Jakarta, 24 Oktober 2011 – Trend Micro, perusahaan keamanan global, hari ini mengumumkan bahwa perusahaan telah mengindikasi ditemukannya lebih dari 10.000 akun Facebook yang telah di-hack dan dipublikasikan tanpa seijin pemiliknya. Puluhan ribu akun Facebook tersebut di-posting ke dalam layanan berbagi file di Pastebin.
Pembajakan akun Facebook tersebut dilakukan oleh sekelompok grup hacking yang diberi nama “Tim Swastika”.
Apa yang dilakukan oleh Tim Swastika bukan kali ini saja, beberapa waktu lalu mereka juga mempublikasikan database yang dicuri dari website Kedutaan Besar India di Nepal dan pemerintahan Bhutan, melalui serangkaian serangan terhadap SQL.
Rik Ferguson, Peneliti Keamanan Senior dari Trend Micro,mengatakan: “Tim Swastika telah melakukan 2 kali posting terhadap ribuan credential data Facebook yang mereka hacked. Postingan pertama di awal Oktober lalu mereka masukkan ke dalam beberapa forum underground, sisanya ke dalam layanan berbagi file, Pastebin.” (terlampir gambar yang menunjukkan sederetan data Facebook yang di-hacked dan dipublikasikan).
“Sementara smartphone dan jaringan sosial menjadi sangat populer, di mana pengguna seharusnya menyadari karena penggunaan media tersebut, kini mereka menjadi target ancaman akan serangan,” ujar Myla Pilao, Director, Core Technology di TrendLabs dari Trend Micro.
“Sebuah posting-an di wall dari seorang teman tampaknya tidak berbahaya, video share dari kontak online, atau pesan instan dari rekan, dapat berpotensi menyebabkan serangan. Ancaman mobile di dalamnya termasuk worm dan spyware yang menyerang pengguna yang mendeteksi lokasi dan aktivitas pengguna selama berselancar di web. Dalam enam bulan terakhir, kami telah mengobservasi bahwa pertumbuhan malware yang menyerang ponsel berbasis Android telah meningkat 14 kalinya.”
Berkaitan dengan hacked terhadap ribuan akun Facebook ini, Ferguson memberikan beberapa saran: