[PR] Uji Independen Buktikan Kehebatan Fungsi Application Control dan Default Deny Scenario Kaspersky Lab
Jakarta, 22 Februari 2012 – Kaspersky Lab mengumumkan hasil uji komparatif yang pertama kali dilakukan dalam industri untuk fungsi Application Control yang terdapat dalam dua produk Kaspersky, Kaspersky Endpoint Security 8 for Windows dan Kaspersky Security Center dan dilakukan secara independen oleh West Coast Labs.

Dari pengujian terakhir yang pernah dilakukan, dimana efektivitas dan kelengkapan database Whitelist Kaspersky Lab dievaluasi, penelitian West Coast Labs membuktikan keunggulan luar biasa dari Application Control Kaspersky Lab saat diimplementasikan dalam simulasi dunia nyata dibandingkan dengan solusi yang ditawarkan pesaing. Berdasarkan evaluasi menyeluruh, West Coast Labs memberi Platinum Product Award untuk Kaspersky Endpoint Security 8 for Windows.
Application Control, bagian penting solusi keamanan perusahaan manapun, bertujuan memberikan tingkat keamanan paling tinggi bagi infrastruktur IT perusahaan. Dengan menggunakan database Whitelisting yang dirancang dengan baik, solusi ini menyediakan kemungkinan untuk mengimplementasikan pendekatan “Default Deny” terbaru dimana karyawan hanya diperbolehkan menjalankan program legal. Untuk menjalankan Default Deny, solusi keamanan butuh akses ke database Whitelisting, yang berisi informasi lengkap dan terkini mengenai mayoritas program legal yang ada.
Untuk menjalankan pengujian ini, West Coast Labs menciptakan metodologi universal dengan lebih dari 40 kasus yang mensimulasikan penggunaan Whitelist dan teknologi Application Control dalam situasi nyata, termasuk pembuatan dan manajemen whitelist kustom, manajemen Application Control, kebijakan pengaturan granular, dan Whitelist and Application Control Administration Rights Management. Pengujian terpisah juga dilakukan atas audit program pada event monitoring dan event reporting, serta kemampuan untuk mengelola seluruh fungsi Whitelist dan Application Control.
Untuk mengevaluasi secara tepat kualitas implementasi dari tiap kasus, dilakukan sistem pembobotan khusus. Secara keseluruhan, tujuh vendor diundang untuk berpartisipasi dalam pengujian, namun tiga vendor (Lumension, Bit9 and Coretrace) menolak berpartisipasi. Selain Kaspersky Endpoint Security 8 for Windows dari Kaspersky Security Center, solusi keamanan perusahaan keluaran Symantec (Endpoint Protection 12.1) dan McAfee (Solidcore Application Control 5.20 with ePolicy Orchestrator 4.6) juga ikut ambil bagian dalam pengujian ini.
Hasil pengujian disajikan dalam persentase atas nilai maksimal teoritis. Untuk pengujian Application Control, solusi Kaspersky Lab memperoleh hasil akhir sebesar 91%, sementara tempat kedua memperoleh hasil 81% dan ketiga 56%. Nilai rata-rata untuk evaluasi ini adalah 76%.
Implementasi Default Deny diuji secara terpisah dan solusi Kaspersky Lab mendapat skor 100% berdasarkan keakuratan dari isi database Whitelisting dan level superioritas dalam pengelolaan Application Control Policies and Administration Rights. Solusi vendor kedua mendapat skor 85% dan vendor ketiga mendapat skor 37%. Nila rata-rata dalam pengujian ini adalah 74% dengan total kasus yang diuji sebanyak 20.
Mengomentari pengujian tersebut, Vladimir Zapolyansky, Head of Independent Software Vendor Relationships Kaspersky Lab, mengatakan, “Kami sangat yakin teknologi Whitelisting dan fungsi Application Control kami memberikan tingkat keamanan yang sangat tinggi bagi pelanggan korporat. Oleh karena itu, kami tidak takut teknologi kami diuji oleh lab penguji independen dengan reputasi bagus seperti West Coast Labs melalui pengujian yang detail serta metodologi yang menyerupai dunia nyata, sebuah pengujian pertama yang dilakukan dengan metodologi ini.”
“Pengujian komparatif Application Control jelas memperlihatkan bahwa pendekatan Kaspersky Lab adalah yang terdepan dalam industri ini, namun yang lebih penting untuk dicatat adalah hasil pengujian Default Deny yang mencapai skor 100%. Analisa West Coast Labs secara obyektif membuktikan bahwa saat ini Kaspersky Lab adalah satu-satunya vendor yang melakukan Default Deny secara lengkap, yang bisa meningkatkan keamanan secara signifikan bagi pelanggan kami saat ini maupun pelanggan-pelanggan kami di masa depan,” ujar Zapolyansky.















