[PR] Oracle Financial Services Liquidity Risk Management Memungkinkan Kepatuhan Penuh dengan Panduan Basel III
Jakarta – 6 Desember 2011
· Untuk membantu institusi keuangan mematuhi Panduan Basel III secara menyeluruh, Oracle memperkenalkan Oracle Financial Services Liquidity Risk Management.
· Dengan menggunakan aplikasi ini, bank kini memiliki kemampuan untuk mencapai batas minimum yang dibutuhkan Bank of International Settlements (BIS) untuk liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSFR) untuk memastikan kecukupan likuiditas saat terdapat tekanan dalam skenario jangka pendek maupun jangka panjang. Standar baru ini melengkapi prinsip umum yang sudah ada untuk pengelolaan risiko likuiditas oleh BIS, Individual Liquidity Adequacy Standards of Financial Services Authority (FSA) dan panduan regulasi lainnya yang memengaruhi identifikasi, penilaian, dan pengendalian terhadap risiko likuiditas dalam kondisi normal dan bermasalah.
· Memungkinkan bank untuk mengidentifikasi dan mengelola ancaman likuiditas dengan membandingkan kesenjangan likuiditas dalam asumsi dasar dan dalam kondisi bermasalah, Oracle Financial Services Liquidity Risk Management juga menyediakan kemampuan untuk menyeimbangkan titik sensitif likuiditas melalui strategi penyeimbangan. Pendekatan ini memungkinkan para pimpinan bank untuk untuk dapat mengambil keputusan berbasiskan informasi yang paling lengkap dan akurat terkait kepatuhan pada regulasi.
· Sebagai tambahan dari BIS, Oracle Financial Services Liquidity Risk Management juga menghadirkan bagi bank, solusi tunggal yang dapat membantu memastikan kepatuhan pada regulasi baru serta yang akan diluncurkan—termasuk Dodd-Frank, Individual Liquidity Adequacy Assessment Standards of the Financial Services Authority (FSA)—dan juga kesesuaian terhadap berbagai ketentuan terkait risiko dari internal institusi.
Kutipan Pendukung
· “Oracle Financial Services Liquidity Risk Management memungkinkan bank untuk mengambil pendekatan proaktif terhadap regulasi yang baru termasuk Basel III dan Dodd-Frank. Aplikasi ini membuka kesempatan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan minimum terhadap rasio cakupan likuiditas dan rasio pendanaan bersih yang stabil sementara mengelola strategi pengelolaan risiko internal,” ujar S. Ramakrishnan, group vice president and general manager, Oracle Financial Services Analytical Applications.















