in: Direct Release | November 24, 2011 | by: Dian Syarifuddin

[PR] Lintasarta Siap Mendukung Pertumbuhan Industri Multifinance Di Tahun 2012

Press Release. Hotel Mulia Senayan Jakarta. 23 November 2011. PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) menawarkan jasa konsultasi dan berbagai solusi untuk mendukung kebutuhan Information and Communications Technology (ICT) perusahaan di berbagai industri, khususnya Industri Multifinance. Hal ini disampaikan oleh Avi Yunawan, VAS Marketing Manager Lintasarta pada seminar bertema ”Business Outlook 2012: The Future of Multifinance Industry” yang diadakan oleh Warta Ekonomi bekerjasama dengan Lintasarta.

Seminar ini dibuka dengan penjelasan outlook Industri Multifinance oleh Wiwie Kurnia, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). ”Industri Multifnance di tahun 2012 diprediksi mengalami pertumbuhan hampir mencapai 20% dari sisi total aset”, tutur Wiwie. ”Aset multifinance 2012 akan mencapai Rp 330 triliun sampai Rp 350 triliun”, tambahnya.

Menurut Wiwie, Industri Multifinance di tahun 2012 memiliki peluang besar untuk terus maju karena tiga faktor utama. Pertama, kemampuan Indonesia bertahan di tengah badai krisis Amerika dan Eropa dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2012 sebesar 6,3% dan tingkat inflasi sebesar 5,7%. Kedua, penduduk Indonesia yang berada pada usia produktif (20-50 tahun) memiliki jumlah yang sangat besar, ini merupakan pasar bagi perusahaan pembiayaan. Terakhir, kurangnya infrastruktur angkutan massal, mengakibatkan masyarakat lebih memilih untuk membeli mobil dan motor daripada menggunakan angkutan umum.

Selain itu pada seminar ini juga dibahas mengenai ICT outlook untuk Industri Multifinance yang memberikan berbagai knowledge solusi ICT yang tepat untuk industri ini. ICT dibutuhkan oleh para pemain Industri Multifinance sebagai solusi untuk menghadapi berbagai tantangan di industri ini, seperti persaingan yang cukup ketat di antara para pelaku Industri Multifinance yang sudah cukup lama berada di Indonesia dengan para pemain baru. Selain adanya para pemain baru, tantangan lainnya yang dihadapi Industri Multifinance juga berkaitan dengan tidak berimbangnya sumber pendanaan dengan pertumbuhan pembiayaan yang besar, rumitnya birokrasi administrasi, dan kurang baiknya sistem transportasi khususnya di luar pulau Jawa yang menghambat pemberian pelayanan kepada masyarakat.

Disinilah ICT hadir sebagai solusi yang dapat memberikan nilai kompetitif, membantu mengurangi cost, mempermudah proses birokrasi administrasi dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat meskipun transportasi di luar Pulau Jawa, khususnya, kurang baik.

Dalam presentasinya, Avi memaparkan bahwa Industri Multifinance dapat memanfaatkan berbagai ICT seperti Corporate Mailer, Managed Service, Metro Ethernet, IPVPN, Mobile Connectivity, Frame Relay, Internet, SMS Broadcast, SMS Interactive, Contact Center, Cloud Computing, Data Center dan DRC. Semua teknologi tersebut dapat di-outsource-kan kepada IT outsourcing partner berpengalaman yang tepat seperti Lintasarta. ”Cost reduction adalah faktor utama perusahaan melakukan outsourcing,” jelas beliau.

Salah satu contoh teknologi baru yang sedang tren untuk di-outsource-kan adalah Cloud Computing. ”Dengan Cloud Computing outsourcing, perusahaan dapat memperoleh keuntungan karena tidak perlu melakukan investasi, merubah complexity menjadi simplicity, fast development, dan pay as you go atau perusahaan hanya membayar berdasarkan penggunaan,” papar Avi.

Lebih lanjut Avi menjelaskan bahwa Lintasarta juga memiliki jasa Cloud Computing dengan opsi layanan yang terdiri atas Private Cloud yang menawarkan eksklusivitas dengan on-demand cloud service, Hybrid Cloud yang menawarkan fleksibilitas layanan atau Public Cloud yang memungkinan IaaS hingga aplikasi bisnis dapat diakses melalui jaringan internet dalam bentuk service on demand.

Contoh lain solusi ICT yang dijelaskan oleh Avi untuk Industri Multifinance adalah credit approval online menggunakan teknologi SMS Broadcast dan SMS Interactive. Teknologi ini dapat mempermudah sekaligus mempercepat birokrasi administrasi persetujuan pengajuan kredit dalam waktu kurang dari 1 jam.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES