Harga Motherboard Anjlok Gara-gara RAM dan SSD Makin Mahal
Pasar komponen PC sedang mengalami situasi yang cukup unik. Di saat harga RAM dan SSD masih tinggi, harga motherboard justru mulai berjatuhan.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah motherboard dari berbagai merek tercatat mendapatkan potongan harga yang tidak biasa. Bahkan ada model kelas flagship yang harganya turun lebih dari 50% dibanding harga normalnya.
Fenomena ini diduga berkaitan langsung dengan melambatnya minat pengguna untuk merakit PC baru. Ketika harga RAM dan SSD melonjak, biaya membangun satu sistem ikut membengkak. Akibatnya banyak calon pembeli memilih menunda upgrade atau rakit PC.
Karena motherboard umumnya dibeli bersamaan dengan prosesor, RAM, dan storage, penurunan permintaan pada dua komponen terakhir ikut menyeret penjualan motherboard. Sejumlah laporan bahkan menyebut penjualan motherboard turun hingga 37%.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, vendor mulai memangkas harga secara agresif. Tidak hanya model kelas menengah, motherboard premium yang biasanya dijual dengan harga tinggi juga ikut terkena diskon besar.
Harga Motherboard di Indonesia
Harga motherboard terpantau di eCommerce Indonesia saat ini tengah mengalami penurunan signifikan berkisar antara Rp250.000 hingga Rp600.000 dibandingkan periode 2024–2025. Saat ini, tipe entry-level seperti Intel H610 sudah bisa dibawa pulang dengan anggaran Rp900.000 hingga Rp1.300.000.
Sementara itu, segmen mid-range seperti Intel B760 atau AMD B550 dan B650 mengalami pemangkasan paling terasa ke kisaran Rp1.100.000 hingga Rp2.700.000. Untuk motherboard kelas premium seri Z dan X terpantau tetap stabil di atas Rp10.000.000, sehingga pembelian paket bundling bersama prosesor menjadi strategi terbaik untuk menghemat pengeluaran saat ini.
Situasi ini membuat motherboard menjadi salah satu komponen PC dengan penurunan harga paling signifikan saat ini. Bagi pengguna yang memang berencana upgrade platform, kondisi tersebut bisa menjadi peluang menarik.
Namun analis memperkirakan tren harga murah ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Jika pasokan dan harga RAM serta SSD kembali stabil, permintaan rakit PC berpotensi pulih dan harga motherboard bisa ikut naik kembali.















