Slack Gunakan Data Pengguna untuk Melatih Model AI?

Slack yang merupakan aplikasi populer untuk bertukar pesan di ranah bisnis dan profesional, dilaporkan tengah melatih model AI miliknya dengan memberikan data pesan pengguna, file, dan konten lainnya tanpa ijin secara jelas. Walau pelatihan model AI di Slack ini bersifat opsional, pengguna tetap butuh meminta admin Slack organisasi yang diikuti oleh si pengguna untuk bisa menonaktifkan fungsi ini dengan cara yang juga tidak kalah rumitnya.
Ditemukan oleh Corey Quinn, eksekutif dari DuckBill Group, di mana ia menemukan adanya soal pengambilan data pengguna untuk melatih model AI di dalam peraturan privasi pada Slack. Dalam aturan ini menyebutkan bahwa Slack menganalisa data pelanggan yang dikirim ke Slack beserta informasi lainnya untuk mengembangkan model AI/ML.

Menanggapi hal ini, Slack telah mempublikasikan lewat blog resminya bahwa data pelanggan yang dimaksudkan ini tidak digunakan untuk melatih produk AI generatif di Slack yang mengandalkan LLM pihak ketiga, melainkan ke model pembelajaran mesin untuk produk seperti rekomendasi channel dan emoji, serta hasil pencarian. Slack mengatakan bahwa pihak perusahaan tidak mengakses konten pesan DM, saluran pribadi, maupun saluran publik untuk melatih model AI mereka seperti yang dituduhkan tersebut.
Namun untuk bisa menonaktifkan fungsi ini, pengguna butuh menghubungi admin organisasi Slack untuk mengirimkan email kepada perusahaan agar mereka tidak diikut sertakan dalam pengambilan data untuk melatih model AI tersebut. Hal ini sendiri cukup merepotkan karena pengguna tidak bisa menonaktifkannya secara mandiri.
Slack sendiri menegaskan bahwa tidak akan ada data pelanggan yang dibocorkan kepada pihak ketiga untuk perihal mesin pembelajaran milik perusahaan tersebut, tapi ada baiknya bagi Anda yang sering menggunakan Slack untuk sehari-hari untuk tetap waspada dan berhati-hati soal kebijakan privasi Slack ini.
(sumber)













