in: Direct Release | June 24, 2011 | by: Dian Syarifuddin

[PR] Lintasarta-Lintas Media Danawa Luncurkan Contact Center & Cloud ERP

Jakarta, 22 Juni 2011. Lintasarta dan Lintas Media Danawa (LMD), anak perusahaan Lintasarta, mengadakan Seminar for Distribution & Retail Company. Acara yang berlangsung pada 22 Juni 2011, di IndoChine, FX Lifestyle X’enter, Jakarta, dengan mengusung tema ”Boosting Sales Performance and Customer Satisfaction”. Turut berpartisipasi sebagai narasumber di acara ini adalah Netsuite Inc. dan PT Parazelsus Indonesia.

Dalam acara tersebut disampaikan bahwa PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) sudah siap mendukung perusahaan distribusi dalam menyediakan layanan Contact Center kepada semua supplier maupun end user-nya. Layanan Lintasarta Contact Center yang di-highlight pada seminar ini menggunakan paradigma baru Unified Contact Center yang mengintegrasikan semua komponen penting teknologi komunikasi ke dalam satu sistem. Unified Contact Center ini sudah memiliki kemampuan CTI dan ACD.

Hal tersebut dilatarbelakangi bahwa industri distribusi di Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan iklim ekonomi yang berubah-ubah dan tantangan untuk menjaga koordinasi antara supplier, distributor dan end user. Oleh karena itu, kecepatan penanganan order, pengiriman barang dan layanan pelanggan menjadi kunci sukses persaingan di segmen distribusi. Dan seiring dengan teknologi ICT yang berkembang menjadi internet-enabled world, dibutuhkan solusi yang terintegrasi baik voice, data dan multimedia dalam satu sistem, karena pelanggan distributor tidak hanya mengontak melalui telepon, tetapi juga berkembang melalui email, IM, fax, atau SMS.

“Sampai saat ini, pelanggan Lintasarta di industri trading/distributor telah mencapai lebih dari 250 pelanggan, dan dengan adanya solusi ini kami targetkan akan terus bertambah,” kata Herry Waldi Wilmar, Senior Vice President Corporate Sales Lintasarta.

Selain berperan sebagai akses komunikasi dan distribution channel, Contact Center juga mampu berperan sebagai Customer Relationship Management dengan pengembangan mini CRM yang dapat disediakan oleh Lintasarta, sehingga agent dapat mengakses informasi CRM yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan secara cepat.

“Solusi Lintasarta Contact Center memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi dengan perusahaan melalui channel yang mereka inginkan, baik melalui telepon, email, SMS, Fax, Internet,” ujar Herry Waldi.

Menurut Herry Waldi, “Dengan multichannel akses ini, otomatis jangkauan pelayanan perusahaan Anda akan lebih luas. Itulah sebabnya layanan Lintasarta Contact Center sangat sesuai bagi industri distributor yang mengutamakan service excellence bagi supplier dan end user-nya, terutama yang berada di pelosok-pelosok daerah.”

Salah satu diferensiasi Lintasarta Contact Center dibandingkan dengan penyedia layanan Contact Center lainnya yang telah ada saat ini, Lintasarta adalah pelopor penyedia layanan hosted Contact Center. “Dengan hosted Contact Center, kami merubah model bisnis TI dan cara pembiayaan TI di perusahaan Anda. TI yang tadinya sebagai investasi berubah menjadi TI sebagai utility.. TI yang tadinya sebagai aset, dibiayai dari Capital Expenses, sekarang menjadi biaya operasional rutin saja yang dibiayai melalui opex, sehingga tidak memberatkan keuangan perusahaan,” papar Herry Waldi.

Cloud ERP

Sementara itu LMD (Lintas Media Danawa) semakin serius saja menggeluti layanan cloud computing di Indonesia. Setelah bulan lalu meluncurkan Cozy (www.cozy.co.id), layanan on demand cloud server pertama di Indonesia, Rabu kemarin LMD kembali meluncurkan layanan cloud software as a service, yaitu aplikasi ERP dan CRM buat perusahaan-perusahaan di Indonesia. Menggandeng Netsuite Inc, perusahaan asal USA, LMD menawarkan model bisnis baru bagi perusahaan dalam memilih dan menjalankan aplikasi ERP dan CRM. Dengan mengadopsi model software as a service, LMD dan Netsuite menawarkan layanan berbasis pemakaian (pay as you go). Pelanggan tidak perlu investasi hardware, tidak perlu membayar lisensi OS, lisensi database, lisensi aplikasi, dan lisensi add on lainnya. Pelanggan juga tidak perlu repot dengan biaya maintenance hardware, OS, database dan software aplikasi lainnya. Dengan model bisnis ini biaya pengoperasian aplikasi ERP akan turun hingga 50% dan perusahaan juga tidak perlu mengeluarkan capital expenditure yg besar di awal, di mana tentunya ini akan mengurangi resiko bagi perusahaan.

Menurut Arief R. Yulianto, Direktur Utama LMD, layanan cloud ERP Netsuite ini adalah yang pertama di Indonesia dan ia sangat optimis layanan ini dapat diterima oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. “Kami yakin solusi dengan model bisnis baru ini akan banyak diminati perusahaan Indonesia, karena jelas sangat menguntungkan buat mereka”, kata Arief di sela-sela acara Seminar Boosting Sales Performance and Customer Satisfaction” for Distribusi dan Retail di FX Senayan hari Rabu, 22 Juni 2011.

Netsuite Inc. (www.netsuite.com) adalah penyedia layanan business suite (CRM, ERP & e-commerce) berbasis SaaS pertama dan terbesar di dunia saat ini menurut survey dari Gartner. Survey lain  dari IDC dan Gartner menunjukkan bahwa Netsuite adalah the fastest growing ERP solution di dunia. Hingga saat ini pelanggan Netsuite sudah mencapai lebih dari 7,000 perusahaan seluruh dunia. “Netsuite adalah pioneer di layanan ERP berbasis SaaS di dunia dan sudah masuk ke model bisnis ini sejak 13 tahun lalu. Reliabilitas solusi kami sudah terbukti sangat stabil saat ini serta sudah dipercaya banyak perusahaan terkenal di dunia”, kata Joni Angkasa, South East Asia Regional Channel Manager Netsuite.

Solusi Netsuite mencakup CRM, ERP, dan e-commerce yang semuanya terintegrasi dalam satu platform dan satu database sehingga menjamin akurasi data akan menajdi sangat tinggi. Tidak ada perbedaan data baik dari sudut pandang bagian keuangan, penjualan, marketing, operasi dan bagian lainnya. Aplikasi Netsuite juga memberikan dashboard yang menarik dan dapat dikustomisasi secara langsung oleh masing2 user sesuai dengan preferensi masing-masing.
“Sistem kami sangat mudah untuk dikustomisasi, bahkan untuk implementasi bisa dilakukan langsung oleh user sehingga ke depannya perusahaan dapat lebih independen dalam mengembangkan sistemnya”, tambah Joni.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES