[PR] Dell Pimpin Pergeseran ke Data Center Tanpa Pendingin Dengan Menggunakan Teknologi Udara Segar(Fresh Air)

Reading time:
August 8, 2011

JAKARTA, Indonesia, 08 Agustus 2011 – Dell mengumumkan hari ini tersedianya solusi data center terintegrasi yang memungkinkan para pelanggannya secara konfidensial mengoperasikan fasilitasnya pada temperatur yang lebih tinggi bahkan tanpa alat pendingin sekalipun.

Perangkat-perangkat server, storage dan solusi jaringan mampu menghasilkan temperatur jangka pendek hingga 113 F (45 C) saat operasional berlangsung dengan berbasis ekskursi, yang mana telah diuji, divalidasi dan dijamin  untuk beroperasi sesuai dengan petunjuk tempertatur dan humiditas tertinggi saat ini yang telah diterbitkan oleh ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers).  Ini adalah temperatur tertinggi yang dijamin pada server mainstream di industri saat ini.

Dengan memanfaatkan keuntungan dan kehandalan thermal yang secara teknis diimplementasi ke dalam portfolio perangkat yang ada, maka para pelanggan dapat menjalankan data center mereka dalam kondisi yang lebih hangat, dengan demikian akan membantu guna menurunkan tambahan biaya maintenance dan infrastruktur, sementara memungkinkan untuk menurunkan konsumsi energi secara keseluruhan.

Tren pada disain data center menaruh penekanan pada efisiensi biaya dan manfaatnya yang dapat dicapai dengan temperatur operasional yang lebih tinggi.  Sebagai tambahan pada standar ASHRAE yang ditetapkan, The Institute for Energy, sebuah institusi pemberi petunjuk diEropa telah menerbitkan “European Union Code of Conduct for Data Centres,” di mana memberikan tantangan pada manufaktur TI guna meningkatkan batas lingkungan yang diperbolehkan dan menetapkan sebuah tujuan yang memungkinkan bagi disain fasilitas data center tanpa pendingin.

Konstruksi data center baru telah dicontohkan oleh perusahaan-perusahaan seperti Google, Facebook dan Yahoo, yang telah bergeser pada pendingin data center udara segar(fresh air)yang tidak tergantung pada teknologi pendingin (chiller).Namun, saat ini maksimumsuhustandar yang diperbolehkanmencapai 95 F (35 C) untukperangkat TIsehinggamembatasilokasi di manaperangkatdapatdigunakantanpaharusmemilikifasilitasbackup chilleruntukperangkat yang mengelurkansuhutinggi.

Guna memenuhi kebutuhan perusahaan yang memiliki kebutuhan yang lebih luas guna mempekerjakan disain fasilitas yang lebih efisien dan ekonomis, maka Dell telah mevalidasi sebuah portfolio server, storage, jaringan dan infrastruktur energi yang memberikan jangka pendek operasional berbasis ekskursi dengan dampak terbatas pada performa di lingkungan yang lebih luas.

Sejalan dengan klasifikasi ASHRAE A3 dan A4 baru yang lebih ketat, sistemDell telah di kembangkan untuk menghasilkan operasional yang berkelanjutan pada temperatur antara minus 23 F (5 C) hingga 113 F (45 C) dan humiditas yang diperbolehkan dari 5 persen hingga 90 persen.

Ketahanan disain pada level ini telah mendapatkan validasi dari pengujian yang baru-baru ini dijalankan dan menunjukan bahwa produk-produk tersebut dapat mentolerir hingga 900 jam operasional per tahun pada suhu 104 F (40 C) danhingga 90 jampada suhu 113 F (45 C)[1].

Dengan mengimplementasi server-server, storage atau switch jaringan Dell dengan menggunakan kemampuan Fresh Airakan memberikan para pelanggan fleksibilitas yang lebih besar bagi temperatur operasional data center, yang merupakan praktek terbaik guna membantu meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan biaya operasional.  Di beberapa situasi, biaya kapital untuk membangun sebuah pabrik pendingin(chiller) sebagai bagian dari fasilitas data center secara keseluruhan dapat ditiadakan.  Dengan demikian, hal ini dapat menghasilkan lebih dari $100K per megawatt (MW) pengiritan pada operasional TI dan mengeliminasi pengeluaran kapital TI kira-kira sebesar $3M per MW[2]. Sebagai tambahan, sistem TI yang dapat mentoleransi temperatur yang lebih tinggi tersebut dapat menurunkan resiko gagal TI saat fasillitas pendingin padam1.

Quotes:

“Banyak perusahaan terutama perusahaan-perusahaan yang bergerak di usaha layanan cloud saat ini lebih fokus untuk mendorong lebih banyak efisiensi yang dapat dihasilkan saat mengoperasikan data center mereka.  Teknologi data center Dell dengan kemampuan Fresh Air–nya memungkinkan perusahaan untuk melakukan peningkatan konsumsi energi yang agresif yang menghasilkan biaya operasional yang lebih kecil bahkan pada data center yang telah ekonomis karena pendingin.  Solusi total Fresh Airdenganthermal, kehandalan dan sistem teknis yang tervalidasi secara penuh berbasis pada teknis dan disain yang unggul.”  – Forrest Norrod, vice president and general manager, server platforms di Dell.

“Dengan peningkatan biaya energi dan kekhawatiran global pada konsumsi energi dan karbon yang melebihi batas, maka data center di seluruh dunia memprioritaskan untuk menurunkan biaya pendingin infrastruktur.  Solusi Fresh Air cooling dari Dell mengkombinasikannya dengan server yang menggunakan prosesor Intel Xeon berjalan pada ambang temperatur yang lebih tinggi merupakan terobosan untuk data center yang efisien. ”—Jason Waxman, general manager of High Density Computing di Intel.


[1]“Chiller-less Facilities:They May Be CloserThan You Think,” David Moss, et al., June 2011,http://attachments.wetpaintserv.us/5HcNf7EI-Y_HGVO2PuWj0w411057

[2]Savings assumes $0.07 per KW/hr and/or $.20 per KW/hrCapEx and OpEx savings per megawatt of IT equipment

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 31, 2026 - 0

Nintendo Indie World Showcase Pamerkan 23 Game Indie

Nintendo Indie World Showcase untuk Oktober 2026 menampilkan 23 game…
October 30, 2026 - 0

GTA 6 Dikabarkan Butuh Download 210 GB di PS5

GTA 6 dikabarkan akan meminta pemainnya untuk mengunduh file data…
October 30, 2026 - 0

Razer Hadirkan Reclusa Mini 65%, Keyboard Ringkas Dengan Magnetic Switch

Razer Reclusa Mini tampil sebagai keyboard gaming berskala 65% dengan…
October 30, 2026 - 0

ASUS Rilis ROG Swift OLED PG259QWS Ace & Strix OLED XG259QWPG Ace

ASUS ROG merilis monitor gaming kelas OLED 720Hz dan 540Hz…