Review NAS Thecus W2000

Reading time:
July 17, 2015

Pengujian

Untuk melihat bagaimana kemampuan dari NAS Thecus W2000 ini dalam menangani kebutuhan penyimpanan data dalam jaringan lokal, kami mengujinya dengan menggunakan dua buah benchmark, yaitu Crystal Disk Mark untuk mengukur kecepatan baca-tulis dan NAS Performance Toolkit untuk melihat performa di berbagai skenario. Kami menggunakan 2 buah harddisk Seagate Constellation ES 3 TB sebagai storage dalam NAS ini. Sedangkan untuk sistem yang digunakan dalam pengujian ini, berikut ini spesifikasinya:

Platform Pengujian

  • Motherboard: Intel H67 LGA 1155
  • Prosesor: Intel Core i3 2100 3,1 GHz
  • RAM: Kingston DDR3 8 GB

kingston 8go 1600mhz ddr3 hyperx blu cl91

  • Storage: Kingston HyperX 3K SSD
kingston hyperx 3k
  • Graphics Card: AMD Radeon HD 5550
  • Power Supply: Corsair CX 500

Crystal Disk Mark

CDM - Read R CDM - Write R

Untuk sebuah NAS 2-bay, bisa dikatakan kecepatan baca yang ditawarkan oleh Thecus W2000 ini tergolong rendah, baik untuk data sequential maupun random. Sementara untuk kecepatan tulis, walaupun tidak bisa disebut sangat tinggi, kecepatan yang diberikan sudah cukup baik, terutama untuk sequential dan random 512k. Apakah hal yang sama juga akan terjadi di pengujian NAS Performance Toolkit?

NAS Performance Toolkit

NASPT R

NASPT juga menunjukkan hasil yang serupa dengan Crystal Disk Mark. Terlihat bahwa NAS ini memiliki performa penulisan data sequential yang cukup baik, tetapi performa pembacaan datanya terbilang biasa, cenderung rendah. Hasil yang didapatkan Thecus W2000 memang tidak bisa dikatakan impresif, tetapi masih sangat memadai untuk sebuah NAS SOHO.

Kesimpulan

Thecus W2000 - 08

Penggunaan sistem operasi Windows Storage Server 2012 R2 Essentials membuat NAS ini memiliki fleksibilitas yang baik, menyerupai sebuah PC atau server skala kecil. Anda bahkan bisa memperlakukan NAS ini layaknya sebuah PC dengan cara menghubungkannya ke monitor, keyboard, dan mouse. Secara umum, sistem operasi Windows Storage Server 2012 R2 Essentials yang digunakan akan membawa kelebihan tersendiri bila Anda ingin memanfaatkan NAS ini lebih dari sekedar media penyimpanan di dalam jaringan lokal.

Di sisi lain, penggunaan Windows Storage Server 2012 R2 Essentials membuat pengguna harus sedikit-banyak familiar dengan istilah-istilah di server berbasis OS Windows. Anda mungkin akan banyak menemukan istilah yang tidak umum dijumpai di NAS, tetapi merupakan istilah baku yang digunakan di OS Windows Server. Oleh karena itu, bisa jadi Anda akan membutuhkan waktu ekstra untuk berkenalan dengan NAS ini.

Terkait performa, hasil tes kami menunjukkan NAS ini memiliki performa yang cenderung biasa saja, tetapi masih memadai untuk sebuah NAS SOHO. Hal itu mungkin saja disebabkan oleh penggunaan prosesor Atom D2710 yang bisa dikatakan cukup tertinggal di era saat ini. Namun, bila Anda tidak terlalu mementingkan performa tinggi, dan lebih membutuhkan fleksibilitas, NAS ini bisa dikatakan pilihan yang menarik.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Bodi ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026 Form Factor Clamshell Material…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Bodi Form Factor Clamshell tapi dengan engsel layar yang bisa…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik. Material Polikarbonat dengan…

Gaming

June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…
June 25, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Siapkan Optimisasi Performa yang Besar

Epic Games sebutkan Unreal Engine 5.8 akan menjadi versi paling…
June 25, 2026 - 0

Rumor: PS6 Diklaim Akan Gunakan Frame Generation Berbasis AI

Bocoran terbaru menyebut PS6 akan mengandalkan AI, Super Resolution, dan…