Google Uji reCAPTCHA Pakai Scan Telapak Tangan, Berhasil?
Google sedang menguji metode baru reCAPTCHA yang meminta pengguna mengaktifkan kamera lalu melambaikan tangan atau menunjukkan telapak tangan terbuka untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar manusia. Fitur yang masih diuji secara terbatas ini menjadi bagian dari Google Cloud Fraud Defense dan ditujukan untuk menghadang bot yang kini semakin sulit dideteksi.

Saat verifikasi dijalankan, sistem akan merekam video singkat dan menggunakan model machine learning untuk memetakan 21 titik koordinat pada jari dan persendian tangan. Ini serupa dengan teknologi MediaPipe milik Google.
Google mengklaim video hanya digunakan selama proses verifikasi, tidak merekam audio, dan dihapus setelah pemeriksaan selesai. Namun, dokumentasinya juga menyebut data diproses sesuai Google Privacy Policy sehingga masih memunculkan pertanyaan soal data apa saja yang sebenarnya disimpan.
Baca Juga: Meta Sulap RAM DDR4 Bekas Buat Server AI, Pangkas Kebutuhan Server hingga 25% • Jagat Review
reCAPTCHA Telapak Tangan Google Dibobol Pakai Foto
Meski baru diuji, sistem ini ternyata sudah berhasil dibobol Sejumlah penguji cukup menggunakan foto stok seseorang yang sedang melambaikan tangan, lalu menampilkannya melalui OBS Virtual Camera. Setelah posisi gambar disesuaikan, reCAPTCHA menganggap verifikasi berhasil tanpa memerlukan orang sungguhan maupun bantuan AI.
Temuan tersebut memicu kritik karena metode baru ini dinilai hanya menambah kerepotan bagi pengguna, tetapi belum memberikan perlindungan yang berarti terhadap pelaku serangan otomatis. Padahal, informasi biometrik seperti bentuk tangan dinilai lebih sensitif dibanding CAPTCHA konvensional.
Di sisi lain, Google bersama Cloudflare, Mozilla, dan Microsoft juga tengah mengembangkan alternatif CAPTCHA bernama Private Access Control Tokens (PACT), yang mengandalkan bukti kriptografi untuk memverifikasi pengguna tanpa tantangan visual maupun biometrik. Hingga saat ini, Google belum memastikan apakah reCAPTCHA berbasis gestur tangan akan dirilis secara luas atau tetap menjadi uji coba.














