in: Motherboard | May 24, 2012 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Review Gigabyte B75M-D3H: Chipset Alternatif Terjangkau dengan Dukungan Ivy Bridge

Kesimpulan

Tidak disangka-sangka, chipset Intel B75 yang namanya seakan ‘tenggelam’ oleh popularitas chipset H61 dan Z68/Z77 ternyata mampu memberi solusi alternatif yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pengguna soket LGA1155 kelas low-end. Gigabyte mengemas chipset ini dalam sebuah motherboard berukuran Micro-ATX,  dan hasil akhirnya adalah sebuah motherboard yang sederhana, tetapi cukup. Kata ‘cukup’ di sini jangan disalah-artikan sebagai “pas-pasan”, karena ‘cukup’ di sini memiliki arti yang mendekati ‘tepat guna’.

Sebagai buktinya, motherboard ini memang tidak memiliki berbagai pernak-pernik yang memberikan kesan fancy, dan sebagian besar slot ekspansi kebanyakan berasal kontroller internal chipset B75, seperti USB 3.0 dan Sata 6gb/s tanpa tambahan kontroller eksternal lain. Namun, menurut kami akan banyak pengguna platform LGA1155 yang kebutuhannya sudah tercukupi dengan konfigurasi seperti ini. Mari kita telaah sekali lagi :

  • 2 (dua) port USB 3.0 di backpanel I/O, serta tambahan 2 (dua) lagi jika Anda memiliki modul header USB3.0
  • 4 (empat) port USB 2.0 pada backpanel, jika masih dirasa kurang, ada 2 (dua) header USB2.0 siap digunakan untuk menambah jumlah slot.
  • 6 (enam) slot SATA total, dengan 1 (satu) slot SATA yang mendukung mode SATA 6gb/s. Tidak mendukung mode RAID, hanya mensupport mode AHCI.
  • 1 PCIe 16x, 1 PCIe 4x (full-length), keduanya mendukung Crossfir. Namun kami rasa pengguna di kelas ini kecil kemungkinannya menggunakan multi-GPU
  • 2 slot PCI untuk periferal lama
  • Onboard audio mendukung format 5.1, atau 7.1 jika anda mempunyai front panel HD Audio module

Nampaknya di kelas low-end, pilihan ekspansi seperti ini sudah mencukupi kebutuhan ya?

Motherboard B75M-D3H juga memiliki performa yang baik. Jika Anda memperhatikan tabel performa di halaman sebelumnya, nilai benchmark tersebut kurang lebih mendekati sistem yang menggunakan chipset Z77 dalam keadaan default. Jadi urusan performa default, motherboard ini tidak ketinggalan. Kami bahkan ingin menyarankan motherboard ini bagi gamer dengan budget ketat, namun kami menyadari banyak gamer menginginkan opsi tuning untuk memaksa CPUnya berjalan sedikit lebih cepat dari default, dan inilah kelemahan sistem dengan chipset B75, tidak mendukung CPU performance tuning, tidak bisa mengganti CPU Multiplier.

Jika Anda menggunakan motherboard ini dan ingin meningkatkan kecepatan CPU, satu-satunya jalan adalah meningkatkan CPU BCLK, tapi hal ini terlalu beresiko mengingat peningkatan performa CPU yang Anda dapat dari mengganti BCLK hanya berkisar 3 – 5%. Padahal meningkatkan BCLK adalah cara paling cepat untuk membuat sistem Anda tidak stabil. Pilihan tuning yang masih ditawarkan motherboard dengan chipset ini adalah meng-overclock IGP jika Anda menggunakannya atau mengoverclock memori sistem yang hanya dimungkinkan dengan CPU berbasis Ivy Bridge.

Dari segi durabilitas, motherboard ini menyandang fitur Gigabyte ‘Ultra Durable 4 Classic’, yang memberi proteksi dari kelembaban, electrostatic discharge, kegagalan daya, dan temperatur tinggi. Fitur yang cukup unik mengingat kebanyakan fitur proteksi seperti ini biasanya diterapkan bukan pada motherboard kelas low-end. Namun kami sedikit agak kurang ‘sreg’ dengan kenyataan bahwa mosfet bagian VRM CPU yang tidak diberi pendingin apa-apa. Kami sedikit mengerti mengapa hal ini terjadi, menambah heatsink akan mengakibatkan biaya tambahan yang nantinya akan membuat harga motherboard ini meningkat, dan motherboard di kelas ini sangatlah sensitif akan kenaikan harga. Gigabyte mengklaim bahwa dengan menggunakan Low RDS (on)-type MOSFET, suhu operasional mosfet tersebut akan lebih rendah ketimbang mosfet D-PAK tradisional, sehingga pengguna tidak perlu kuatir akan suhu operasional dari VRM mobo B75M-D3H ini sekalipun mosfetnya tidak diberi pendingin tambahan, toh CPUnya hampir-hampir tidak bisa dioverclock.

Dari segi software suite, tidak ada yang terlalu spesial dari motherboard ini, kecuali tentunya software “Intel Small Business Advantage”. Software unik yang diberikan Intel kepada chipset B75 ini membantu pengguna yang awam untuk membantu mereka melakukan berbagai system maintenance, menjaga keamanan sistem, dan masih banyak lagi. Tentunya bagi user yang sudah mahir, kemungkinan besar mereka sudah bisa melakukan semua tindakan itu dengan software pilihan mereka tersendiri. Tapi tidak ada salahnya memberikan kemudahan bagi pengguna awam, bukan?

Akhir kata, pilihan ekspansi yang cukup, jaminan durabilitas ala Gigabyte, dan harga yang terjangkau membuat motherboard ini bisa menjadi pilihan bagi user yang hendak mencari motherboard murah untuk menemani CPU soket LGA1155-nya. Nanti, saat Ivy Bridge dual-core yang terjangkau memasuki pasaran, bukan tidak mungkin motherboard dengan chipset B75 ini akan banyak dilirik untuk menjadi pendampingnya. We’ll see.

Data Produk

  • Distributor Indonesia: PT. Nusantara Jaya Teknologi (d/h. Misuco Elektronik/Nusantara Eradata)
  • Telepon: (021) 6018218
  • Harga: N/A (Kami belum mendapat informasi harga resmi dari motherboard model ini. Sebagai informasi tambahan, motherboard Gigabyte B75-D3V yang memiliki spesifikasi mirip motherboard ini dihargai pada kisaran Rp900.000-an saat artikel ini dimuat. Harga motherboard ini mungkin sedikit di atasnya)
Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES