami siap untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam mendorong perkembangan industri berbasis 5G,” kata Ding.

Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 31, 2026 - 0

Visa Gandeng MOONTON Untuk Perkuat Ekosistem Gaming Indonesia

Visa berkolaborasi dengan MOONTON sebagai Global Payment Partner M Series…
October 31, 2026 - 0

GameSir G7 Pro Controller Bawa Nuansa Vice City Dari GTA 6

GameSir luncurkan G7 Pro Sunset Boulevard dan Ocean Breeze, hadirkan…
October 31, 2026 - 0

Nintendo Indie World Showcase Pamerkan 23 Game Indie

Nintendo Indie World Showcase untuk Oktober 2026 menampilkan 23 game…
October 30, 2026 - 0

GTA 6 Dikabarkan Butuh Download 210 GB di PS5

GTA 6 dikabarkan akan meminta pemainnya untuk mengunduh file data…