Meta Sulap RAM DDR4 Bekas Buat Server AI, Pangkas Kebutuhan Server hingga 25%
Meta menemukan cara yang cukup unik untuk menekan biaya infrastruktur AI. Mereka tidak membeli memori baru, melainkan memanfaatkan kembali RAM DDR4 dari server yang sudah dipensiunkan dan memasangnya di server AI generasi terbaru yang sebenarnya hanya mendukung DDR5.

Strategi ini diperkenalkan dalam ajang ISCA 2026 melalui sebuah sistem bernama MemServer. Kuncinya terletak pada ASIC CXL buatan Meta yang diberi nama Vistara, yang berfungsi sebagai jembatan agar RAM DDR4 lama tetap bisa digunakan bersama platform DDR5 modern.
Teknologi Meta Gabungkan Dua Generasi, DDR4 dan DDR5
Biasanya, menggabungkan dua generasi memori seperti DDR4 dan DDR5 bukan perkara mudah. Selain masalah kompatibilitas, performanya juga berpotensi turun akibat latensi yang lebih tinggi. Namun Meta mengklaim Vistara mampu mengatasi kendala tersebut sehingga dampaknya terhadap performa tetap minimal.
Hasilnya pun cukup signifikan. Meta menyebut solusi ini dapat mengurangi jumlah server AI inference yang dibutuhkan hingga 25%. Di saat yang sama, beban akibat restart pekerjaan AI serta fragmentasi memori juga berkurang sekitar 33%, sehingga pemanfaatan sumber daya menjadi lebih efisien.
Untuk menjalankan sistem tersebut, MemServer menggunakan prosesor AMD EPYC Turin dengan konfigurasi 158 core dan 316 thread. Meski platform Turin secara resmi hanya mendukung DDR5, Vistara memungkinkan modul DDR4 lawas tetap dapat dimanfaatkan. Setiap MemServer dibekali total memori sebesar 1 TB, yang terdiri dari 768 GB DDR5-6400 sebagai memori utama dan 256 GB DDR4-2400 yang terhubung melalui antarmuka CXL.
Baca Juga: Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15 • Jagat Review
Sistem operasi menempatkan data yang sering diakses di DDR5 yang lebih cepat. Sementara data yang jarang digunakan dipindahkan ke DDR4. Dengan cara ini, kapasitas memori bertambah tanpa harus mengorbankan performa secara signifikan.
Agar solusi tersebut berjalan mulus, Meta turut memodifikasi driver CXL pada Linux. Perusahaan mengatakan sebagian besar perubahan yang dibuat sudah masuk atau sedang dalam proses untuk diintegrasikan ke kernel Linux utama.
Meta Bukan Satu-satunya
Meta ternyata bukan satu-satunya perusahaan yang mengeksplorasi konsep ini. Perusahaan semikonduktor fabless asal Korea Selatan, Panmnesia, juga memamerkan controller CXL dan CXL fabric switch buatannya di ISCA 2026. Produk tersebut ditujukan untuk membantu hyperscaler mengurangi biaya perangkat keras, dan perusahaan menargetkan komersialisasinya dalam waktu dekat.
Dengan harga memori yang terus meningkat dan kebutuhan AI yang semakin besar, memanfaatkan kembali RAM DDR4 yang masih layak pakai bisa menjadi solusi menarik. Daripada langsung menjadi limbah elektronik, memori lama kini justru mendapat “kehidupan kedua” untuk menopang beban kerja AI modern.












