Intel Pamer GPU 480GB, Ethernet 200GbE, hingga Framework Robotika di Computex 2026

Author
Irham
Reading time:
June 1, 2026

Intel datang ke Computex 2026 dengan daftar pengumuman yang cukup panjang. Selain meluncurkan prosesor server Xeon 6+, perusahaan juga memperkenalkan controller Ethernet baru untuk data center AI, mengungkap lebih banyak detail GPU Crescent Island, serta membawa framework baru yang ditujukan untuk robot dan Physical AI.

Intel Computx 2026

Sebagian besar teknologi yang dipamerkan memang berkaitan dengan AI, tetapi Intel tidak hanya berbicara soal model bahasa besar atau akselerator komputasi. Presentasi perusahaan tahun ini lebih banyak membahas infrastruktur yang dibutuhkan dan jadi aspek penting buat menjalankan AI dalam skala besar, mulai dari server, jaringan, hingga robotika.

Intel Ethernet E835

Intel Ethernet E835
Intel Ethernet E835

Di sisi jaringan, Intel memperkenalkan Ethernet E835 yang mendukung konfigurasi hingga 200GbE. Produk ini ditujukan untuk lingkungan data center modern yang harus menangani lalu lintas data dalam jumlah besar antar server, storage, dan akselerator AI. Adapter tersebut mendukung RDMA untuk mengurangi beban CPU saat transfer data dan tersedia dalam berbagai konfigurasi mulai dari 10GbE hingga 200GbE.

GPU Data Center 480GB, Intel “Crescent Island”

Intel juga mengungkap lebih banyak informasi mengenai GPU data center generasi berikutnya yang memiliki nama kode “Crescent Island.” Produk ini dibangun menggunakan arsitektur Xe 3P dan dirancang untuk menangani beban kerja AI yang semakin berat, terutama ketika model AI terus bertambah besar dan membutuhkan kapasitas memori yang lebih tinggi.

Screenshot 1 6 2026 12490

Spesifikasi yang paling mencolok adalah penggunaan memori LPDDR5X hingga 480GB. Kapasitas sebesar itu jauh melampaui kebanyakan GPU AI saat ini dan memungkinkan lebih banyak model atau data berada langsung di dalam memori GPU. Crescent Island juga menggunakan desain PCIe dengan pendingin udara dan memiliki konsumsi daya sekitar 350W.

Intel menilai kebutuhan memori akan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan Agentic AI. Berbeda dengan chatbot biasa yang hanya menjalankan satu kali inferensi, Agentic AI dapat menjalankan banyak proses secara berulang untuk melakukan perencanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Akibatnya, kebutuhan token, kapasitas memori, serta bandwidth sistem meningkat drastis.

Baca Juga: Intel Xeon 6+ Resmi Meluncur, Bawa Hingga 288 Core dan Teknologi Intel 18A • Jagat Review

Framework Robotika OpenVINO

Selain perangkat keras untuk data center, Intel juga memperkenalkan OpenVINO Physical AI Framework. Framework open-source ini dibuat untuk membantu pengembang menjalankan model AI pada robot tanpa harus membangun ulang berbagai komponen dasar seperti pipeline kamera, sensor, sistem keselamatan, dan kontrol gerakan.

Menurut Intel, salah satu hambatan terbesar di industri robotika saat ini adalah proses deployment. Banyak model AI dapat berjalan dengan baik di laboratorium, tetapi membutuhkan pekerjaan tambahan yang cukup besar sebelum bisa digunakan pada robot di lingkungan nyata. OpenVINO Physical AI dirancang untuk mengurangi pekerjaan tersebut dengan menyediakan fondasi perangkat lunak yang dapat digunakan di berbagai platform robot.

Intel memperlihatkan sejumlah contoh penggunaan framework tersebut pada robot industri, robot layanan, kendaraan otonom, hingga humanoid. Perusahaan juga menampilkan hasil pengujian internal yang menunjukkan platform berbasis Intel Core Ultra dapat bersaing dengan sejumlah solusi robotika yang menggunakan hardware NVIDIA.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 16, 2026 - 0

Review Dell Pro 14 Essential: Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana?

Dell jualan laptop bisnis terjangkau di Indonesia? Iya, kalian gak…
July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…
July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…

Gaming

July 16, 2026 - 0

Sony Terancam Gugatan Rp7,4 Triliun Akibat Keputusan Tinggalkan Disc

Sony menghadapi gugatan USD 457 juta di Belanda setelah keputusan…
July 16, 2026 - 0

ASUS ROG Jual RTX 5090 Termahalnya, Apa yang Ditawarkan?

ASUS resmi membanderol graphics card ASUS ROG Astral RTX 5090…
July 16, 2026 - 0

Dibuat Sepenuhnya dengan AI, Game Capybara Ini Menangkan USD 25.000

Developer iOS memenangkan USD 25.000 lewat game Capybara yang dikembangkan…
July 16, 2026 - 0

AMD Rilis Hardware Edisi Khusus VALORANT, Sayangnya Tidak Dijual Bebas

AMD memperkenalkan hardware edisi terbatas VALORANT VCTCN 2026, tetapi seluruh…