Sebuah Sistem dari IBM untuk Menghindari Kemacetan

Reading time:
March 1, 2012

Terjebak di kemacetan panjang tidak hanya terjadi oleh masyarakat Indonesia. Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, China pun menghadapi masalah yang sama. Jika jumlah kendaraan yang berkeliaran di jalan tidak bisa ditekan, solusi lainnya adalah mengatur lalu lintas dengan memerhatikan tingkat kepadatan sebuah titik menggunakan sebuah sistem.

IBM mengembangkan sebuah sistem yang memungkinkan pengatur lalu lintas memprediksi kemacetan yang kemudian membuat mereka dapat mengambil keputusan: mengalihkan kendaraan yang lewat atau solusi lainnya. Sistem ini terlihat berbeda dari sistem yang sudah pernah ada yang hanya mampu memperlihatkan keadaan suatu jalan—tanpa memberikan solusi.

Sistem ini berjalan menggunakan banyak sumber data—GPS dari taksi, bus, ponsel, kamera di jalan-jalan tertentu, sensor yang ada di dekat lampu lalu lintas, bahkan tweet—yang kemudian memberikan informasi kepada pusat operasi dengan menggunakan peta real-time dari seluruh lalu lintas. Sistem ini digunakan untuk memantau lalu lintas kota Zhenjiang.

IBM

Direktur IBM untuk transportasi kota, Vinodh Swaminathan, menyatakan bahwa sistem ini dapat memprediksi keadaan lalu lintas satu jam ke depan dengan tingkat keakuratan sampai dengan 95 persen. Vinodh menjelaskan bahwa kebanyakan orang bereaksi akan sebuah masalah adalah dengan menciptakan masalah baru. Dengan memberikan komputer sebuah data untuk diolah dan menggabungkannya dengan informasi real-time, memungkinkan pengatur lalu lintas menghindari hal tersebut (contohnya dengan cara memberikan jalur lainnya kepada para pengendara motor untuk menghindari penambahan tumpukan kendaraan di satu titik).

Selain China, California juga menggunakan metode yang hampir sama, yaitu sebuah aplikasi yang memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jalur yang dapat mereka tempuh di satu hari (melihat kondisi lalu lintas, banyaknya volume kendaraan, dan lain sebagainya).

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…