[PR] Intel Indonesia Tandatangani Nota Kesepakatan dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan DIY Guna Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Yogyakarta, 31 Maret 2011—Intel Indonesia meresmikan kerjasama strategis dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kementerian Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan dan Olahraga Propinsi Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta yang merupakan sebuah inisiatif bersama untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses belajar mengajar di provinsi D.I. Yogyakarta.
Pemerintah Provinsi DIY sendiri telah mempunyai Blueprint tentang Jogja Cyber Province yang berarti model propinsi yang melakukan transformasi layanan yang berorientasi pelanggan (masyarakat) dengan berbasis pada proses bisnis, informasi dan pengetahuan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai akselerator pembangunan wilayah propinsi yang berdaya saing, nyaman, mandiri, efisien, dan efektif.”
Dinas Pendidikan Propinsi DIY memberikan fasilitas “Gerbang Pembelajaran” kepada masyarakat untuk mendapat kesempatan menikmati pendidikan yang baik (khususnya tingkat dasar, menengah dan pendidikan luar sekolah), memberikan fasilitas bagi para guru untuk mengembangkan profesinya serta memberikan fasilitas kepada semua insan pendidikan (orang tua/wali murid, dewan pendidikan, praktisi, dan sebagainya) untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di DIY.
Untuk mempercepat terwujudnya pemerataan dan peningkatan mutu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY berkerjasama dengan beberapa pihak sebagai wujud dari Public Private partnership. Intel Indonesia Corporation diharapkan dapat mengambil bagian dari program dan kegaiatan dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut. Wujud dari partnership ini nanti akan dilakukan pembahasan detail dan bersifat berkelanjutan.
Inisiatif bersama ini akan dilaksanakan melalui program pelatihan Intel Teach. Program Intel Teach dibuat untuk meningkatkan kemampuan guru dan kepala sekolah di DIY dalam penggunaan TIK dan mengintegrasikan TIK ke dalam proses belajar mengajar
Inisiatif ini juga merupakan bagian Intel Education Initiative, komitmen Intel yang berkesinambungan di bidang sosial untuk mendukung dunia pendidikan di berbagai negara di seluruh dunia , dengan sebuah program yang mengembangkan proses belajar mengajar secara efektif dengan memanfaatkan teknologi; matematika, ilmu pengetahuan alam dan pendidikan; dan memungkinkan riset terkini. Intel Teach adalah program yang terbesar dan paling berhasil di dunia dibandingkan dengan program sejenis.
Selain itu, inisiatif ini merupakan salah satu bentuk upaya LPMP D.I. Yogyakarta untuk meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Pelatihan-pelatihan yang telah dilaksanakan oleh LPMP D.I.Yogyakarta beberapa diantaranya merupakan pelatihan-pelatihan dimana struktur program atau kurikulumnya dikembangkan melalui program Intel Teach seperti Getting Started Course (GSC), Essentials Course (EC) dan Elements Course. Pelatihan-pelatihan ini juga dilakukan untuk guru-guru di daerah-daerah terpencil, seperti GunungKidul dan Kulon Progo.
Melalui program Intel Teach, hingga saat ini LPMP D.I.Yogyakarta telah berhasil menelurkan Tenaga-tenaga Senior Teacher/Trainer (ST) dan telah melaksanakan beberapa pelatihan terhadap sejumlah guru yang ada di Provinsi D.I.Yogyakarta. Pelatihan-pelatihan Intel Teach yang telah dilakukan pada tahun 2009 dan 2010 di antaranya melibatkan lebih dari 4,000 guru di D.I. Yogyakarta.
Imelda Adhisaputra, Corporate Affairs Director, Intel Indonesia menjelaskan,” Intel Corporation melalui program Intel Teach memberikan dukungan penuh terhadap Dinas Pendidikan DIY dan LPMP DIY, dimana program ini dapat menyediakan akses untuk meningkatkan pengunaan teknologi dan solusi pendidikan. Sudah saatnya Indonesia memberikan perhatian yang mendalam dalam hal pendidikan karena masa depan bangsa ini dimulai lewat pendidikan. Pemimpin masa datang yang handal dapat tercipta melalui pendidikan yang baik dan peran serta guru sangat penting dalam membentuk karakter para calon pemimpin bangsa ini”
Lebih lanjut lagi Imelda menyatakan, “Nota kesepakatan ini merupakan salah satu usaha kami untuk terus menunjukkan konsistensi dan komitmen kami demi kemajuan mutu pendidikan di Indonesia melalui penggunaan teknologi dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.”
Adapun realisasi dari kesepakatan strategis ini direncanakan akan berlangsung dalam tiga tahapan. Tahun pertama akan dimulai proyek percontohan pelatihan guru melalui Getting Started dan Essential Course serta Pembelajaran Berbasis Proyek. Pada tahun kedua, Intel Teach akan meliputi pengembangan pelatihan guru, pelatihan kepala sekolah dan pengawas sekolah, dan uji coba 1:1 e-learning. Pada tahun ketiga, guru-guru dan kepala sekolah akan diberikan pengembangan pelatihan secara keseluruhan, kesempatan untuk mendemonstrasikan Pembelajaran Berbasis Proyek dan evaluasi program.
Sejak berdirinya di tahun 1968 Intel telah berkomitmen penuh dan menorehkan sejarah panjang di bidang pendidikan baik di Indonesia maupun secara global. Intel telah melakukan berbagai program dan para pekerja Intel sudah mendonasikan lebih dari 2,5 juta jam kerja untuk meningkatkan pendidikan di 50 negara dengan fokus pada pelatihan guru dan komunitas terkait untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi belajar mengajar dengan mengaplikasikan teknologi.
Hingga tahun 2010, sudah 9 juta guru di seluruh dunia mengikuti program Intel Teach, Intel Education Initiative telah dimulai di Indonesia sejak pertengahan tahun 2007 dan hingga kini sudah 50 ribu guru mengikuti pelatihan Intel Teach.
















