Riset Super-High Frequency untuk Transfer Data Kecepatan Tinggi
Temuan menarik terkait gelombang radio super-high frequency dari seorang profesor di New York membuka peluang untuk kelahiran mekanisme transfer data kecepatan tinggi untuk perangkat mobile. Pakar-pakar teknologi komunikasi dikabarkan tengah berkumpul untuk mendiskusikan temuan dari Ted Rappaport, profesor dari New York University (NYU) tersebut. Bila temuan tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan, temuan tersebut bisa membuka ruang baru untuk transfer data ke perangkat mobile yang selama ini terbatasi oleh padatnya frekuensi gelombang radio.

Pemanfaatan gelombang super-high frequency untuk transfer data ke perangkat mobile ini akan menggunakan gelombang di kisaran 28 GHz hingga 72 GHz. Gelombang super-high frequency tersebut, yang umumnya disebut sebagai milimeter wave, merujuk pada panjang gelombang di frekuensi tersebut, selama ini dihindari penggunaannya oleh industri radio karena jangkauan yang pendek dan ketidakmampuannya menembus dinding penghalang. Namun, dengan temuan dari Rappaport, gelombang super-high frequency mungkin saja bisa dimanfaatkan untuk transfer data ke perangkat mobile.
Berdasarkan penelitian dari Rappaport, gelombang super-high frequency bisa dimanipulasi sehingga bisa menjangkau jarak yang lebih jauh. Selain itu, penggunaan super-high frequency yang dikombinasikan dengan small cell di tempat tetentu memungkinkan gelombang radio digunakan untuk mentransfer data berukuran besar dengan lebih cepat, tanpa gangguan interferensi, di arena yang terbatas. Hal itulah yang menjadi topik utama diskusi para pakar teknologi komunikasi di New York.
Terkait masa depan dari temuan ini, kebutuhan tranfer data ukuran besar antar perangkat mobile yang makin terasa dalam beberapa waktu terakhir ini bisa saja mendorong temuan ini untuk terus dikembangkan. Walaupun begitu, tampaknya masih dibutuhkan cukup banyak waktu sebelum super-high frequency ini bisa digunakan dengan baik untuk transfer data kecepatan tinggi. Mari kita tunggu saja perkembangan teknologi ini dalam waktu beberapa tahun ke depan.















