[PR] Aplikasi Mobile Baru Memicu Gerakan Global untuk Berbagi Pandangan Mengenai Keluarga, Rutinitas, Tingkat Kepercayaan, dan Keberuntungan
Proyek Global Menyoroti The Human Face of Big Data, dan Mengundang Semua Orang di Dunia untuk Berbagi, Terhubung dan Terlibat Selama Tujuh Hari
Jakarta – 26 September, 2012 – Rick Smolan, pencipta serial televisi “Day in the Life” dan proyek crowdsource global lainnya, hari ini meluncurkan aplikasi mobile gratis untuk iOS dan Android. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk berbagi dan membandingan kehidupan mereka selama tujuh hari (26 September – 2 Oktober) menggunakan sensor di smartphonemereka dan dengan menjawab beberapa pertanyaan dengan pengguna lain di seluruh dunia mengenai mimpi mereka, hobi mereka dan pandangan mengenai keluarga, rutinitas (waktu istirahat dan aktivitas seks) , kepercayaan, dan keberuntungan.
Aplikasi ini mewakili acara peluncuran kampanye The Human Face of Big Data, sebuah serial kegiatan yang bertujuan untuk menginspirasi percakapan global mengenai kemampuan manusia untuk mengumpulkan, menganalisis, menyimpulkan dan memvisualisasi data dalam jumlah besar secara seketika.
Pada 2 Oktober, Smolan dan rekan-rekannya akan mengadakan beberapa acara khusus untuk media di London, Singapura dan New York, dan para pakar Big Data akan menafsirkan dan memvisualisasikan data dari pengguna di seluruh dunia yang dihasilkan dari aplikasi yang sudah dijalani selama tujuh hari itu. Selain itu, beberapa wirausahawan, ilmuwan dan inovator data akan berbagi contoh dari pekerjaan mereka di “Lab Big Data” yang interaktif. Sebuah webcast akan disiarkan langsung sehingga semua orang di seluruh dunia dapat menonton acara-acara yang diadakan di tiga kota tersebut.
“Big Data telah mempengaruhi semua aspek kehidupan kita,” kata Smolan. “Semua orang yang membawa smartphone telah menjadi human sensor, dan kemampuan baru untuk merasakan dan mengukur dunia dalam waktu yang riil adalah sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya di planet ini. Mulai dari menyembuhkan penyakit untuk melestarikan sumber data berharga seperti air dan energi, Big Data mungkin akan menjadi alat yang kita butuhkan untuk mengatasi berbagai masalah yang paling mendesak di zaman kita.”
Dimulai hari ini hingga 2 Oktober, aplikasi mobile The Human Face of Big Data mengundang semua orang untuk berbagi ide dan membandingkan jawaban mereka dengan orang lain di dunia. Pengguna aplikasi ini dapat memetakan perjalanannya sehari-hari, berbagi objek dan ritual yang membawa keberuntungan bagi mereka, melihat sekilas kepada sesuatu yang spesial yang ingin mereka alami di kehidupan mereka serta menemukan rahasia tersembunyi mengenai dunia tempat mereka tinggal. Aplikasi ini tersedia dalam delapan bahasa yaitu : Inggris, Mandarin (sederhana), Jepang, Portugis, Spanyol, Perancis, Korea dan Rusia.
Tiga Elemen Utama Aplikasi The Human Face of Big Data :
- Data Pasif: Informasi yang dikumpulkan oleh ponsel Anda dalam sehari. Sebagai contoh, seberapa jauh Anda berjalan dan kecepatan rata-rata Anda atau pada jam berapa Anda aktif.
- Pertanyaan dan Jawaban Secara Real Time: Topik-topik meliputi Saya dan Diri Sendiri; Keluarga; Kepercayaan dan Keamanan; Rutinitas (Mimpi dan Tidur; serta Seks dan Kencan). Orang-orang dapat membandingkan jawaban mereka dengan orang lain di seluruh dunia dan menyortir jawaban dari umur, jenis kelamin dan lokasi secara umum.
- Aktivitas: Menyerahkan foto, memetakan perjalanan sehari-hari dan menemukan Data Doppelganger (Kembaran Data) Anda. Aktivitas aplikasi meliputi :
o Lucky Me: Menanyakan orang-orang untuk berbagi “ritual keberuntungan” – seperti hal-hal yang mereka lakukan sebelum pertandingan olahraga, sebelum tes, presentasi korporasi atau acara penting lainnya agak berjalan lancar. Mereka dapat menggunakan filter yang dapat membandingkan ritual keberuntungan mereka dengan orang lain di seluruh dunia.
o Map My World: Memetakan pola perjalanan seseorang dalam sehari yang dapat dibagikan melalui Facebook dan Twitter, termasuk total jarak, kecepatan rata-rata dan waktu yang paling aktif dalam sehari.
o Data Doppelganger: Memberikan orang-orang kesempatan untuk menemukan Data Doppelganger atau kembaran data mereka – kombinasi antara wajah mereka (jika pengguna memasukan foto) dengan pengguna yang mempunyai data yang mirip dengan Anda. Pengguna dapat melihat umur, lokasi, jenis kelamin, persentase pertanyaan yang sudah dijawab, data statistik pasif dan aktivitas yang sudah dikerjakan olehnya atau oleh kembarannya.
o Before I Die: Dalam sebuah aktivitas dari proyek interaktif dan buku yang akan diluncurkan oleh Candy Chang berjudul Before I Die, semua orang dari berbagai umur diajak untuk menceritakan satu hal yang mereka impikan untuk dilakukan dalam kehidupan mereka. Pengguna aplikasi dapat membandingkan aspirasi dan mimpi mereka dengan tanggapan dari pengguna lainnya dari seluruh dunia.
Di akhir proyek ini, seluruh data anonim ini akan diberikan kepada para peneliti, ilmuwan data dan pendidik untuk dipelajari sebagai gambaran kehidupan dalam satu minggu di 2012.
Proyek The Human Face of Big Data merupakan sebuah editorial independen yang didukung oleh EMC Corporation sebagai sponsor utama. Sponsor pendukung juga datang dari Cisco, FedEx, VMware,Tableau dan Originate.















