Analisis & Review AMD Ryzen 9 5980HS (di ASUS ROG FLOW X13)

Reading time:
February 14, 2021

Akhirnya, salah satu laptop berbasis AMD Ryzen 5000-series mobile ‘Cezanne’ hadir ke lab JagatReview : ASUS ROG FLOW X13. Produk ini diklaim menjadi Laptop ultraslim 13″ gaming pertama, yang sekaligus juga mengusung form factor 2-in-1 (a.k.a ‘convertible’). Unit ini juga memiliki dukungan external GPU (eGPU) melalui sebuah konektor khusus bernama ROG XG Mobile Interface, namun unit yang datang ke lab kami adalah unit standalone, tanpa eGPU. Berikut ini serangkaian analisis dan pengujian yang kami lakukan pada ASUS ROG FLOW X13.

 

Overview – Tampilan Fisik

2-in-1, Convertible

Seperti yang disebut di atas, notebook ini mengusung form factor 2-in-1, sehingga bisa dioperasikan dalam 4 ‘bentuk’, seperti berikut ini:

‘Laptop’ Mode

‘Stand’ Mode

 

‘Tent’ Mode

 

‘Tablet’ Mode

 

Dimensi & Bobot

ROG FLOW X13 memiliki ukuran 29.2 x 22.2 x 1.58 cm (Panjang x Lebar x Tebal)

 

Bobot unit adalah sekitar 1.3Kg, dan power adapter USB-C 100W-nya memiliki bobot sekitar 300g (total keduanya sekitar 1.6 Kg)

Ditinjau dari ukuran unit dan beratnya, notebook ini jelas menempatkan mobility sebagai prioritas utama.

 

Keyboard & Touchpad

ROG FLOW menggunakan backlit chiclet keyboard dengan 3-level brightness, ada juga touchpad yang kompatibel dengan Windows precision driver.

 

 

I/O & Button

Berikut ini serangkaian I/O yang diberikan pada ROG FLOW X13:

Secara total, ada :

  • 2(dua) USB 3.2 Gen 2 10Gbps Type-C – mendukung Power Delivery dan DisplayPort over USB-C
  • 1(satu) USB 3.2 Gen 2 10Gbps Type-A
  • 1(satu) HDMI 2.0b
  • 1(satu) 3.5mm Audio Combo Jack

 

Speaker – Dolby Atmos Ready

 

Display

Display mungkin menjadi salah satu aspek yang menarik dari unit ini, dan unit yang kami terima memiliki spesifikasi sebagai berikut:

 

ASUS nampaknya menginginkan display pada notebook untuk bisa digunakan untuk pekerjaan professional yang sensitif dengan warna. Berikut pembacaan Color Calibration Tool kami yakni DataColor SpyderX :

Pembacaan-nya cukup sesuai dengan klaim spesifikasi ASUS, dan display-nya juga cukup terang pada maximum brightness (mencapai 300+ Nits), serta memberikan contrast ratio di atas 1000:1. (Anda juga bisa melihat bahwa White Point pada notebook ini mendekati 6500K reference point, sedikit mengindikasikan kalau notebook ini mengalami kalibrasi warna pada factory a.k.a factory calibrated)

 

 

Overview Spesifikasi Internal

Setelah meninjau bagian eksterior, saatnya melihat bagian internal ROG FLOW X13.

Prosesor – AMD Ryzen 9 5980HS

Yang menjadi senjata utama notebook ini adalah pengunaan prosesor Ryzen 9 5980HS. Akhiran HS pada prosesor ini menandakan bahwa prosesor ini memiliki kelas TDP 35W, tepat di antara U-series yang memiliki kelas TDP 15W, dan H-series yang memiliki kelas TDP 45W. Prosesor HS-series ini ditujukan untuk memberikan performa yang memadai, tapi masih bisa diletakkan pada perangkat yang memiliki solusi cooling agak terbatas karena faktor ukuran.

Ryzen 9 5980HS bisa dibilang adalah prosesor flagship dari HS-series pada keluarga Ryzen 5000 Mobile ‘Cezanne’, dan spesifikasi prosesor ini memang cukup powerful : 8-core 16-thread dengan core berbasis ‘Zen3’, memiliki maximum boost rating hingga 4.8 Ghz, serta L3 Cache 16MB (2x lebih banyak dari pendahulunya).

 

RAM – 32GB LPDDR4X-4266

ROG FLOW X13 memilih RAM dengan tipe LPDDR4X. RAM yang biasanya soldered pada motherboard dengan tipe ini biasanya ditujukan untuk memaksimalkan power efficiency karena relatif hemat daya, dan juga menghemat space pada perangkat kecil.

ASUS menyematkan 32GB LPDDR4X, dengan rating LPDDR4X-4266 (2133Mhz). Jumlah 32GB ini relatif melimpah untuk kebutuhan pengguna di tahun 2021.

 

GPU – Integrated – Radeon Vega 8

GPU pertama yang ditemui pada notebook ini tentunya adalah GPU terintegrasi (IGP) pada SoC/Prosesor-nya, yakni AMD Radeon Vega 8.

Berbekal 8 Compute Unit (atau 512 Shader Unit), IGP ini relatif powerful di kelas GPU terintegrasi. IGP ini masih menggunakan arsitektur Vega yang lama, dan dibuat dengan fabrikasi sama dengan prosesornya yakni 7nm. AMD mengatakan bahwa pada Ryzen 5000-series, kemampuan IGP ini sedikit ditingkatkan dengan sedikit tuning pada power management dan juga regulasi voltage, yang membuat GPU ini memiliki total performance serta efisiensi daya lebih baik.

 

Secara default, IGP ini akan mendapatkan jumlah share memory dari memory utama sebesar 512MB (sejauh ini belum ada opsi untuk mengkonfigurasi jumlahnya), tapi perlu diingat alokasi ini berlaku dynamic, dan IGP boleh saja me-request share memory lebih besar dari ini jika ada aplikasi yang meminta-nya.

 

GPU – Discrete – NVIDIA GeForce GTX 1650 Max-Q

Sebagai laptop ‘gaming’, tentu sebuah discrete GPU yang powerful akan menjadi faktor yang penting. ROG FLOW X13 memberikan opsi discrete GPU berupa GeForce GTX 1650 Max-Q.

Mungkin bagi sebagian besar power-user, GTX 1650 bukan sebuah GPU yang masuk standar ‘high-end’ di tahun 2021. Cukup umum untuk menemui GTX 1650 ini pada laptop kelas menengah/midrange.

Namun perlu diingat, pada laptop 2-in-1 kelas 13″, bisa jadi GTX 1650 ini menjadi pilihan tepat karena ia memiliki kelas TDP yang masih bisa dihandle oleh solusi cooling terbatas. Umumnya sebuah GTX 1650 akan memiliki TDP di kelas 45W, namun Label ‘Max-Q’ yang ada di unit ROG FLOW ini menandakan bahwa GPU tersebut memiliki power efficiency lebih baik, dengan rating TDP lebih rendah lagi – sekitar 35W.

GTX 1650 Max-Q di ROG FLOW X13 memiliki 896 Shader unit, dan juga framebuffer (Video RAM) sebesar 4GB dengan tipe GDDR6. Nvidia memberikan rating core boost clock hingga 1155Mhz (walaupun ini BUKAN clock sebenarnya pada kebanyakan game, kami mencatat bahwa unit ini sering mencapai clock sekitar 1300Mhz ke atas), dengan Memory Clock 1250Mhz (efektif 10Gbps GDDR6).

 

EGPU Support – ROG XG Mobile (up to RTX 3080) – Tidak Diuji Di sini

ASUS memberikan opsi GPU yang lebih powerful melalui sebuah eGPU(External GPU). Unit tambahan ini disebut ROG XG Mobile Station, yang beroperasi dengan koneksi khusus (dengan bandwidth PCIe Gen3 X8). XG Mobile Station ini dilengkapi dengan GPU powerful, yakni GeForce RTX 3080 Mobile. Unit eGPU ini tidak kami uji di sini karena tidak tersedia dalam paket unit testing.

 

 

Storage – M.2 SSD 2230, NVMe Gen3 x4 – 1TB

ROG FLOW X13 datang dengan SSD dengan fisik mungil (M.2 SSD dengan ukuran 2230), namun ukuran relatif besar yakni 1 TB.

 

Baterai – Rated 62Wh

ASUS memberikan baterai dengan rating 62 Wh untuk ROG FLOW (typical capacity yang kami temui pada unit test adalah 58-59 Wh).

 

 

Overview – Software

Software control maupun monitoring menjadi krusial bagi notebook performa tinggi. Salah satu software yang menjadi highlight pada laptop ASUS ROG pada umumnya adalah Armoury Crate.

Armoury Crate – Performance Mode

Armoury Crate akan mengizinkan pengubahan mode operasi untuk menyesuaikan berbagai setting dan karakteristik notebook ini dengan kebutuhan pengguna. Berikut beberapa mode yang tersedia :

  • PERFORMANCE : ini adalah mode default saat menggunakan plugged-in power(AC Power).
  • SILENT : Mode default saat battery power (DC Power). Di mode ini, Power prosesor dikurangi, sehingga kebutuhan cooling juga lebih ringan, membuat fan bisa beroperasi lebih sunyi.
  • WINDOWS : Ini adalah mode dimana semua power management diserahkan pada OS.
  • TURBO : Mode dimana prosesor diijinkan untuk beroperasi dengan power lebih besar demi performa ekstra, tentu fan akan berjalan lebih kencang untuk kompensasi suhu prosesor yang tinggi.
  • MANUAL : Mode dimana user diijinkan untuk mengatur power prosesor dan Fan secara manual, dan juga melakukan overclocking manual pada GPU.

 

Sebagai keterangan tambahan, mode TURBO dan MANUAL hanya bisa dipilih saat notebook dalam keadaan plugged-in(AC Power), dengan adapter USB-C yang minimal memiliki rating 100W. (Rating 65W ke bawah tidak diijinkan menjalankan mode TURBO atau MANUAL)

Warning Pada Mode Manual

Ada Warning saat mengaktifkan Mode Manual

 

Tablet Mode

Saat notebook diubah menjadi posisi tablet, akan ada mode ‘Tablet/Vertical’ yang otomatis aktif, untuk menyesuaikan/menurunkan daya prosesor

 

Armoury Crate GPU Power Save Mode

Ada satu opsi yang menarik pada Armoury Crate di ROG FLOW X13, yakni opsi untuk melakukan power saving :

Normalnya notebook ini akan bekerja dengan GPU yang beroperasi pada mode switching, dimana load ringan akan ditangani oleh IGP(radeon vega 8 IGP), sedangkan load berat akan ditangani Discrete GPU (GTX 1650 Max-Q).

ROG FLOW memberikan ‘iGPU Mode‘ yang akan ‘memaksa’ sistem untuk hanya menggunakan IGP, dan ‘mematikan’ discrete GPU demi menghemat daya.

 

 

MyASUS – Battery Health

Selain tool Armoury Crate, ASUS memberikan sebuah tool lagi yang bernama MyASUS, dan ada satu opsi cukup berguna di tool ini, yakni opsi untuk me-limit battery charge ke level tertentu untuk menjaga umur dan kesehatan baterai.

 

Ryzen Master Software – TIDAK Kompatibel

Satu-satunya cara untuk mengganti performance mode adalah dengan Armoury Crate. Tool Ryzen Master TIDAK kompatibel dengan ROG FLOW X13.

Ruang Lingkup & Metode Testing

Pada halaman berikutnya, kami akan memulai pengujian. Semua pengujian akan dilakukan pada unit standalone kami (yang berarti tidak ada EGPU). Pengujian dilakukan pada kondisi:

  • Suhu ambient terjaga pada sekitar 25 C
  • Kecuali dinyatakan berbeda, device berjalan pada mode PERFORMANCE, dengan Plugged-in Power

 

Sebagian besar analisis akan kami fokuskan pada prosesor Ryzen 9 5980HS, berikut ini daftar pengujian kami :

  • Test berbagai Performance Mode di Armoury Crate
  • Analisis TDP & Clockspeed CPU
  • Test Inter-core Latency & Performa LPDDR4X
  • Uji CPU Performance & Performance Consistency
  • Sedikit uji Gaming (pada 1920×1200)
  • Battery Life & Battery Charging (+ Test IGPU Mode)
  • Thermal, Skin Temperature & Noise

 

Let’s Start!

Load Comments

Gadget

April 30, 2021 - 0

(VIDEO) Review Bose SleepBuds 2: Kualitas Tidur Jadi Lebih Baik

TWS tapi dipakainya untuk tidur? Ya, Bose Sleepbuds 2 yang…
April 22, 2021 - 0

Review Poco X3 Pro: Terlalu Murah & Kencang!

Poco baru saja mengumumkan jajaran produk terbarunya, di mana salah…
April 22, 2021 - 0

(VIDEO) Review Gaming Cooler, Trigger, dan Kabel Black Shark Terbaru 2021 untuk iPhone & Android

Ketika menggunakan sebuah smartphone, biasanya tidak akan lepas dari yang…
April 21, 2021 - 0

(VIDEO) 10+1 Fitur Keren pada Oppo A54

Oppo baru saja mengumumkan Oppo A54, sebuah smartphone kelas terjangkau…

Laptop

May 1, 2021 - 0

Review Huawei Matebook D 15 (2021): Laptop Layar Lebar yang Ringan dan Tipis

Huawei kembali menghadirkan laptop uniknya. Laptop berlayar lebar yang ringan,…
April 26, 2021 - 0

Review MSI GP66 Leopard: Performa Premium dengan RTX 3060!

MSI baru saja mengumumkan kehadiran laptop gaming terbarunya, MSI GP66…
April 25, 2021 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo 15 SE (GX551QM): Laptop Gaming Dua Layar, Tipis dan Kencang!

Setelah sebelumnya kami telah memberikan review untuk laptop dua layar…
April 15, 2021 - 0

Review HP Envy 15: Kencang, Elegan, Cocok utk Content Creator & Video Editor

HP Envy 15-ep0016TX ini gunakan Core i7 dan GeForce RTX…

Gaming

May 6, 2021 - 0

Game Fable Baru Akan Dibangun dengan Engine Forza

Aksi belanja yang dilakukan Microsoft selama beberapa tahun terakhir ini…
May 5, 2021 - 0

Band Low Roar Rilis OST Terbaru Arknights

Seringkali dipandang sebelah mata namun sebenarnya memainkan peran penting, musik…
May 5, 2021 - 0

Baru Demo, RE Village Sudah Kedatangan Mod “Nakal”!

Serahkan kepada internet dan pikiran kotor bercampur kreativitas para modder…
May 5, 2021 - 0

Fortnite Berencana Racik Mode Open-World ala GTA Online?

Popularitas memang sempat meroket namun sekadar menawarkan mode “battle-royale” sepertinya…