LOGO

[PR] Lintasarta dan KEHATI Meluncurkan Program Pelestarian Tanaman Bambu untuk Konservasi Taman Kehati di Jatinangor Jawa Barat

President Director Aplikanusa Lintasarta, Samsriyono Nugroho (kiri) meyerahkan pohon Bambu untuk Program Sejuta Bambu untuk Sejuta Harapan Baru

Jakarta, 3 Maret 2013Tanaman bambu merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui. Selain dapat tumbuh dengan cepat bambu mempunyai banyak keunggulan dari segi sosial, ekonomi dan budaya. Lebih penting lagi, dengan sistem perakaran serabut dan akar rimpang yang kuat, bambu mempunyai fungsi ekologis yang tinggi diantaranya menjaga sistem hidrologis sebagai pengikat tanah dan air sehingga dapat menahan longsor. Juga dapat menciptakan iklim mikro yang memungkinkan berkembangnya dan tempat hidup mikroorganisme yang lain.

Melihat dari fungsi dan pentingnya tanaman bambu tersebut, PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) bekerjasama mendukung pelestarian jenis-jenis bambu di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Program ini diluncurkan pada 28 Februari 2013 di lokasi Taman Kehati, Kiara Payung, Kecamatan Sukasari, Jawa Barat yang terletak di hulu Sungai Citarum. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris BPLHD Jawa Barat Ir. Bambang MSi, Dinas Kehutanan Jawa Barat Ir. Dedy Handian, dan Camat Sukasari Atang Sutarno. Melalui program ini akan ditanam berbagai jenis bambu yang langka pada area Taman Kehati seluas 15 hektar. Tanaman ini berguna untuk melestarikan keanekaragaman hayati, mencegah banjir dan juga memberikan manfaat pada masyarakat sekitar.

”Ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan juga turut serta mengurangi banjir dan mencegah longsor,” kata Samsriyono Nugroho President Director PT Aplikanusa Lintasarta.

Samsriyono menambahkan bahwa penanaman bambu ini dilakukan salah satunya sebagai upaya untuk menjaga hulu Sungai Citarum, yang saat ini kondisinya semakin kritis karena terjadinya penggundulan hutan selama 9 tahun terakhir.  Sungai Citarum merupakan salah satu pemasok air untuk Jakarta dan sekitarnya, selain Sungai Ciliwung.

Sebaran jenis bambu di dunia terdapat lebih dari 1.250 jenis, yang berasal dari 75 marga. Indonesia yang merupakan daerah tropis terdapat sekitar 159 jenis bambu, 88 diantaranya merupakan jenis endemik atau hanya dapat ditemukan di Indonesia, dan hanya 56 jenis diantaranya dapat berfungsi secara ekonomis.

”KEHATI sangat mendukung kegiatan pelestarian tanaman bambu ini, karena bambu merupakan multipurpose spesies yaitu tanaman yang serba guna, sebab selain dapat menjadi rumah bagi organisme lain seperti burung dan lainnya, bambu juga dapat menjadi bahan alternatif papan yang mengisi kebutuhan kayu bagi pembangunan, sehingga kita tidak lagi bergantung pada kayu di hutan” ujar MS. Sembiring, Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Indonesia. ”Pertumbuhannya yang cepat dapat membantu menyelamatkan daerah resapan air khususnya bantaran sungai,” lanjut Sembiring.

Pada kegiatan ini akan ditanam sejumlah 2.500 tanaman bambu yang terdiri dari lima jenis tanaman. Lima jenis ini dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan ekonomisnya, juga tingkat kelangkaannya, diantaranya adalah Bambu Tali (Gigantochloa hasskarliana), Bambu Gombong, Bambu Bitung (Dendrocalamus asper), Bambu Hitam (Gigantochloa atroviolacea) dan Bambu Haur Koneng. Tanaman bambu ini akan ditanam di area Taman Kehati Kiara Payung, Kecamatan Sukasari seluas 15 ha yang berada dibawah pengelolaan Badan pengelolaan Lingkungan Hidup Jawa Barat dan dibantu oleh mitra KEHATI di Jawa Barat yaitu Dewan Pemerhati Kehutanan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS).

Selain fungsi ekologis, bambu juga berfungsi ekonomis sebagai bahan untuk membuat alat rumah tangga, alat musik, kerajinan tangan bahkan sumber obat dan bahan makanan. Sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar. Melalui program ini, selain menanam bambu juga diadakan pelatihan pemanfaatan bambu, juga bagi kaum perempuan. Program ini akan didampingi oleh DKLTS dan 3 kelompok masyarakat petani disekitar wilayah Taman Kehati.

Program Penanaman Bambu di Taman Kehati merupakan salah satu program CSR Lintasarta di bidang lingkungan dan di tahun 2013 ini, program CSR Lingkungan Penanaman Pohon Bambu merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan memperingati ulang tahun Lintasarta yang ke-25.

Diharapkan melalui program ini, masyarakat dapat mengenal lebih jauh manfaat tanaman bambu, tak hanya dari fungsi ekologis, tetapi juga sisi ekonomis dan budaya. Selain dapat bermanfaat bagi kehidupan langsung juga dapat melestarikan dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia.

Random Articles
Back to Top